Menu

Mode Gelap
Di Hari Perdamaian Internasional, PERMABUDHI Makassar Serukan Damai dengan Bumi PERMABUDHI Sulsel Dukung Pasar Murah Kodaeral VI, Rawat Sinergi untuk Masyarakat Hadiri FGD FLARE, PERMABUDHI Sulsel Konsisten Gaungkan Kesadaran Pangan Berkelanjutan Dari Kebiasaan ke Perubahan Diri, Dibahas dalam Mimbar Agama Buddha RRI World Cleanup Day di Makassar, PERMABUDHI Sulsel Serukan Bersih Lingkungan dan Cara Berpikir Bukan Sekadar Bersih-Bersih, PERMABUDHI Makassar Dorong Warga Kelola Lingkungan dari Rumah

Berita

Eco Pesantren dan Semangat Moderasi, PERMABUDHI-Kemenag Sulsel Perkuat Sinergi

badge-check

Eco Pesantren dan Semangat Moderasi, PERMABUDHI-Kemenag Sulsel Perkuat Sinergi Perbesar

Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Sulawesi Selatan mendorong gerakan Eco Pesantren menjadi ruang kolaborasi lintas iman dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan. Hal tersebut disampaikan dalam audiensi PERMABUDHI bersama Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (4/8/2026).

Audiensi diikuti Ketua PERMABUDHI Kota Makassar, Suzanna, S.E., M.Pd., didampingi Pembimas Buddha Sulsel, Sumarjo, S.Ag., M.M. Pertemuan membahas tindak lanjut Pencanangan Eco Pesantren se-Sulawesi Selatan yang telah dilaksanakan pada 17 Mei 2026 di Pondok Pesantren Al-Imam Ashim Makassar.

Pencanangan tersebut menjadi pijakan untuk mendorong pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat perubahan perilaku dan rujukan dalam penerapan budaya ramah lingkungan. PERMABUDHI melihat isu lingkungan sebagai ruang bersama yang dapat mempertemukan berbagai kelompok keagamaan dalam aksi nyata.

“PERMABUDHI membuka ruang kolaborasi lintas iman untuk mendorong pendidikan keagamaan menjadi pusat perubahan perilaku dan rujukan dalam merawat lingkungan,” kata Suzanna.

Sebagai tindak lanjut pencanangan, PERMABUDHI Sulsel bersama Kanwil Kemenag Sulsel akan menggelar Forum Group Discussion (FGD) Eco Pesantren Sulawesi Selatan pada Jumat (7/8/2026). Mengangkat tema “Mendorong Pesantren Ramah Lingkungan, Mandiri, dan Berkelanjutan”, forum ini akan membahas darurat sampah, peran pesantren, pengelolaan sampah terpadu, integrasi kurikulum ekologi, serta urban farming.

FGD menghadirkan Dr. Mashud Azikin dari Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar sebagai pemateri utama, Dr. Hj. Nur Fadjri Fadeli Luran, S.P., M.Pd. , pimpinan Pondok Pesantren IMMIM yang akan berbagi praktik pengelolaan sampah di pesantren, serta Suzanna melalui gerakan Ego to Eco “Cegah Berkah Jadi Sampah” Forum diarahkan untuk mendorong pengelolaan sampah sejak sumber dan mengurangi sampah yang berakhir di TPA.

Kepala Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Sulsel, H. Fathurrahman, S.E., M.Pd., mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk nyata moderasi beragama. Menurutnya, kerja sama lintas umat beragama dapat diwujudkan melalui aksi bersama dalam menjawab persoalan lingkungan.

“Ini merupakan bentuk moderasi beragama. Sinergi umat beragama tidak hanya dibangun melalui dialog, tetapi juga melalui aksi nyata untuk menjaga lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Fathurrahman.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Di Hari Perdamaian Internasional, PERMABUDHI Makassar Serukan Damai dengan Bumi

22 September 2026 - 09:03 WITA

PERMABUDHI Sulsel Dukung Pasar Murah Kodaeral VI, Rawat Sinergi untuk Masyarakat

22 September 2026 - 08:46 WITA

Hadiri FGD FLARE, PERMABUDHI Sulsel Konsisten Gaungkan Kesadaran Pangan Berkelanjutan

18 September 2026 - 09:27 WITA

Dari Kebiasaan ke Perubahan Diri, Dibahas dalam Mimbar Agama Buddha RRI

18 September 2026 - 07:14 WITA

World Cleanup Day di Makassar, PERMABUDHI Sulsel Serukan Bersih Lingkungan dan Cara Berpikir

14 September 2026 - 02:31 WITA

Trending di Berita