Upaya memperkuat dialog lintas agama dan kerja sama akademik kembali digaungkan. Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan menggandeng UIN Alauddin Makassar untuk menggelar seminar internasional bertajuk Religion in Chinese Perspective “Mengelola Keberagaman Agama di Era Global: Pelajaran dari Tiongkok dan Indonesia.” Kegiatan ini direncanakan berlangsung di Makassar pada Selasa, 15 April 2026.
Rencana tersebut mengemuka dalam audiensi antara pengurus Permabudhi Sulsel dan UIN Alauddin Makassar, Selasa, 31 Maret 2026. Pertemuan itu tak sekadar membahas teknis kegiatan, tetapi juga membuka ruang kerja sama jangka panjang di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Ketua Permabudhi Sulsel, Dr. Ir. Yonggris, M.M., menyampaikan bahwa seminar ini akan menghadirkan akademisi internasional sebagai pembicara utama.
“Akan datang satu profesor dari Shandong University. Prof. Guo datang ke beberapa kota, salah satunya Makassar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kehadiran Prof. Guo Wu menjadi bagian dari rangkaian seminar di sejumlah kota besar di Indonesia, yakni Jakarta pada 7 April, Bandung 10 April, Semarang 12 April, dan Makassar sebagai penutup pada 15 April 2026. Momentum ini diharapkan mampu menghadirkan perspektif global dalam memahami dinamika keberagaman agama.
Menurut Yonggris, latar belakang keilmuan Prof. Guo Wu yang menekuni studi agama-agama dan relasi agama dengan negara menjadi nilai tambah tersendiri.
“Kebetulan latar belakang beliau studi agama-agama, studi tentang hubungan agama dan negara. Cara hidup beragama di Tiongkok dan bagaimana pemerintah Tiongkok mengelola agama, ini setidaknya dapat menghadirkan manfaat dan dampak yang luas,” katanya.
Seminar ini juga menjadi kelanjutan dari inisiatif sebelumnya yang telah digelar Permabudhi Sulsel. Dalam kegiatan bertema “Jalur Sutra: Warisan Inklusivitas dan Harmoni Antarbudaya dan Agama,” menghadirkan akademisi dari CSS Beijing dan San Ping Academy Indonesia untuk membuka ruang dialog lintas peradaban. Pengalaman tersebut menjadi pijakan untuk memperluas jejaring dan memperdalam diskursus.
Dari pihak kampus, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Muhaemin Latif, M.Th.I., M.Ed., menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai seminar tersebut akan memperkaya perspektif mahasiswa dan dosen, khususnya yang menekuni studi agama.

Menurutnya, kegiatan ini juga akan menghadirkan pandangan dari akademisi UIN sehingga semakin menarik, terlebih juga karena mahasiswa berasal dari berbagai jurusan dengan mata kuliah yang relevan seperti Religious Studies.
Koordinator Bidang Pendidikan dan Pelatihan Permabudhi Sulsel, Lili Kusuma Chandra, S.S., menambahkan bahwa kerja sama ini tidak berhenti pada satu kegiatan.
“Seminar ini menjadi langkah awal membangun kemitraan yang lebih berkelanjutan, seputar penguatan kapasitas, pelatihan, dan beasiswa dalam dan luar negeri,” jelasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, kedua pihak juga merencanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di bidang pendidikan dan pelatihan. Program lanjutan yang disiapkan antara lain sosialisasi beasiswa serta simulasi IELTS bagi mahasiswa.
Audiensi tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, para ketua program studi, serta pengurus Permabudhi Sulsel. Kehadiran berbagai unsur ini menandai keseriusan kedua institusi dalam membangun sinergi.
Tak hanya menghadirkan perspektif Tiongkok, seminar ini juga akan diimbangi dengan sudut pandang Indonesia. Selain Prof. Guo Wu, kegiatan ini akan didampingi oleh Ardian Changianto, S.Fil., M.Fil., peneliti dari San Ping Academy yang dikenal aktif mengkaji agama-agama lokal dan Prof. Dr. Muhsin Mahfudz., S.Ag., M.Th.I, Akademisi UIN Alauddin Makassar.
Dengan menyasar akademisi, mahasiswa, tokoh agama, hingga masyarakat umum, seminar ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan gagasan sekaligus jembatan pemahaman lintas budaya. Lebih dari sekadar forum ilmiah, kolaborasi Permabudhi dan UIN Alauddin Makassar ini menjadi awal dari upaya berkelanjutan dalam merawat keberagaman di tengah arus globalisasi.







