Menu

Mode Gelap
PERMABUDHI Sulsel Dorong FKLA Menjadi Penggerak Kolaborasi Lintas Agama bagi Kemanusiaan PERMABUDHI Sulsel Perkuat Keterampilan Komunikasi Umat Buddha Melalui Pelatihan Nara Dhamma 2026 Menanam Harapan di Hari Anak Nasional: Eco School PERMABUDHI Makassar Menumbuhkan Generasi Peduli Lingkungan Piala Dunia dan Harmoni Antarbangsa HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

Berita

Mukernas IV Permabudhi, Gubernur Sulsel Serukan Pengabdian Tanpa Batas

badge-check

Mukernas IV Permabudhi, Gubernur Sulsel Serukan Pengabdian Tanpa Batas Perbesar

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri secara langsung pembukaan Musyawarah Kerja Nasional IV (Mukernas IV) Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) yang digelar di Makassar. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

“Saya mengapresiasi Permabudhi yang sejak awal pembentukannya di 2019, telah aktif hadir dalam kegiatan sosial bersama kami, mulai dari Sulbar hingga berbagai aksi kemanusiaan lintas wilayah. Inilah kekuatan kita — kegiatan sosial yang mempertemukan kita semua,” ungkap Gubernur dengan penuh semangat.

Mukernas IV Permabudhi yang mengusung tema “Sinergi Harmoni Permabudhi Peduli Bumi” bukan hanya menjadi ruang konsolidasi internal, tetapi juga menjadi momen kolaboratif antara umat Buddha dan Pemerintah Provinsi dalam menjawab tantangan kebangsaan. Gubernur Andi Sudirman menyampaikan bahwa perbedaan organisasi bukanlah hal yang menghalangi kerja sama, selama tujuannya adalah untuk rakyat.

“Saya lihat Permabudhi ini kalau bikin kegiatan luar biasa kencang, turun langsung ke masyarakat, saling bantu. Mungkin secara keagamaan kita berbeda, tapi dalam aspek sosial, ekonomi, dan kemanusiaan, kita bisa bertemu dan berjalan bersama,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa pemerintah hadir sebagai penyeimbang dalam dinamika keberagaman. Ia berharap keberadaan organisasi-organisasi keagamaan seperti Permabudhi dan Walubi menjadi contoh persaingan sehat dalam pengabdian, bukan perpecahan dalam perbedaan.

“Kita ini berbeda, tapi satu tujuan: siapa yang paling banyak pengabdiannya untuk negara. Pemerintah terbuka, tak ada sekat. Mau Walubi, mau Permabudhi, yang penting siapa yang paling banyak berbuat,” tegasnya.

Dalam penutupnya, Gubernur mengajak seluruh peserta Mukernas IV untuk melihat lebih luas peran organisasi dalam pembangunan bangsa.

“Tunjukkan bahwa Permabudhi punya banyak andil untuk negeri. Lihatlah Makassar, lihat Sulawesi Selatan, dan lihat Indonesia. Sejauh mana kita bisa berbuat, kami di pemerintahan siap mendukung itu,” tuturnya disambut tepuk tangan hadirin.

Mukernas IV Permabudhi yang berlangsung sejak 27–29 Juni 2025 ini diikuti oleh delegasi dari seluruh Indonesia dan tokoh-tokoh nasional. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan seminar, peluncuran program Eco-Dhamma, dan penguatan komitmen sosial lintas iman.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

PERMABUDHI Sulsel Dorong FKLA Menjadi Penggerak Kolaborasi Lintas Agama bagi Kemanusiaan

3 Agustus 2026 - 03:05 WITA

PERMABUDHI Sulsel Perkuat Keterampilan Komunikasi Umat Buddha Melalui Pelatihan Nara Dhamma 2026

28 Juli 2026 - 06:30 WITA

Menanam Harapan di Hari Anak Nasional: Eco School PERMABUDHI Makassar Menumbuhkan Generasi Peduli Lingkungan

22 Juli 2026 - 07:58 WITA

Piala Dunia dan Harmoni Antarbangsa

20 Juli 2026 - 01:18 WITA

HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian

16 Juli 2026 - 09:34 WITA

Trending di Berita