Menu

Mode Gelap
Empat Dekade GEMABUDHI: Momentum Transformasi dan Ekspansi Gerakan Pemuda Buddhis dari Daerah ke Nasional Permabudhi Sulsel Dukung Festival Mulia Ramadan, Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi Sosial di Makassar Hangatnya Pertemuan Pemuda Hindu-Buddha: Gemabudhi dan Peradah Sulsel Perkuat Barisan di PAKEMDA Hadiri Pembukaan Pakemda Peradah Sulsel, Permabudhi Sulsel Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Pemuda Moderat Gemabudhi Sulsel Dukung Pekan Kerukunan Umat Beragama Sedunia Lewat Aksi Tanam Pohon Pembimas Buddha Sulsel Kawal Aksi Nasional Tanam Pohon Permabudhi, Dukung Agenda Global PBB

Berita

Permabudhi Sulsel & Keuskupan Agung Makassar Komitmen Lanjutkan Kolaborasi Perkuat Kerukunan

badge-check


					Permabudhi Sulsel & Keuskupan Agung Makassar Komitmen Lanjutkan Kolaborasi Perkuat Kerukunan Perbesar

Hubungan erat antara Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan dan Keuskupan Agung Makassar terus diperkuat dalam acara Ramah Tamah Misa Pontifical yang digelar di Aula Keuskupan Agung Makassar, Jumat (18/10/24).

Acara ini menandai peralihan tugas penggembalaan Mgr. John Liku Ada selama 33 tahun kepada Mgr. Fransiskus Nipa sebagai Uskup Agung Makassar yang baru.

Dr. Ir. Yonggris, MM, Ketua Permabudhi Sulsel turut hadir bersama jajaran pengurus untuk menyampaikan apresiasi, rasa terima kasih dan memberikan cenderamata sebagai simbol sinergi kepada kedua Monsinyur. Ia mengenang kontribusi besar Mgr. John Liku Ada, khususnya dalam membangun kerukunan umat beragama.

“Banyak kesan yang susah terlupakan khususnya perjalan panjang kita dalam membangun kerukunan,” ujar Yonggris.

Selain itu, Penghormatan  juga diberikan kepada Mgr. Frans Nipa. Yonggris menekankan bahwa Mgr. Frans Nipa, yang pernah terlibat aktif di FKUB Sulsel, telah menjadi bagian penting dalam membangun upaya bersama mewujudkan kerukunan di Sulsel.

“Kami berharap kebersamaan ini terus berlanjut, mempererat kerjasama antara Permabudhi dan Keuskupan Agung Makassar,” tambahnya.

Mgr. Frans Nipa, yang baru dilantik, menerima dukungan penuh dari FKUB dan Permabudhi. Kepemimpinannya diharapkan akan terus membawa kedamaian dan memperkuat kerukunan sosial di Sulawesi Selatan. Melalui kolaborasi ini, masyarakat diharapkan dapat hidup dalam harmoni di tengah keberagaman.

Ketua FKUB Sulsel juga menegaskan bahwa keberagaman adalah kekayaan yang harus dijaga. Ia menekankan pentingnya majelis agama dalam memberikan edukasi kepada umat agar dapat menjaga harmoni sosial, terutama di masa peralihan kepemimpinan nasional dan menjelang Pilkada serentak yang akan datang.

Dalam konteks ini, FKUB mengimbau pimpinan agama untuk terus mengedukasi umat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah. Keberagaman yang terjaga dengan baik akan menciptakan suasana damai dan toleransi yang kuat di tengah masyarakat.

Kolaborasi antara Permabudhi Sulsel dan Keuskupan Agung Makassar yang telah terjalin erat diharapkan akan terus berlanjut, memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan.

Baca Lainnya

Empat Dekade GEMABUDHI: Momentum Transformasi dan Ekspansi Gerakan Pemuda Buddhis dari Daerah ke Nasional

19 Februari 2026 - 03:24 WITA

Permabudhi Sulsel Dukung Festival Mulia Ramadan, Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi Sosial di Makassar

19 Februari 2026 - 02:49 WITA

Hangatnya Pertemuan Pemuda Hindu-Buddha: Gemabudhi dan Peradah Sulsel Perkuat Barisan di PAKEMDA

9 Februari 2026 - 14:59 WITA

Hadiri Pembukaan Pakemda Peradah Sulsel, Permabudhi Sulsel Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Pemuda Moderat

9 Februari 2026 - 14:11 WITA

Gemabudhi Sulsel Dukung Pekan Kerukunan Umat Beragama Sedunia Lewat Aksi Tanam Pohon

2 Februari 2026 - 04:17 WITA

Trending di Berita