Menu

Mode Gelap
PERMABUDHI Sulsel Perkuat Kolaborasi, Dukung Gerakan Stop Boros Pangan 2026 Camat Wajo Tekankan Sinergi Tangani Sampah, Libatkan Seluruh RT/RW dan Komunitas Di Hadapan RT/RW Se Kecamatan Wajo, PERMABUDHI Sulsel Ingatkan Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama PERMABUDHI Makassar Gandeng Kecamatan Wajo Edukasi RT/RW Kelola Sampah dari Hulu Refleksi HUT Maco 1066: Permabudhi Sulsel Ajak Umat Menjadi Mercusuar Kehidupan Bulan Eco-Dhamma Nasional, Permabudhi Sulsel Tanam 300 Pohon di Pulau Kodingareng

Berita

Permabudhi Makassar Dorong Gerakan Massif Jaga Lingkungan di World Cleanup Day 2025

badge-check


					Pengurus Permabudhi Kota Makassar bersama Bapak Walikota Makassar pada kegiatan World Cleanup Day 2025 di Makassar Perbesar

Pengurus Permabudhi Kota Makassar bersama Bapak Walikota Makassar pada kegiatan World Cleanup Day 2025 di Makassar

Gerakan kebersihan massal dalam rangka World Cleanup Day (WCD) 2025 turut diwarnai partisipasi aktif Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Kota Makassar. Kegiatan yang berlangsung di pesisir Pantai Tanjung Biru menuju Tanjung Bunga, Sabtu pagi, 20 September 2025, melibatkan ribuan peserta lintas lembaga, mulai dari pemerintah kota, dinas lingkungan hidup, hingga organisasi masyarakat.

Ketua Permabudhi Kota Makassar, Suzanna, S.E, menegaskan bahwa WCD tidak boleh dipandang sebagai momentum tahunan semata, melainkan harus ditransformasikan menjadi gerakan massif. “Gerakan ini harus menjadi gerakan yang massif sehingga bisa membangun kesadaran dalam merawat dan mencintai lingkungan, tidak sekadar momentuman,” kata Suzanna.

Permabudhi Makassar, kata dia, sejak lama mendorong kesadaran kolektif menjaga bumi melalui program nasional bertajuk Eco Dhamma. Melalui program itu, umat Buddha didorong untuk mengintegrasikan nilai spiritual dengan kepedulian lingkungan. “Gerakan ini sejalan dengan kampanye Permabudhi Kota Makassar yang telah ditetapkan menjadi program nasional Permabudhi yaitu Eco Dhamma. Kami siap selalu berkontribusi dan berkolaborasi bersama berbagai pihak dalam program penyelamatan lingkungan,” ujarnya.

Di Makassar, salah satu bentuk nyata implementasi Eco Dhamma adalah kampanye ego to eco melalui gerakan “makan habis tanpa sisa”. Program ini ditujukan untuk mengurangi timbulan sampah makanan yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Selain itu, Permabudhi juga menggalakkan edukasi dan penanaman biopori di lingkungan vihara dan masyarakat. “Upaya ini untuk memastikan angka sampah tidak berujung ke TPA. Kesadaran harus dimulai dari diri sendiri, dari rumah ibadah, dari vihara kita rawat bumi,” kata Suzanna.

World Cleanup Day 2025 di Makassar sendiri dipimpin langsung Wali Kota Munafri Arifuddin bersama jajaran pemerintah kota, organisasi masyarakat, hingga komunitas kepemudaan. Dalam kesempatan itu, Munafri menegaskan gerakan bersih pantai adalah bukti nyata komitmen warga Makassar menjaga kebersihan kota sekaligus kelestarian lingkungan pesisir.

Dengan keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat, termasuk Permabudhi, gerakan ini diharapkan tak berhenti pada aksi bersih-bersih semata. “Yang paling penting adalah melahirkan kebiasaan baru, sebuah budaya kolektif untuk merawat lingkungan. Dari pantai yang kita jaga hari ini, lahir generasi yang lebih sehat di masa depan,” ujar Suzanna menutup pernyataannya.

Baca Lainnya

PERMABUDHI Sulsel Perkuat Kolaborasi, Dukung Gerakan Stop Boros Pangan 2026

18 Juni 2026 - 07:17 WITA

Camat Wajo Tekankan Sinergi Tangani Sampah, Libatkan Seluruh RT/RW dan Komunitas

15 Juni 2026 - 01:31 WITA

Di Hadapan RT/RW Se Kecamatan Wajo, PERMABUDHI Sulsel Ingatkan Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama

15 Juni 2026 - 01:28 WITA

PERMABUDHI Makassar Gandeng Kecamatan Wajo Edukasi RT/RW Kelola Sampah dari Hulu

11 Juni 2026 - 09:10 WITA

Refleksi HUT Maco 1066: Permabudhi Sulsel Ajak Umat Menjadi Mercusuar Kehidupan

10 Mei 2026 - 02:06 WITA

Trending di Berita