Menu ✖

Mode Gelap
PERMABUDHI dan Tzu Chi Makassar Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Jantung PERMABUDHI Sulsel Dukung Festival Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama Pembimas Buddha Sulsel Luncurkan METTA VIHARA, PERMABUDHI Sulsel Dukung Vihara Ramah Lingkungan Walk for Peace, Act for Earth: Menelusuri Ingatan Konflik, Merawat Perdamaian, dan Bergerak untuk Bumi Solidaritas Lintas Agama FKLA Sulsel untuk NTT, Bantuan Menjangkau Pulau Flores Kue Bulan dalam “POV Buddhis”, dari Tradisi hingga Praktik Dhamma

Berita

Refleksi HUT Maco 1066: Permabudhi Sulsel Ajak Umat Menjadi Mercusuar Kehidupan

badge-check

Refleksi HUT Maco 1066: Permabudhi Sulsel Ajak Umat Menjadi Mercusuar Kehidupan Perbesar

Peringatan Hari Ulang Tahun Dewi Maco ke-1066 yang berlangsung di Vihara Ibu Agung Bahari pada 9 Mei 2026 berlangsung khidmat dan penuh nuansa reflektif. Sejumlah tokoh umat Buddha dan masyarakat Tionghoa hadir memberikan penghormatan kepada Dewi Maco, sosok yang dikenal sebagai pelindung lautan dan pembawa keselamatan bagi para pelaut.

Dalam momentum tersebut, jajaran pengurus Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudi) Sulawesi Selatan turut hadir sebagai bentuk penghormatan dan dukungan terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan Dewi Maco.

Ketua Permabudhi Sulsel, Dr. Ir. Yonggris, M.M., menyampaikan bahwa peringatan HUT Maco tidak hanya memiliki makna spiritual dan budaya, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang bagaimana manusia menjalani kehidupan di tengah berbagai tantangan zaman.

“Laut adalah simbol kehidupan: kadang tenang, kadang bergelora, penuh kedalaman yang tak terselami. Dalam perjalanan hidup, kita pun berlayar di samudra yang sama.”

Menurut Yonggris, Dewi Maco mengajarkan pentingnya ketulusan hati, welas asih, dan keberanian untuk melindungi sesama. Nilai tersebut dinilai semakin relevan di tengah kehidupan modern yang dipenuhi ketidakpastian dan perubahan sosial.

Ia menggambarkan sosok Maco layaknya mercusuar yang memberi arah dan ketenangan di tengah gelombang kehidupan manusia.

“Seperti mercusuar di tengah malam, dhamma, nilai-nilai luhur menjadi penuntun agar kita tidak tersesat oleh ketakutan, keserakahan, atau keangkuhan.”

Dalam refleksinya, Yonggris juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenang Dewi Maco melalui ritual penghormatan, tetapi juga meneladani semangat kepedulian dan perlindungan terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, dunia hari ini membutuhkan lebih banyak pribadi yang mampu menjadi peneduh, menghadirkan rasa aman, dan menolong mereka yang sedang menghadapi kesulitan hidup.

“Memperingati hari kelahiran Maco adalah ajakan untuk menumbuhkan hati yang teduh, melindungi yang lemah, menolong yang tersesat, dan menghadirkan rasa aman bagi orang-orang di sekitar kita.”

Peringatan HUT Maco ke-1066 di Makassar pun menjadi simbol harmoni budaya dan spiritualitas, sekaligus pengingat bahwa nilai cinta kasih dan kebijaksanaan tetap relevan untuk membangun kehidupan masyarakat yang damai dan saling peduli.

“Seperti laut yang luas menerima semua sungai, semoga hati kita pun cukup lapang untuk memeluk semua makhluk dengan cinta kasih.”

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

PERMABUDHI dan Tzu Chi Makassar Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Jantung

5 Oktober 2026 - 06:57 WITA

PERMABUDHI Sulsel Dukung Festival Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama

5 Oktober 2026 - 06:48 WITA

Pembimas Buddha Sulsel Luncurkan METTA VIHARA, PERMABUDHI Sulsel Dukung Vihara Ramah Lingkungan

30 September 2026 - 01:46 WITA

Walk for Peace, Act for Earth: Menelusuri Ingatan Konflik, Merawat Perdamaian, dan Bergerak untuk Bumi

30 September 2026 - 01:23 WITA

Solidaritas Lintas Agama FKLA Sulsel untuk NTT, Bantuan Menjangkau Pulau Flores

30 September 2026 - 01:02 WITA

Trending di Berita