Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Sulawesi Selatan menghadiri Musyawarah Daerah (MUSDA) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu (22/8/2026).
Musda mengusung tema “Meneguhkan Peran Ulama dalam Merekatkan Ukhuwah dan Mengawal Transformasi Umat Menuju Sulawesi Selatan yang Berkeadaban.” Forum lima tahunan ini dihadiri berbagai ormas Islam serta majelis-majelis agama se-Sulawesi Selatan.
Ketua MUI Sulsel, Prof. Dr. KH. Najamuddin Abdu Safa., Lc., M.A., menegaskan prinsip MUI sebagai Khadimul Ummah (pelayan umat), Shadiqul Hukumah (mitra strategis pemerintah), dan Himayatul Ummah (penjaga umat). Prinsip tersebut menegaskan posisi MUI sebagai rumah besar umat yang hadir untuk melayani, menjaga dan merespons berbagai persoalan masyarakat.
Ia juga menekankan trilogi ukhuwah, yakni Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam), Ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), dan Ukhuwah Insaniyah (persaudaraan kemanusiaan). Tiga prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan dan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Sekretaris Jenderal DPP MUI, Buya Dr. KH. Amirsyah Tambunan, M.A., mengatakan Musda merupakan mekanisme tertinggi organisasi di tingkat daerah untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus merumuskan program strategis ke depan.
Ia berharap kepemimpinan MUI Sulsel mampu merangkul seluruh ormas yang memiliki visi dan misi yang sejalan.
“Saya berharap betul bahwa musyawarah daerah ini tidak sekadar menghasilkan kepemimpinan mulai dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara umum yang merupakan simbol organisasi yang diwarnai oleh ormas tertentu. Tapi mari sekali lagi kita berbagi sesama kita,” ujar Amirsyah.
Amirsyah menegaskan MUI harus menjadi “tenda besar umat”, ruang bersama dalam menjalankan kerja-kerja strategis untuk melayani umat sekaligus bermitra dengan pemerintah.
Ia juga mengingatkan bahwa ukhuwah harus diwujudkan melalui kepedulian dan empati dalam menjawab tantangan umat dan bangsa.









Musda IX MUI Sulsel dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Dalam sambutannya, Gubernur menekankan bahwa kepemimpinan merupakan amanah untuk menghadirkan keadilan dan memberikan manfaat bagi seluruh golongan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga Sulawesi Selatan sebagai rumah bersama.
Turut hadir Menteri Pertanian RI, H. Dr. Amran Sulaiman. Dalam kesempatan tersebut, Amran menyampaikan perkembangan kerja pemerintah dalam mendorong swasembada pangan serta menekankan pentingnya peran ulama dan tokoh agama dalam kehidupan bangsa.
Ia menilai nasihat dan fatwa ulama memiliki posisi penting sebagai landasan moral dalam pembangunan, dengan hubungan pemerintah dan MUI yang terus diperkuat.
Kehadiran PERMABUDHI Sulawesi Selatan, yang diwakili Wakil Ketua Trandy Telling The bersama rohaniawan Buddhis Sulsel PMy. Hemajayo Thio, menjadi simbol komitmen merawat hubungan antar-majelis agama sekaligus menyampaikan selamat atas terselenggaranya Musda IX MUI Sulsel.
Kehadiran ini memperlihatkan bahwa semangat persaudaraan kebangsaan dan kemanusiaan menjadi ruang bersama bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan dan merawat Sulawesi Selatan sebagai rumah bersama.








Komentar ditutup.