Menu

Mode Gelap
Menanam Harapan di Hari Anak Nasional: Eco School PERMABUDHI Makassar Menumbuhkan Generasi Peduli Lingkungan Piala Dunia dan Harmoni Antarbangsa HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan Dari Ego ke Eco, Permabudhi Sulsel Dorong Revolusi Penyelamatan Pangan

Berita

Piala Dunia dan Harmoni Antarbangsa

badge-check

Piala Dunia dan Harmoni Antarbangsa Perbesar

Piala Dunia bukan sekadar tentang sepak bola. Bagi Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Yonggris, M.M., Piala Dunia adalah pelajaran tentang kerukunan dunia.

Selama satu bulan, puluhan negara dengan bahasa, suku, agama, budaya, dan ideologi yang berbeda berkumpul dalam satu panggung yang sama. Mereka datang membawa identitas masing-masing, namun dipersatukan oleh satu semangat: sportivitas dan persaudaraan.

“Momen ini menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. Justru di tengah keberagaman itulah kita belajar tentang saling menghormati dan hidup berdampingan,” ujar Yonggris.

Di atas lapangan hijau, setiap negara bertanding dengan semangat tinggi dan berjuang sekuat tenaga untuk meraih kemenangan. Namun ketika peluit panjang berbunyi, pertandingan usai, para pemain saling berjabat tangan, saling menghormati, dan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.

Ada yang menjadi juara, ada yang harus pulang lebih awal. Ada yang menang, ada yang kalah. Tetapi persahabatan dan rasa hormat tetap dijaga.

Menurut Yonggris, nilai-nilai yang ditunjukkan dalam Piala Dunia seharusnya dapat menjadi refleksi dalam kehidupan bermasyarakat. Piala Dunia mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk bermusuhan, melainkan kesempatan untuk saling mengenal, saling menghargai, dan bertumbuh bersama.

“Jika dunia sepak bola mampu menyatukan miliaran manusia dari berbagai bangsa dalam semangat persaudaraan, maka kita seharusnya juga bisa membangun kerukunan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia berharap semangat Piala Dunia dapat menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, persatuan, dan kedamaian. Di tengah berbagai perbedaan yang ada, masyarakat Indonesia telah menunjukkan bahwa harmoni dapat terus dirawat melalui sikap saling menghormati dan saling mendukung.

“Boleh berbeda, tetap bersaudara. Boleh bersaing, tetap saling menghormati. Menang dengan rendah hati, kalah dengan bermartabat,” ungkapnya.

Pada akhirnya, kata Yonggris, kemenangan terbesar bukan hanya mengangkat trofi, melainkan memenangkan hati dan menjaga harmoni antarmanusia.

“Trofi akan berlalu, tetapi nilai-nilai persaudaraan, sportivitas, dan kerukunan akan selalu relevan. Itulah kemenangan yang sesungguhnya,” tutup Ketua PERMABUDHI Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Yonggris, M.M.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Menanam Harapan di Hari Anak Nasional: Eco School PERMABUDHI Makassar Menumbuhkan Generasi Peduli Lingkungan

22 Juli 2026 - 07:58 WITA

HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian

16 Juli 2026 - 09:34 WITA

PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 09:08 WITA

Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan

14 Juli 2026 - 10:41 WITA

Dari Ego ke Eco, Permabudhi Sulsel Dorong Revolusi Penyelamatan Pangan

30 Juni 2026 - 03:24 WITA

Trending di Berita