Menu ✖

Mode Gelap
PERMABUDHI dan Tzu Chi Makassar Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Jantung PERMABUDHI Sulsel Dukung Festival Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama Pembimas Buddha Sulsel Luncurkan METTA VIHARA, PERMABUDHI Sulsel Dukung Vihara Ramah Lingkungan Walk for Peace, Act for Earth: Menelusuri Ingatan Konflik, Merawat Perdamaian, dan Bergerak untuk Bumi Solidaritas Lintas Agama FKLA Sulsel untuk NTT, Bantuan Menjangkau Pulau Flores Kue Bulan dalam “POV Buddhis”, dari Tradisi hingga Praktik Dhamma

Berita

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, PERMABUDHI Makassar Dorong Warga Kelola Lingkungan dari Rumah

badge-check

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, PERMABUDHI Makassar Dorong Warga Kelola Lingkungan dari Rumah Perbesar

Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Kota Makassar menginisiasi kegiatan bertajuk “Bersama dalam Kebajikan” dalam rangka World Cleanup Day 2026. Kegiatan dipusatkan di kawasan Universitas Atma Jaya Makassar hingga Kanal Jongaya, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate. (13/9/26)

Kegiatan tersebut melibatkan PERMABUDHI Sulawesi Selatan, Yayasan Butta Porea Indonesia, Kecamatan Tamalate, Komunitas Jalan Bareng Makassar, Komunitas Manggala Tanpa Sekat, Universitas Atma Jaya Makassar, serta Kelurahan Maccini Sombala. Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama bertema “Ego to Eco”, kemudian dilanjutkan dengan penuangan eco enzyme ke Kanal Jongaya.

Ketua PERMABUDHI Kota Makassar, Suzanna, S.E., M.Pd., mengatakan aksi tersebut tidak semata-mata dilakukan untuk memperingati World Cleanup Day. Menurutnya, kegiatan itu menjadi momentum untuk mengingat kembali tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan dan tanah air.

“Penyiraman hari ini sebenarnya bukan hanya untuk memperingati World Cleanup Day, tetapi ini merupakan momen untuk kita semua selalu kembali lagi mengingat apa saja yang perlu kita lakukan untuk balas budi pada tanah air kita,” ujarnya.

Suzanna mengatakan World Cleanup Day pada dasarnya menjadi pengingat agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada satu kegiatan. Ia mendorong agar perhatian terhadap keberlanjutan menjadi bagian dari aktivitas dan keputusan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“World Cleanup Day ini hanya sekadar mengingatkan, tetapi yang paling penting ke depannya bagaimana setiap hari kita selalu melakukan kegiatan, mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari memperhatikan keberlanjutan ekosistem kita,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, PERMABUDHI juga memberikan edukasi kepada RT/RW se-Kelurahan Maccini Sombala dan masyarakat di sekitar Kanal Jongaya mengenai pemanfaatan eco enzyme. Selain sosialisasi, peserta membagikan poster berisi informasi mengenai manfaat dan cara pembuatan eco enzyme agar pengetahuan tersebut dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah tangga.

Menurut PERMABUDHI, edukasi tersebut diarahkan agar masyarakat dapat memanfaatkan eco enzyme untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, antara lain membantu menghilangkan bau, kebutuhan kebersihan tertentu, serta pemanfaatan untuk tanaman.

Suzanna mengatakan masyarakat tidak perlu bergantung pada pihak lain karena bahan dan panduan pembuatannya dapat dimanfaatkan dari rumah masing-masing.

“Tidak perlu lagi mencari, sudah ada di depan mata, bisa langsung dapat menggunakan dan membuatnya dengan panduan ini yang sudah dimiliki di rumah masing-masing,” ujarnya.

Edukasi dan sosialisasi lingkungan dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Dr. Mashud Azikin dari Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar. Kehadiran unsur edukasi menjadi bagian dari kegiatan agar aksi lingkungan juga diikuti dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan lingkungan.

Ketua Yayasan Butta Porea Indonesia Andi Pangerang Nur Akbar turut hadir dalam kegiatan bersama unsur pemerintah wilayah, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat. Kolaborasi lintas pihak tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan gerakan “Bersama dalam Kebajikan” yang menggabungkan kegiatan lingkungan dengan edukasi kepada masyarakat.

Penuangan eco enzyme di Kanal Jongaya menjadi langkah awal dari rangkaian aksi lingkungan yang akan dilanjutkan pada 20 September 2026 di saluran kanal lainnya. Melalui kegiatan tersebut, PERMABUDHI Makassar mendorong agar World Cleanup Day tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi menjadi momentum untuk membangun kebiasaan menjaga lingkungan secara berkelanjutan, dimulai dari tindakan sederhana di rumah dan lingkungan sekitar.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

PERMABUDHI dan Tzu Chi Makassar Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Jantung

5 Oktober 2026 - 06:57 WITA

PERMABUDHI Sulsel Dukung Festival Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama

5 Oktober 2026 - 06:48 WITA

Pembimas Buddha Sulsel Luncurkan METTA VIHARA, PERMABUDHI Sulsel Dukung Vihara Ramah Lingkungan

30 September 2026 - 01:46 WITA

Walk for Peace, Act for Earth: Menelusuri Ingatan Konflik, Merawat Perdamaian, dan Bergerak untuk Bumi

30 September 2026 - 01:23 WITA

Solidaritas Lintas Agama FKLA Sulsel untuk NTT, Bantuan Menjangkau Pulau Flores

30 September 2026 - 01:02 WITA

Trending di Berita