Menu

Mode Gelap
HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan Dari Ego ke Eco, Permabudhi Sulsel Dorong Revolusi Penyelamatan Pangan PERMABUDHI Makassar dan Kecamatan Wajo Luncurkan Gerakan Chi Ganjing pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 PERMABUDHI Sulsel Apresiasi Dedikasi Vihara Maitreya Makassar dalam Membina Umat Selama Lima Dekade

Berita

Permabudhi Sulsel Teguhkan Sinergi Lintas Iman di Momentum Waisak

badge-check

Samanera Dhammalankaro memulai ramah tamah "Sannipatta Permabudhi" dengan memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa diikuti tokoh lintas agama. (12/5/25) Perbesar

Samanera Dhammalankaro memulai ramah tamah "Sannipatta Permabudhi" dengan memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa diikuti tokoh lintas agama. (12/5/25)

Pada tanggal 12 Mei 2025, Vihara Ibu Agung Bahari, Makassar, menjadi saksi pertemuan umat Buddha dan berbagai perwakilan agama dalam acara Sannipata Permabudhi. Acara ini tidak hanya merayakan Trisuci Waisak, tetapi juga menjadi momen berharga untuk mempererat hubungan lintas iman. Suasana penuh kedamaian dan harapan mengalir selama acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh agama dan perwakilan masyarakat.

“Kegiatan ini penuh dengan semangat kebersamaan, di mana kita semua bisa berkumpul dan berjabat tangan,” ujar Dr. Ir. Yonggris, M.M., Ketua Permabudhi Sulsel, saat membuka acara.

Acara spesial ini mulai dengan doa untuk keselamatan bangsa oleh  Samanera Dhammalankaro dari STAB Kertarajasa, Batu Malang. Dalam doa tersebut, beliau memohon agar seluruh elemen bangsa diberikan keselamatan, kedamaian, dan kebersamaan, yang menjadi inti dari perayaan hari suci umat Buddha ini. Momen ini menggambarkan betapa pentingnya dukungan lintas agama untuk menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH M. Ghalib, MA, turut hadir dan memberikan ucapan selamat atas penyelenggaraan Trisuci Waisak.

“Semoga perayaan ini berjalan damai, dan kita diberi kemampuan serta kekuatan lahir dan batin untuk memelihara perdamaian di tengah perbedaan dan keberagaman kita,” ujar Prof. Ghalib, yang menegaskan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman agama di Sulawesi Selatan.

Di sisi lain, Pdt. Adrie Massie, S.Th., Ketua Perserikatan Gereja-Gereja Indonesia (PGIW) Sulselbara, menyampaikan harapan bagi umat Buddha di Sulawesi Selatan.

“Ini luar biasa, karena Waisak mengingatkan kita tentang perjalanan kehidupan dari kelahiran, pencerahan, hingga kematian,” ujar Pdt. Adrie.

Ia juga mengapresiasi hubungan antarumat beragama di Sulawesi Selatan yang semakin harmonis, seperti yang tercermin dalam kegiatan lintas agama seperti buka puasa bersama. “Semoga ini membawa nilai damai yang semakin kuat di Makassar dan Sulawesi Selatan,” tambahnya.

Darius Allo Tangko, mewakili Keuskupan Agung Makassar, menyampaikan selamat kepada umat Buddha di Sulawesi Selatan. Ia berharap kerukunan dan kedamaian dapat terus terwujud melalui sinergi yang baik antara umat beragama di daerah ini.

“Semoga perayaan Trisuci Waisak membawa kebahagiaan bagi kita semua dan memperkuat komitmen kita untuk menjaga kedamaian,” ungkap Darius dengan penuh harap.

Tak ketinggalan, I Made Sukarta, S.Kep., M.Kes., yang mewakili Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulawesi Selatan, menyampaikan ucapan selamat Hari Trisuci Waisak dan doa bagi kedamaian.

“Semoga Trisuci Waisak menjadi momentum untuk kita merenungkan perjalanan hidup dan mewujudkan kedamaian abadi,” tuturnya. Pesan serupa juga datang dari Js. Erfan Sutomo, S.Ft.Pkysio, MH, yang mewakili Majelis Tinggi Agama Konghucu (Matakin) Sulawesi Selatan.

Erfan mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Sannipata Permabudhi, sekaligus Hari Trisuci Waisak, dengan harapan agar welas asih Sang Buddha terus meresap ke seluruh umat manusia. “Semoga semua makhluk hidup berbahagia,” ungkapnya.

Mengakhiri acara, Yonggris menekankan bahwa Sannipata Permabudhi bukan hanya tentang ritual keagamaan, melainkan juga tentang membangun hubungan yang lebih erat antar umat beragama. “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran acara ini. Terima kasih atas partisipasi semua pihak dalam mewujudkan Sulawesi Selatan yang lebih damai dan harmonis,” tutupnya.

Pesan ini mencerminkan semangat kebersamaan yang semakin menguat di Sulawesi Selatan, sebagai langkah penting menuju kehidupan yang lebih damai dan inklusif.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian

16 Juli 2026 - 09:34 WITA

PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 09:08 WITA

Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan

14 Juli 2026 - 10:41 WITA

Dari Ego ke Eco, Permabudhi Sulsel Dorong Revolusi Penyelamatan Pangan

30 Juni 2026 - 03:24 WITA

PERMABUDHI Makassar dan Kecamatan Wajo Luncurkan Gerakan Chi Ganjing pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

24 Juni 2026 - 08:21 WITA

Trending di Berita