Menu

Mode Gelap
PERMABUDHI Sulsel Perkuat Keterampilan Komunikasi Umat Buddha Melalui Pelatihan Nara Dhamma 2026 Menanam Harapan di Hari Anak Nasional: Eco School PERMABUDHI Makassar Menumbuhkan Generasi Peduli Lingkungan Piala Dunia dan Harmoni Antarbangsa HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan

Berita

Momentum Hari Toleransi Internasional, Dr. Yonggris : Teknologi Mendekatkan, Tapi Juga Memecah – Toleransi Jadi Penawarnya

badge-check

Momentum Hari Toleransi Internasional, Dr. Yonggris : Teknologi Mendekatkan, Tapi Juga Memecah – Toleransi Jadi Penawarnya Perbesar

Memperingati Hari Toleransi Internasional yang jatuh setiap 16 November, Dr. Ir. Yonggris., M.M Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan menyampaikan refleksi mendalam mengenai urgensi merawat toleransi di tengah dunia yang kian rentan terpecah.

Menurutnya, kondisi global menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan: semakin mudah tersulut konflik, semakin sulit menerima perbedaan, dan semakin menipis rasa kebersamaan. Ia menyoroti paradoks perkembangan teknologi yang seharusnya mendekatkan manusia, namun justru sering memperlebar jurang perbedaan.

“Kita memasuki fase di mana informasi begitu deras, tetapi pemahaman semakin dangkal. Identitas, pandangan politik, keyakinan, hingga cara hidup menjadi pemicu jarak antarkelompok,” ujarnya. Toleransi, lanjutnya, bukan soal menyeragamkan atau memaksa orang lain menjadi seperti kita, melainkan kemampuan menerima keberagaman tanpa merasa terancam.

Ketua Permabudhi Sulsel mengaitkan refleksi ini dengan ajaran Buddha yang menegaskan bahwa semua makhluk ingin berbahagia dan takut akan penderitaan. Baginya, perbedaan yang tampak di permukaan tidak lebih dalam ketimbang kesamaan hakikat manusia sebagai sesama makhluk yang ingin dihargai dan hidup damai.

“Perdamaian dunia selalu bermula dari pikiran yang damai. Toleransi lahir dari kesediaan melihat manusia lebih dulu sebelum labelnya,” katanya.

Ia berharap momentum Hari Toleransi Internasional dapat menumbuhkan kesadaran baru di tengah masyarakat. Bukan lebih banyak perdebatan tentang siapa yang paling benar, melainkan lebih banyak hati yang mau mendengar, memahami, dan menerima. Refleksi itu ditutup dengan salam universal dalam tradisi Buddhis, Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata — semoga semua makhluk berbahagia.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

PERMABUDHI Sulsel Perkuat Keterampilan Komunikasi Umat Buddha Melalui Pelatihan Nara Dhamma 2026

28 Juli 2026 - 06:30 WITA

Menanam Harapan di Hari Anak Nasional: Eco School PERMABUDHI Makassar Menumbuhkan Generasi Peduli Lingkungan

22 Juli 2026 - 07:58 WITA

Piala Dunia dan Harmoni Antarbangsa

20 Juli 2026 - 01:18 WITA

HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian

16 Juli 2026 - 09:34 WITA

PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 09:08 WITA

Trending di Berita