Menu

Mode Gelap
PERMABUDHI Dorong Eco Pesantren Jadi Rujukan Lembaga Pendidikan Keagamaan Ramah Lingkungan PERMABUDHI Sulsel Dukung Jalan Sehat Harmoni Kemanusiaan, Satukan Masyarakat Tanpa Sekat Eco Pesantren dan Semangat Moderasi, PERMABUDHI-Kemenag Sulsel Perkuat Sinergi Pelatihan Nara Dhamma 2026, Langkah Baru Perkuat Syiar Dhamma di Era Digital Munas III PERMABUDHI Siap Digelar, Perkuat Persatuan Umat Buddha untuk Berkarya bagi Bangsa PERMABUDHI Sulsel Dorong FKLA Menjadi Penggerak Kolaborasi Lintas Agama bagi Kemanusiaan

Berita

PERMABUDHI Dorong Eco Pesantren Jadi Rujukan Lembaga Pendidikan Keagamaan Ramah Lingkungan

badge-check

PERMABUDHI Dorong Eco Pesantren Jadi Rujukan Lembaga Pendidikan Keagamaan Ramah Lingkungan Perbesar

 

Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Sulawesi Selatan bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan mendorong Eco Pesantren menjadi gerakan bersama dan rujukan bagi lembaga pendidikan keagamaan dalam membangun kesalehan ekologis dan perubahan perilaku masyarakat.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) Eco Pesantren Sulawesi Selatan yang digelar Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan diikuti Kepala Seksi Diniyah dan Pondok Pesantren seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Pembimas Buddha Sulsel, jajaran PERMABUDHI Sulsel, ratusan pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, serta pemangku kepentingan pendidikan keagamaan.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Dr. H. Ali Yafid, M.Pd.I., mengatakan gerakan Eco Pesantren sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, termasuk Asta Cita Presiden, visi dan misi Kementerian Agama, Asta Protas Menteri Agama, serta Asta Aksi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Menurutnya, berbagai agenda tersebut perlu berjalan bersama untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Eco Pesantren ini berawal dari Asta Protas Menteri Agama, khususnya ekoteologi. Ekoteologi menjadikan isu lingkungan hidup sebagai bagian untuk memperkuat sisi keagamaan kita masing-masing,” ujar Ali Yafid.

Ia menjelaskan, seluruh agama memiliki pandangan bahwa alam merupakan bagian penting dari kehidupan manusia yang harus dijaga keberlangsungannya. Karena itu, menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari menjaga kehidupan manusia. Kerusakan lingkungan, menurutnya, telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat besar melalui bencana dan berbagai persoalan ekologis.

Ali menilai Eco Pesantren dapat menjadi ruang untuk memperkuat Kurikulum Berbasis Cinta, terutama melalui praktik nyata di lingkungan pendidikan. Ia berharap pengetahuan dan praktik baik yang dibagikan dalam forum dapat diterapkan di pesantren sehingga pengelolaan lingkungan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Ketua PERMABUDHI Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Yonggris, M.M., mengatakan keterlibatan PERMABUDHI dalam gerakan Eco Pesantren menunjukkan komitmen bersama untuk membangun masa depan yang lebih baik. Menurutnya, gerakan tersebut merupakan implementasi nyata prinsip ekoteologi yang juga dikenal dalam tradisi Buddhis melalui konsep Eco Dhamma.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan. Masalah sampah adalah masalah kemanusiaan yang menyentuh kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan masa depan generasi kita,” kata Yonggris.

Yonggris menilai persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh satu atau dua lembaga. Lembaga pendidikan, tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat perlu bergerak bersama. Dalam konteks itu, pondok pesantren memiliki posisi strategis untuk membentuk karakter generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan mencintai lingkungan.

FGD menghadirkan Dr. Mashud Azikin yang membawakan materi tentang Eco Pesantren dan Pengelolaan Sampah Mandiri: Transformasi Pesantren Berbasis Kesalehan Ekologis dan Zero Waste Management. Ia menekankan pentingnya membangun kemandirian lingkungan di pesantren agar sampah tidak sekadar dipindahkan, tetapi dikelola sejak dari sumber.

“Kebersihan dan kelestarian bumi bukan urusan fisik, melainkan cerminan dari kedalaman iman dan tanggung jawab kemanusiaan.”

Sementara itu, Dr. Hj. Nur Fadri Fadeli Luran, S.P., M.P., Pimpinan Pondok Pesantren IMMIM sekaligus Ketua Forum Koordinasi Pondok Pesantren, berbagi praktik gerakan Pesantren Hijau. Ia menekankan bahwa gerakan lingkungan tidak cukup berhenti pada kegiatan menanam pohon atau memungut sampah.

“Gerakan ini bukan sekadar anak-anak menanam pohon atau memungut sampah. Ini adalah amanah keagamaan. Anak-anak harus lahir sebagai pejuang-pejuang lingkungan; setiap pohon yang ditanam, air yang dihemat, dan sampah yang dikelola merupakan perwujudan ibadah dan tanggung jawab terhadap masa depan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Suzanna, S.E., M.Pd., juga memperkenalkan prinsip “Ego to Eco” sebagai pendekatan perubahan perilaku. Gagasan ini mendorong masyarakat, khususnya lingkungan pendidikan, untuk bergeser dari pola hidup yang berpusat pada konsumsi menuju kesadaran untuk hidup lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Bagi PERMABUDHI, Eco Pesantren bukan sekadar program pengelolaan sampah. Gerakan ini menjadi ruang kolaborasi lintas iman untuk mendorong lembaga pendidikan keagamaan menjadi pusat perubahan perilaku, rujukan praktik ramah lingkungan, sekaligus bagian dari solusi persoalan sampah.

Melalui kolaborasi tersebut, pesantren diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan lingkungan yang mandiri, mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, memanfaatkan kembali potensi sampah, dan menanamkan nilai kepedulian lingkungan sebagai bagian dari kehidupan keagamaan sehari-hari.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Eco Pesantren dan Semangat Moderasi, PERMABUDHI-Kemenag Sulsel Perkuat Sinergi

6 Agustus 2026 - 04:08 WITA

Pelatihan Nara Dhamma 2026, Langkah Baru Perkuat Syiar Dhamma di Era Digital

6 Agustus 2026 - 03:52 WITA

Munas III PERMABUDHI Siap Digelar, Perkuat Persatuan Umat Buddha untuk Berkarya bagi Bangsa

6 Agustus 2026 - 03:33 WITA

PERMABUDHI Sulsel Dorong FKLA Menjadi Penggerak Kolaborasi Lintas Agama bagi Kemanusiaan

3 Agustus 2026 - 03:05 WITA

PERMABUDHI Sulsel Perkuat Keterampilan Komunikasi Umat Buddha Melalui Pelatihan Nara Dhamma 2026

28 Juli 2026 - 06:30 WITA

Trending di Berita