Rombongan Musyawarah Nasional III Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Sulawesi Selatan mengunjungi kantor baru Pengurus Pusat PERMABUDHI di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta, pada 22 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Munas III PERMABUDHI yang berlangsung pada 22–23 Agustus 2026. Di tengah agenda musyawarah nasional, jajaran PERMABUDHI Sulsel menyempatkan diri melihat langsung kantor baru yang diproyeksikan menjadi pusat koordinasi dan pelayanan organisasi umat Buddha di tingkat nasional.
Kantor baru PERMABUDHI tersebut sebelumnya telah diresmikan melalui kegiatan Syukuran dan Puja Bumi sebagai penanda dimulainya rekonstruksi gedung di kawasan PIK 2. Kantor tersebut terdiri atas dua ruko dengan empat lantai yang nantinya menjadi kantor pusat PERMABUDHI sekaligus ruang konsolidasi dan koordinasi antarmajelis serta organisasi-organisasi umat Buddha di Indonesia.
Bagi PERMABUDHI Sulsel, keberadaan kantor baru ini tidak sekadar menghadirkan ruang kerja bagi Pengurus Pusat. Lebih dari itu, kantor tersebut dipandang sebagai simbol semakin kuatnya kemandirian, eksistensi, dan kapasitas kelembagaan PERMABUDHI dalam menjalankan pelayanan organisasi umat Buddha di Indonesia.
Kantor baru ini juga diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi, konsolidasi, koordinasi, serta pengembangan program antarmajelis dan organisasi umat Buddha. Dengan adanya pusat kelembagaan yang lebih representatif, sinergi antarorganisasi diharapkan semakin mudah dibangun dan dikembangkan.
Kunjungan PERMABUDHI Sulsel menjadi momentum untuk melihat secara langsung perkembangan kelembagaan organisasi di tingkat pusat. Kehadiran kantor baru tersebut sekaligus memberikan optimisme bahwa PERMABUDHI semakin memiliki fondasi kelembagaan yang kuat dalam menjawab kebutuhan umat dan berkontribusi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebelumnya, dalam kegiatan Syukuran dan Puja Bumi, Wakil Sekjen PERMABUDHI Winarso menyampaikan bahwa kantor baru tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat bekerja, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk membangun sinergi dan pelayanan bagi umat Buddha di Indonesia.
Kehadiran kantor baru ini pun menjadi salah satu penanda penting perjalanan PERMABUDHI menjelang pelaksanaan Munas III. Momentum tersebut memperlihatkan bahwa konsolidasi organisasi tidak hanya berlangsung melalui forum musyawarah, tetapi juga diwujudkan melalui penguatan infrastruktur dan kemandirian kelembagaan.
Bagi PERMABUDHI Sulsel, kantor pusat yang semakin representatif merupakan bagian dari perjalanan menuju organisasi yang semakin mandiri, eksis, terkoordinasi, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih luas bagi umat Buddha serta bangsa Indonesia.








Komentar ditutup.