Menu

Mode Gelap
Hadiri FGD FLARE, PERMABUDHI Sulsel Konsisten Gaungkan Kesadaran Pangan Berkelanjutan Dari Kebiasaan ke Perubahan Diri, Dibahas dalam Mimbar Agama Buddha RRI World Cleanup Day di Makassar, PERMABUDHI Sulsel Serukan Bersih Lingkungan dan Cara Berpikir Bukan Sekadar Bersih-Bersih, PERMABUDHI Makassar Dorong Warga Kelola Lingkungan dari Rumah HUT ke-81 TNI AL, Ketua PERMABUDHI Sulsel: Kuat Menjaga Kedaulatan, Besar dalam Pengabdian Kepala RS Jala Ammari: Sinergi dengan PERMABUDHI Sulsel Dekatkan Pelayanan kepada Masyarakat

Berita

Munas III PERMABUDHI Siap Digelar, Perkuat Persatuan Umat Buddha untuk Berkarya bagi Bangsa

badge-check

Munas III PERMABUDHI Siap Digelar, Perkuat Persatuan Umat Buddha untuk Berkarya bagi Bangsa Perbesar

JAKARTA, Agustus 2026 — Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) akan menggelar Musyawarah Nasional atau Munas III pada 22–23 Agustus 2026. Forum tertinggi organisasi itu akan berlangsung di Wisdom Hall, Tzu Chi Secondary School, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Munas III mengusung tema “Bersatu dalam Dhamma, Berkarya untuk Bangsa”. Tema tersebut menjadi penanda tekad PERMABUDHI untuk memperkuat persatuan umat Buddha sekaligus mendorong kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara.

Munas akan diikuti delegasi dari 37 provinsi. Peserta terdiri atas jajaran Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah PERMABUDHI, tokoh-tokoh umat Buddha, serta perwakilan berbagai organisasi dan lembaga Buddhis di Indonesia.

Kehadiran delegasi dari berbagai daerah tersebut mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan umat Buddha Indonesia. Forum ini juga diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat organisasi agar semakin profesional dan mampu menjawab berbagai tantangan zaman.

Sebagai forum permusyawaratan tertinggi organisasi, Munas III memiliki sejumlah agenda penting. Di antaranya mengevaluasi pelaksanaan program organisasi, menyusun arah kebijakan strategis untuk periode mendatang, serta memilih kepemimpinan nasional yang akan membawa PERMABUDHI dalam menjalankan perannya di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tema “Bersatu dalam Dhamma, Berkarya untuk Bangsa” menjadi landasan dalam pembahasan tersebut. Persatuan umat Buddha dipandang sebagai fondasi untuk melahirkan karya dan pengabdian yang memberi manfaat bagi Indonesia.

Nilai-nilai Dhamma diharapkan tidak hanya menjadi pedoman kehidupan spiritual, tetapi juga sumber inspirasi dalam membangun masyarakat yang harmonis, toleran dan inklusif. Kontribusi tersebut mencakup bidang sosial, pendidikan, kemanusiaan, pelestarian lingkungan melalui gerakan eco dhamma, hingga penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Ketua Umum PERMABUDHI mengatakan Munas III bukan sekadar agenda rutin organisasi. Forum tersebut menjadi momentum untuk memperkokoh sinergi seluruh komponen umat Buddha Indonesia.

“PERMABUDHI ingin terus menjadi organisasi yang mampu menyatukan potensi umat Buddha Indonesia untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Melalui Munas III ini, kami berharap lahir berbagai keputusan strategis yang memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.”

Pembukaan Munas III dijadwalkan dihadiri sejumlah pejabat negara. Di antaranya Menteri Agama Republik Indonesia, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, serta Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, moderat, dan harmonis. Namun, kehadiran Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri masih dalam tahap konfirmasi.

Melalui Munas III, PERMABUDHI kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional. Peran tersebut diwujudkan melalui penguatan nilai-nilai spiritual, pelayanan sosial, pendidikan, kemanusiaan, pelestarian lingkungan, serta penguatan persatuan bangsa.

Forum nasional ini diharapkan menghasilkan keputusan yang tidak hanya memperkuat tata kelola organisasi, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat. Selain itu, hasil Munas diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai elemen masyarakat.

Dengan demikian, PERMABUDHI ingin memperkokoh perannya dalam membangun Indonesia yang rukun, harmonis, maju, dan sejahtera.

Bagi PERMABUDHI, persatuan adalah kekuatan, Dhamma merupakan landasan, sedangkan pengabdian kepada bangsa menjadi salah satu wujud nyata praktik ajaran Buddha dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Hadiri FGD FLARE, PERMABUDHI Sulsel Konsisten Gaungkan Kesadaran Pangan Berkelanjutan

18 September 2026 - 09:27 WITA

Dari Kebiasaan ke Perubahan Diri, Dibahas dalam Mimbar Agama Buddha RRI

18 September 2026 - 07:14 WITA

World Cleanup Day di Makassar, PERMABUDHI Sulsel Serukan Bersih Lingkungan dan Cara Berpikir

14 September 2026 - 02:31 WITA

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, PERMABUDHI Makassar Dorong Warga Kelola Lingkungan dari Rumah

14 September 2026 - 01:44 WITA

HUT ke-81 TNI AL, Ketua PERMABUDHI Sulsel: Kuat Menjaga Kedaulatan, Besar dalam Pengabdian

10 September 2026 - 08:07 WITA

Trending di Berita