Pelatihan Komunikasi Publik Nara Dhamma 2026 resmi berakhir di Makassar, Minggu, 2 Agustus 2026. Kegiatan yang digelar Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Sulawesi Selatan bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan dan TVRI Sulawesi Selatan itu menjadi bagian dari upaya menyiapkan komunikator Dhamma yang mampu menjangkau masyarakat melalui ruang publik dan digital.
Pelatihan berlangsung selama dua hari, 26 Juli dan 2 Agustus 2026, di Mitra Sabha, Hasamitra Gemilang, Makassar. Sebanyak 50 peserta mendaftar dari berbagai majelis, vihara, dan organisasi Buddhis se-Sulawesi Selatan, dengan 37 peserta dinyatakan lulus. Mereka mendapatkan pembekalan komunikasi publik, penyusunan pesan, teknik vokal dan artikulasi, penyampaian Dhamma, hingga praktik berbicara di depan kamera.
Lulusan pelatihan selanjutnya akan bergabung dalam Forum Dhammakathika Sulawesi Selatan. Forum ini diarahkan menjadi ruang pengembangan bagi para komunikator Dhamma untuk terus berlatih sekaligus mengambil peran sebagai Nara Dhamma di ruang publik dan mengisi ruang digital dengan pesan-pesan Dhamma yang edukatif, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Pembimas Buddha Sulawesi Selatan berharap para peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi mampu menjadi komunikator yang santun, inspiratif, dan konsisten menyebarluaskan nilai-nilai Buddha kepada masyarakat.
“Kami berharap para alumni Pelatihan Komunikasi Publik ini dapat menjadi Nara Dhamma – penyampai pesan dhamma yang mampu hadir di tengah masyarakat dengan membawa pesan-pesan Sang Buddha secara baik, santun, inklusif, dan relevan. Jangan berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi terus berlatih, berkarya, dan mengambil bagian dalam menyebarluaskan nilai-nilai Dhamma melalui ruang publik maupun ruang digital.”
Wakil Ketua PERMABUDHI Sulawesi Selatan, Suzanna, S.E., M.M., mengatakan keberhasilan pelatihan perlu dilanjutkan dengan keterlibatan aktif para alumni dalam berbagai ruang penyiaran. Ia mendorong alumni Nara Dhamma untuk mengambil peran sebagai penyiar dan narasumber dalam program Mimbar Agama Buddha maupun berbagai kanal komunikasi lainnya.
Menurutnya, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat sekaligus melestarikan Dhamma melalui pola komunikasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Pelatihan ini juga melibatkan Persatuan Guru Agama Buddha (PERGABI) Sulawesi Selatan yang dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan komunikasi Dhamma. Para guru agama Buddha memiliki pengalaman menyampaikan nilai-nilai keagamaan sekaligus berinteraksi dengan generasi muda.
Kolaborasi PERMABUDHI, Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, TVRI Sulawesi Selatan, serta PERGABI diharapkan menjadi fondasi bagi terbentuknya ekosistem Nara Dhamma yang mampu membawa pesan-pesan Sang Buddha dari ruang pendidikan dan mimbar agama hingga ke ruang publik dan digital.







Komentar ditutup.