Menu

Mode Gelap
HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan Dari Ego ke Eco, Permabudhi Sulsel Dorong Revolusi Penyelamatan Pangan PERMABUDHI Makassar dan Kecamatan Wajo Luncurkan Gerakan Chi Ganjing pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 PERMABUDHI Sulsel Apresiasi Dedikasi Vihara Maitreya Makassar dalam Membina Umat Selama Lima Dekade

Berita

Permabudhi Makassar Dorong Gerakan Massif Jaga Lingkungan di World Cleanup Day 2025

badge-check

Pengurus Permabudhi Kota Makassar bersama Bapak Walikota Makassar pada kegiatan World Cleanup Day 2025 di Makassar Perbesar

Pengurus Permabudhi Kota Makassar bersama Bapak Walikota Makassar pada kegiatan World Cleanup Day 2025 di Makassar

Gerakan kebersihan massal dalam rangka World Cleanup Day (WCD) 2025 turut diwarnai partisipasi aktif Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Kota Makassar. Kegiatan yang berlangsung di pesisir Pantai Tanjung Biru menuju Tanjung Bunga, Sabtu pagi, 20 September 2025, melibatkan ribuan peserta lintas lembaga, mulai dari pemerintah kota, dinas lingkungan hidup, hingga organisasi masyarakat.

Ketua Permabudhi Kota Makassar, Suzanna, S.E, menegaskan bahwa WCD tidak boleh dipandang sebagai momentum tahunan semata, melainkan harus ditransformasikan menjadi gerakan massif. “Gerakan ini harus menjadi gerakan yang massif sehingga bisa membangun kesadaran dalam merawat dan mencintai lingkungan, tidak sekadar momentuman,” kata Suzanna.

Permabudhi Makassar, kata dia, sejak lama mendorong kesadaran kolektif menjaga bumi melalui program nasional bertajuk Eco Dhamma. Melalui program itu, umat Buddha didorong untuk mengintegrasikan nilai spiritual dengan kepedulian lingkungan. “Gerakan ini sejalan dengan kampanye Permabudhi Kota Makassar yang telah ditetapkan menjadi program nasional Permabudhi yaitu Eco Dhamma. Kami siap selalu berkontribusi dan berkolaborasi bersama berbagai pihak dalam program penyelamatan lingkungan,” ujarnya.

Di Makassar, salah satu bentuk nyata implementasi Eco Dhamma adalah kampanye ego to eco melalui gerakan “makan habis tanpa sisa”. Program ini ditujukan untuk mengurangi timbulan sampah makanan yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Selain itu, Permabudhi juga menggalakkan edukasi dan penanaman biopori di lingkungan vihara dan masyarakat. “Upaya ini untuk memastikan angka sampah tidak berujung ke TPA. Kesadaran harus dimulai dari diri sendiri, dari rumah ibadah, dari vihara kita rawat bumi,” kata Suzanna.

World Cleanup Day 2025 di Makassar sendiri dipimpin langsung Wali Kota Munafri Arifuddin bersama jajaran pemerintah kota, organisasi masyarakat, hingga komunitas kepemudaan. Dalam kesempatan itu, Munafri menegaskan gerakan bersih pantai adalah bukti nyata komitmen warga Makassar menjaga kebersihan kota sekaligus kelestarian lingkungan pesisir.

Dengan keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat, termasuk Permabudhi, gerakan ini diharapkan tak berhenti pada aksi bersih-bersih semata. “Yang paling penting adalah melahirkan kebiasaan baru, sebuah budaya kolektif untuk merawat lingkungan. Dari pantai yang kita jaga hari ini, lahir generasi yang lebih sehat di masa depan,” ujar Suzanna menutup pernyataannya.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian

16 Juli 2026 - 09:34 WITA

PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 09:08 WITA

Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan

14 Juli 2026 - 10:41 WITA

Dari Ego ke Eco, Permabudhi Sulsel Dorong Revolusi Penyelamatan Pangan

30 Juni 2026 - 03:24 WITA

PERMABUDHI Makassar dan Kecamatan Wajo Luncurkan Gerakan Chi Ganjing pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

24 Juni 2026 - 08:21 WITA

Trending di Berita