Menu

Mode Gelap
PERMABUDHI Sulsel Perkuat Kolaborasi, Dukung Gerakan Stop Boros Pangan 2026 Camat Wajo Tekankan Sinergi Tangani Sampah, Libatkan Seluruh RT/RW dan Komunitas Di Hadapan RT/RW Se Kecamatan Wajo, PERMABUDHI Sulsel Ingatkan Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama PERMABUDHI Makassar Gandeng Kecamatan Wajo Edukasi RT/RW Kelola Sampah dari Hulu Refleksi HUT Maco 1066: Permabudhi Sulsel Ajak Umat Menjadi Mercusuar Kehidupan Bulan Eco-Dhamma Nasional, Permabudhi Sulsel Tanam 300 Pohon di Pulau Kodingareng

Berita

Mukernas IV Permabudhi, Gubernur Sulsel Serukan Pengabdian Tanpa Batas

badge-check


					Mukernas IV Permabudhi, Gubernur Sulsel Serukan Pengabdian Tanpa Batas Perbesar

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri secara langsung pembukaan Musyawarah Kerja Nasional IV (Mukernas IV) Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) yang digelar di Makassar. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

“Saya mengapresiasi Permabudhi yang sejak awal pembentukannya di 2019, telah aktif hadir dalam kegiatan sosial bersama kami, mulai dari Sulbar hingga berbagai aksi kemanusiaan lintas wilayah. Inilah kekuatan kita — kegiatan sosial yang mempertemukan kita semua,” ungkap Gubernur dengan penuh semangat.

Mukernas IV Permabudhi yang mengusung tema “Sinergi Harmoni Permabudhi Peduli Bumi” bukan hanya menjadi ruang konsolidasi internal, tetapi juga menjadi momen kolaboratif antara umat Buddha dan Pemerintah Provinsi dalam menjawab tantangan kebangsaan. Gubernur Andi Sudirman menyampaikan bahwa perbedaan organisasi bukanlah hal yang menghalangi kerja sama, selama tujuannya adalah untuk rakyat.

“Saya lihat Permabudhi ini kalau bikin kegiatan luar biasa kencang, turun langsung ke masyarakat, saling bantu. Mungkin secara keagamaan kita berbeda, tapi dalam aspek sosial, ekonomi, dan kemanusiaan, kita bisa bertemu dan berjalan bersama,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa pemerintah hadir sebagai penyeimbang dalam dinamika keberagaman. Ia berharap keberadaan organisasi-organisasi keagamaan seperti Permabudhi dan Walubi menjadi contoh persaingan sehat dalam pengabdian, bukan perpecahan dalam perbedaan.

“Kita ini berbeda, tapi satu tujuan: siapa yang paling banyak pengabdiannya untuk negara. Pemerintah terbuka, tak ada sekat. Mau Walubi, mau Permabudhi, yang penting siapa yang paling banyak berbuat,” tegasnya.

Dalam penutupnya, Gubernur mengajak seluruh peserta Mukernas IV untuk melihat lebih luas peran organisasi dalam pembangunan bangsa.

“Tunjukkan bahwa Permabudhi punya banyak andil untuk negeri. Lihatlah Makassar, lihat Sulawesi Selatan, dan lihat Indonesia. Sejauh mana kita bisa berbuat, kami di pemerintahan siap mendukung itu,” tuturnya disambut tepuk tangan hadirin.

Mukernas IV Permabudhi yang berlangsung sejak 27–29 Juni 2025 ini diikuti oleh delegasi dari seluruh Indonesia dan tokoh-tokoh nasional. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan seminar, peluncuran program Eco-Dhamma, dan penguatan komitmen sosial lintas iman.

Baca Lainnya

PERMABUDHI Sulsel Perkuat Kolaborasi, Dukung Gerakan Stop Boros Pangan 2026

18 Juni 2026 - 07:17 WITA

Camat Wajo Tekankan Sinergi Tangani Sampah, Libatkan Seluruh RT/RW dan Komunitas

15 Juni 2026 - 01:31 WITA

Di Hadapan RT/RW Se Kecamatan Wajo, PERMABUDHI Sulsel Ingatkan Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama

15 Juni 2026 - 01:28 WITA

PERMABUDHI Makassar Gandeng Kecamatan Wajo Edukasi RT/RW Kelola Sampah dari Hulu

11 Juni 2026 - 09:10 WITA

Refleksi HUT Maco 1066: Permabudhi Sulsel Ajak Umat Menjadi Mercusuar Kehidupan

10 Mei 2026 - 02:06 WITA

Trending di Berita