Menu

Mode Gelap
Munas III PERMABUDHI Teguhkan Persatuan, Perkuat Kontribusi bagi Bangsa PERMABUDHI Dorong Percepatan Regulasi Kerukunan Umat Beragama di Makassar PERMABUDHI Sulsel Kunjungi Kantor Baru PERMABUDHI di PIK 2, Simbol Penguatan Eksistensi Organisasi PERMABUDHI Hadiri Musda IX MUI Sulsel, Perkuat Ukhuwah Lintas Agama PERMABUDHI Sulsel Dukung Gerakan Bersama MUI, Kolaborasi Lintas Elemen Wujudkan Sulsel Bebas Narkoba GEMABUDHI Sulsel Perkuat Sinergi Lintas Generasi Lawan Ancaman Narkoba

Berita

Munas III PERMABUDHI Teguhkan Persatuan, Perkuat Kontribusi bagi Bangsa

badge-check

Perwakilan Pengurus Daerah (PD) PERMABUDHI dari 36 provinsi saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) III PERMABUDHI. Perbesar

Perwakilan Pengurus Daerah (PD) PERMABUDHI dari 36 provinsi saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) III PERMABUDHI.

Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) III pada Sabtu (22/8/2026) di Wisdom Hall, Tzu Chi Secondary School, Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Forum tertinggi organisasi ini menjadi momentum konsolidasi umat sekaligus meneguhkan arah PERMABUDHI agar semakin kuat berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Munas III mengusung tema “Bersatu dalam Dhamma, Berkarya untuk Bangsa” dan diikuti sekitar 500 peserta, termasuk delegasi Pengurus Daerah PERMABUDHI dari 36 provinsi di Indonesia. Persatuan dalam keberagaman menjadi salah satu pesan utama yang mengemuka dalam pembukaan Munas III.

Ketua Umum PERMABUDHI, Prof. Philip K. Widjaja, menegaskan bahwa keberadaan PERMABUDHI tidak hanya ditujukan untuk memperkuat kehidupan internal organisasi dan umat Buddha, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.

“Selain internal, kita juga harus berkontribusi untuk bangsa dan negara. Pengurus dan program ke depan harus dapat berjalan dan memberikan makna bagi bangsa,” ujar Prof. Philip dalam sambutannya.

Menurutnya, keberadaan PERMABUDHI yang memiliki jaringan kepengurusan di berbagai daerah merupakan modal penting untuk menghadirkan program yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan tema Munas III, Bersatu dalam Dhamma, Berkarya untuk Bangsa, yang menempatkan persatuan sebagai fondasi sekaligus karya sebagai bentuk nyata pengabdian.

PERMABUDHI Diminta Tidak Sibuk dengan Diri Sendiri

Pesan serupa disampaikan Ketua Dewan Pengawas Pusat PERMABUDHI, Budi Setiawan. Ia mengingatkan bahwa Munas III berlangsung di tengah perubahan dan tantangan ekonomi yang turut dirasakan masyarakat.

Karena itu, PERMABUDHI diharapkan tidak hanya sibuk mengurus kepentingan internal organisasi, tetapi juga semakin peka terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.

Budi menyampaikan tiga pesan penting bagi kepengurusan PERMABUDHI ke depan.

Pertama, PERMABUDHI harus menjadi kekuatan yang mempersatukan. Sebagai rumah besar lintas aliran dan tradisi Buddhis, PERMABUDHI diharapkan aktif membangun persaudaraan lintas aliran juga agama serta menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai elemen, bukan menjadi tembok pemisah.

Kedua, organisasi perlu menghadirkan program yang membumi dan nyata. Ukuran keberhasilan tidak semata-mata dilihat dari banyaknya kegiatan, tetapi dari seberapa besar dampak dan manfaat yang dihasilkan bagi umat dan masyarakat.

Ketiga, penting membangun kepemimpinan yang berintegritas, cakap dan bijaksana, dengan kerendahan hati serta semangat melayani. Kepemimpinan harus dipandang sebagai tanggung jawab dan pelayanan sekaligus memastikan proses regenerasi terus berjalan.

“PERMABUDHI bukan hanya harus besar, tetapi juga harus relevan. Masa depan PERMABUDHI ditentukan oleh kemampuan kita semua menjaga persatuan dan integritas,” pesannya.

Pesan Dhamma: Persatuan dan Kaderisasi Jadi Kekuatan

Pesan Dhamma disampaikan Y.M. Nyanasuryanadi Mahathera, Maha Nayaka Sangha Agung Indonesia, yang menekankan pentingnya memperkuat potensi umat Buddha dalam menghadapi perubahan zaman.

Ia mengingatkan bahwa membangun kebersamaan dengan umat beragama lain sering kali lebih mudah dibandingkan membangun persatuan di antara sesama umat Buddha yang memiliki beragam tradisi dan aliran.

Karena itu, konsolidasi umat menjadi agenda penting PERMABUDHI.

Menurutnya, setidaknya terdapat tujuh agenda yang perlu menjadi perhatian ke depan, yakni konsolidasi umat dan persatuan umat antar-majelis, kaderisasi generasi muda, peningkatan pendidikan keagamaan, transformasi digital, penguatan moderasi dan kerukunan, pemberdayaan sosial-ekonomi, serta penguatan wawasan kebangsaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Generasi muda, kata dia, merupakan aset penting bagi keberlanjutan Dhamma sehingga kaderisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi perhatian serius.

Di tengah era digitalisasi, PERMABUDHI juga dituntut mampu memanfaatkan teknologi, termasuk big data dan transformasi digital dalam pembelajaran Dhamma serta pengembangan organisasi.

Ia juga mengingatkan bahwa kepedulian umat Buddha tidak hanya menyangkut kehidupan spiritual, tetapi juga kebutuhan sosial masyarakat.

Dalam konteks kebangsaan, Nyanasuryanadi Mahathera mengingatkan bahwa menjaga Indonesia bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Umat Buddha juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan, persatuan, lingkungan, dan keberlangsungan bangsa.

PERMABUDHI diharapkan mampu menjadi jembatan antara Dhamma dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menag: PERMABUDHI Mitra Strategis Kementerian Agama

Sementara itu, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar dalam sambutannya secara daring menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Munas III PERMABUDHI.

Menurutnya, Munas menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus meneguhkan langkah ke depan.

Prof. Nasaruddin menilai PERMABUDHI telah menunjukkan kiprah nyata dalam kehidupan umat dan masyarakat. Karena itu, Munas III diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus melahirkan program yang semakin memberikan dampak.

“Bagi umat Buddha, PERMABUDHI menjadi ruang untuk bertumbuh, bersatu, dan mengabdi,” ujar Prof. Nasaruddin.

Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan kehidupan organisasi yang dilandasi cinta kasih dan pengendalian diri. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi kekuatan dalam membangun organisasi yang solid sekaligus memberikan kemajuan bagi umat Buddha dan bangsa Indonesia.

Menteri Agama juga menempatkan PERMABUDHI sebagai mitra strategis Kementerian Agama dalam memperkuat kerukunan dan moderasi beragama.

PERMABUDHI Sulsel Hadir

Munas III turut dihadiri delegasi dari berbagai daerah, termasuk PERMABUDHI Sulawesi Selatan bersama Pengurus Cabang PERMABUDHI Kota Makassar.

Ketua PERMABUDHI Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Yonggris., M.M hadir bersama lima utusan yang mewakili majelis-majelis agama Buddha yang ada di Sulawesi Selatan.

Kehadiran delegasi Sulsel menjadi bagian dari konsolidasi nasional sekaligus ruang untuk menyerap arah kebijakan organisasi di tingkat pusat. Semangat tersebut kemudian diharapkan dapat diterjemahkan dalam penguatan program dan pelayanan umat di Sulawesi Selatan.

Munas III PERMABUDHI pada akhirnya tidak hanya menjadi forum organisasi untuk mengevaluasi perjalanan kepengurusan dan menetapkan arah kebijakan. Lebih jauh, Munas menjadi momentum untuk meneguhkan PERMABUDHI sebagai rumah bersama umat Buddha Indonesia—bersatu dalam Dhamma, berkarya untuk bangsa, dan hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

PERMABUDHI Dorong Percepatan Regulasi Kerukunan Umat Beragama di Makassar

23 Agustus 2026 - 05:38 WITA

PERMABUDHI Sulsel Kunjungi Kantor Baru PERMABUDHI di PIK 2, Simbol Penguatan Eksistensi Organisasi

23 Agustus 2026 - 04:39 WITA

PERMABUDHI Hadiri Musda IX MUI Sulsel, Perkuat Ukhuwah Lintas Agama

23 Agustus 2026 - 02:10 WITA

PERMABUDHI Sulsel Dukung Gerakan Bersama MUI, Kolaborasi Lintas Elemen Wujudkan Sulsel Bebas Narkoba

21 Agustus 2026 - 07:47 WITA

GEMABUDHI Sulsel Perkuat Sinergi Lintas Generasi Lawan Ancaman Narkoba

21 Agustus 2026 - 06:21 WITA

Trending di Berita