Menu

Mode Gelap
World Cleanup Day di Makassar, PERMABUDHI Sulsel Serukan Bersih Lingkungan dan Cara Berpikir Bukan Sekadar Bersih-Bersih, PERMABUDHI Makassar Dorong Warga Kelola Lingkungan dari Rumah HUT ke-81 TNI AL, Ketua PERMABUDHI Sulsel: Kuat Menjaga Kedaulatan, Besar dalam Pengabdian Kepala RS Jala Ammari: Sinergi dengan PERMABUDHI Sulsel Dekatkan Pelayanan kepada Masyarakat Bersama Melayani, PERMABUDHI Sulsel & Kodaeral VI Perkuat Kepedulian Kemanusiaan Hadiri Munas VIII, Dr. Yonggris: PSMTI Bukan Sekadar Wadah Sosial, tetapi Rumah Bersama Seluruh Marga Tionghoa

Berita

Sukses Gelar Humanitarian Cultural Exchange, Permabudhi Sulsel : Kemanusiaan Prioritas Utama

badge-check

Sukses Gelar Humanitarian Cultural Exchange, Permabudhi Sulsel : Kemanusiaan Prioritas Utama Perbesar

Persatuan umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan bersama Yayasan Amitofo Care Centre Indonesia sukses menggelar pagelaran seni budaya, Afrika – Makassar pada 20-21 Juli 2024 di Auditorium Ciputra, Makassar.

Kegiatan ini bertema Humanitarian Cultural Exchange dengan konsep sosial kemanusiaan, melibatkan ribuan orang mulai dari kunjungan ke lima sekolah dan rumah ibadah pada 17-19 Juli hingga acara puncak.

Acara ini dikemas dalam mempererat hubungan antar bangsa, budaya, dan negara melalui berbagai penampilan seni budaya, nyanyian, teater, dan kungfu. Sebanyak 25 Anak Afrika terlibat, mereka merupakan anak yatim, piatu atau bahkan yatim piatu.

Ketua Panitia, Suzanna., SE, menegaskan bahwa pagelaran seni ini tidak hanya sebagai pertunjukan budaya semata, tetapi juga sebagai ungkapan syukur dan terima kasih dari anak Afrika atas dukungan yang mereka terima dari masyarakat Makassar selama ini.

“Melalui Yayasan Amitofo Care Centre di Eswatini, mereka dapat merasakan manisnya pendidikan, hadir disini sebagai ungkapan syukur dan terima kasih, selama 7 tahun ini mendapat bantuan Pendidikan dari orang tua asuh di Makassar.” Pungkasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa partisipasi anak-anak Afrika dalam acara ini adalah bentuk pertanggung jawaban mereka atas bantuan pendidikan yang diterima. Suzanna melihat bahwa penampilan tersebut adalah bukti nyata bahwa mereka dapat memanfaatkan dukungan dengan baik.

 

Ketua Permabudhi Sulsel, Dr. Ir. Yonggris., MM, menyampaikan bahwa hubungan antara Makassar dan Afrika memiliki akar sejarah yang kuat, terutama melalui jejak budaya dan agama dari pahlawan nasional Syekh Yusuf.

“Kehadiran kembali Amitofo Care Centre di Makassar setelah kunjungan sebelumnya pada tahun 2017 diharapkan dapat mempererat lagi hubungan persahabatan antara Makassar dan Afrika dalam konteks kemanusiaan.” Ucap Yonggris dalam sambutannya.

Ia menilai Keberlangsungan Humanitarian Exchange Cultural 2024 Makassar diharapkan dapat memperkuat kerukunan, persatuan, dan kerjasama antar bangsa dan umat beragama, dengan kemanusiaan sebagai prioritas utama demi kehidupan manusia yang lebih baik.

Klik untuk melihat arsip dokumentasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

World Cleanup Day di Makassar, PERMABUDHI Sulsel Serukan Bersih Lingkungan dan Cara Berpikir

14 September 2026 - 02:31 WITA

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, PERMABUDHI Makassar Dorong Warga Kelola Lingkungan dari Rumah

14 September 2026 - 01:44 WITA

HUT ke-81 TNI AL, Ketua PERMABUDHI Sulsel: Kuat Menjaga Kedaulatan, Besar dalam Pengabdian

10 September 2026 - 08:07 WITA

Kepala RS Jala Ammari: Sinergi dengan PERMABUDHI Sulsel Dekatkan Pelayanan kepada Masyarakat

7 September 2026 - 04:17 WITA

Bersama Melayani, PERMABUDHI Sulsel & Kodaeral VI Perkuat Kepedulian Kemanusiaan

7 September 2026 - 04:08 WITA

Trending di Berita