Menu

Mode Gelap
PERMABUDHI Sulsel Perkuat Keterampilan Komunikasi Umat Buddha Melalui Pelatihan Nara Dhamma 2026 Menanam Harapan di Hari Anak Nasional: Eco School PERMABUDHI Makassar Menumbuhkan Generasi Peduli Lingkungan Piala Dunia dan Harmoni Antarbangsa HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan

Berita

Permabudhi Sulsel & Keuskupan Agung Makassar Komitmen Lanjutkan Kolaborasi Perkuat Kerukunan

badge-check

Permabudhi Sulsel & Keuskupan Agung Makassar Komitmen Lanjutkan Kolaborasi Perkuat Kerukunan Perbesar

Hubungan erat antara Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan dan Keuskupan Agung Makassar terus diperkuat dalam acara Ramah Tamah Misa Pontifical yang digelar di Aula Keuskupan Agung Makassar, Jumat (18/10/24).

Acara ini menandai peralihan tugas penggembalaan Mgr. John Liku Ada selama 33 tahun kepada Mgr. Fransiskus Nipa sebagai Uskup Agung Makassar yang baru.

Dr. Ir. Yonggris, MM, Ketua Permabudhi Sulsel turut hadir bersama jajaran pengurus untuk menyampaikan apresiasi, rasa terima kasih dan memberikan cenderamata sebagai simbol sinergi kepada kedua Monsinyur. Ia mengenang kontribusi besar Mgr. John Liku Ada, khususnya dalam membangun kerukunan umat beragama.

“Banyak kesan yang susah terlupakan khususnya perjalan panjang kita dalam membangun kerukunan,” ujar Yonggris.

Selain itu, Penghormatan  juga diberikan kepada Mgr. Frans Nipa. Yonggris menekankan bahwa Mgr. Frans Nipa, yang pernah terlibat aktif di FKUB Sulsel, telah menjadi bagian penting dalam membangun upaya bersama mewujudkan kerukunan di Sulsel.

“Kami berharap kebersamaan ini terus berlanjut, mempererat kerjasama antara Permabudhi dan Keuskupan Agung Makassar,” tambahnya.

Mgr. Frans Nipa, yang baru dilantik, menerima dukungan penuh dari FKUB dan Permabudhi. Kepemimpinannya diharapkan akan terus membawa kedamaian dan memperkuat kerukunan sosial di Sulawesi Selatan. Melalui kolaborasi ini, masyarakat diharapkan dapat hidup dalam harmoni di tengah keberagaman.

Ketua FKUB Sulsel juga menegaskan bahwa keberagaman adalah kekayaan yang harus dijaga. Ia menekankan pentingnya majelis agama dalam memberikan edukasi kepada umat agar dapat menjaga harmoni sosial, terutama di masa peralihan kepemimpinan nasional dan menjelang Pilkada serentak yang akan datang.

Dalam konteks ini, FKUB mengimbau pimpinan agama untuk terus mengedukasi umat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah. Keberagaman yang terjaga dengan baik akan menciptakan suasana damai dan toleransi yang kuat di tengah masyarakat.

Kolaborasi antara Permabudhi Sulsel dan Keuskupan Agung Makassar yang telah terjalin erat diharapkan akan terus berlanjut, memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

PERMABUDHI Sulsel Perkuat Keterampilan Komunikasi Umat Buddha Melalui Pelatihan Nara Dhamma 2026

28 Juli 2026 - 06:30 WITA

Menanam Harapan di Hari Anak Nasional: Eco School PERMABUDHI Makassar Menumbuhkan Generasi Peduli Lingkungan

22 Juli 2026 - 07:58 WITA

Piala Dunia dan Harmoni Antarbangsa

20 Juli 2026 - 01:18 WITA

HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian

16 Juli 2026 - 09:34 WITA

PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 09:08 WITA

Trending di Berita