Menu

Mode Gelap
Bulan Eco-Dhamma Nasional, Permabudhi Sulsel Tanam 300 Pohon di Pulau Kodingareng Menyambut Waisak dari Pulau, Lima Tahun Kolaborasi Kemanusiaan Permabudhi dan TNI AL Lurah Kodingareng: Permabudhi Sulsel Tinggalkan Amanah dan Kepedulian bagi Masyarakat Pulau Permabudhi Makassar Bangun Kesadaran Ekologi Anak Pesisir untuk Masa Depan Pulau Kodingareng Dari Sampah Menjadi Berkah: Jejak Eco-Dhamma Permabudhi di Pulau Kodingareng PERWADHI Sulsel Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Perkuat Sinergi Perempuan Lintas Iman

Berita

Menyambut Waisak dari Pulau, Lima Tahun Kolaborasi Kemanusiaan Permabudhi dan TNI AL

badge-check


					Anggota permabudhi membersamai Wakil Komandan Kodaeral VI saat meninjau pelaksanaan bakti kesehatan sunnatan massal di puskesma pulau Kodingareng, Rabu (29/4/26). Perbesar

Anggota permabudhi membersamai Wakil Komandan Kodaeral VI saat meninjau pelaksanaan bakti kesehatan sunnatan massal di puskesma pulau Kodingareng, Rabu (29/4/26).

Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan bersama Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI kembali menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan bagi masyarakat pesisir di Pulau Kodingareng Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Makassar, pada 28–29 April 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Vesakha Sananda 2570 BE/2026 dalam menyambut Hari Trisuci Waisak.

Sejak pagi, ratusan warga tampak memadati area pelayanan kesehatan yang dipusatkan di wilayah pemukiman pulau. Anak-anak, nelayan, hingga lansia datang untuk mengikuti layanan pengobatan umum, pemeriksaan kesehatan, hingga sunatan massal yang disiapkan panitia.

Dalam pelaksanaan tahun ini, sebanyak 42 anak tercatat menjadi penerima manfaat program khitanan gratis yang digelar Permabudhi Sulsel bersama tim kesehatan dan TNI AL. Selain layanan kesehatan, kegiatan juga dirangkaikan dengan edukasi lingkungan, penanaman pohon, dan pembuatan biopori di sejumlah titik pulau.

Ketua Permabudhi Sulsel, Dr. Ir. Yonggris, M.M., mengatakan kolaborasi bersama Kodaeral VI telah berjalan selama lima tahun terakhir dengan fokus pelayanan sosial bagi masyarakat wilayah pesisir dan kepulauan di Sulawesi Selatan.

“Bagi kami, Kodaeral VI adalah mitra sosial dalam kemanusiaan. Dengan kerja sama seperti ini, kita bisa melakukan lebih banyak hal untuk kepentingan masyarakat,” ujar Yonggris.

Menurut dia, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial menyambut Waisak, tetapi bagian dari pengabdian sosial yang berkelanjutan. Permabudhi juga mendorong penguatan sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, dan organisasi kemasyarakatan lainnya dalam memperluas pelayanan kepada masyarakat kepulauan.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berjalan. Bukan hanya memperkuat kebersamaan antar lembaga, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan itu, Permabudhi dan Kodaeral VI turut melaksanakan gerakan penghijauan melalui penanaman ratusan bibit pohon produktif dan pohon peneduh. Program tersebut dibarengi pembuatan lubang biopori sebagai upaya pengelolaan limbah organik dan penguatan kesadaran lingkungan masyarakat pesisir.

Sementara itu, dalam rilisan resmi TNI AL, kegiatan tersebut mengusung tema “Melalui Bakti Sosial dan Program Laut Bersih, Kodaeral VI Wujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat dan Laut Bersih Menuju Indonesia Maju”. Program juga dirangkaikan dengan aksi Program Laut Bersih (Prolasi) yang melibatkan personel TNI AL, pemerintah daerah, pelajar, dan masyarakat nelayan membersihkan kawasan pantai dari sampah plastik.

Mewakili Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, Wakil Komandan Kodaeral VI Laksamana Pertama TNI Dr. Arya Delano, S.E., M.Pd., M.Han., mengatakan persoalan sampah laut dan keterbatasan akses kesehatan masih menjadi tantangan utama masyarakat kepulauan.

“Laut yang kotor menyebabkan ikan hilang, berdampak pada kemiskinan nelayan dan kerawanan konflik. Kami ingin mewujudkan laut bersih dan masyarakat yang lebih sejahtera,” ujarnya.

Ia menegaskan kehadiran TNI AL di wilayah kepulauan merupakan bagian dari pembinaan teritorial sekaligus bentuk kemanunggalan TNI dengan masyarakat pesisir yang membutuhkan dukungan layanan kesehatan dan lingkungan hidup yang lebih baik.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari warga Pulau Kodingareng. Daeng Ngugi, salah seorang warga, mengaku terbantu dengan pelayanan kesehatan yang hadir langsung di wilayah mereka.

“Biasanya kami harus ke Makassar untuk khitanan atau pemeriksaan kesehatan lengkap. Sekarang dokter datang langsung ke pulau, jadi masyarakat merasa sangat diperhatikan,” katanya.

Selain layanan kesehatan, anak-anak sekolah juga mengikuti penyuluhan kesehatan gigi dan edukasi lingkungan hidup. Sebagian siswa ikut menanam pohon dan mempraktikkan pengelolaan limbah organik melalui biopori bersama relawan.

Permabudhi Sulsel berharap kegiatan tersebut dapat menjadi dorongan bagi masyarakat Pulau Kodingareng untuk memperkuat kesadaran menjaga kesehatan, lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

“Kami berharap Kodingareng mendapatkan semangat baru dari kegiatan ini. Lingkungannya lebih bersih, ekonominya lebih maju, dan kesehatan masyarakatnya semakin terjaga,” kata Yonggris.

Baca Lainnya

Bulan Eco-Dhamma Nasional, Permabudhi Sulsel Tanam 300 Pohon di Pulau Kodingareng

8 Mei 2026 - 09:57 WITA

Lurah Kodingareng: Permabudhi Sulsel Tinggalkan Amanah dan Kepedulian bagi Masyarakat Pulau

8 Mei 2026 - 08:32 WITA

Permabudhi Makassar Bangun Kesadaran Ekologi Anak Pesisir untuk Masa Depan Pulau Kodingareng

8 Mei 2026 - 07:53 WITA

Dari Sampah Menjadi Berkah: Jejak Eco-Dhamma Permabudhi di Pulau Kodingareng

8 Mei 2026 - 03:28 WITA

PERWADHI Sulsel Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Perkuat Sinergi Perempuan Lintas Iman

24 April 2026 - 07:16 WITA

Trending di Berita