Menu

Mode Gelap
PERMABUDHI Sulsel Perkuat Keterampilan Komunikasi Umat Buddha Melalui Pelatihan Nara Dhamma 2026 Menanam Harapan di Hari Anak Nasional: Eco School PERMABUDHI Makassar Menumbuhkan Generasi Peduli Lingkungan Piala Dunia dan Harmoni Antarbangsa HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan

Berita

Jelang Akhir Masa Jabatan, Jokowi Terima Audiensi Tokoh Lintas Agama untuk Perkuat Kerukunan

badge-check

Presiden Jokowi berdialog bersama Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Se-Indonesia Perbesar

Presiden Jokowi berdialog bersama Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Se-Indonesia

Ibu Kota Nusantara – Tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Asosiasi FKUB Indonesia melakukan kunjungan penting ke Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk beraudiensi dengan Presiden Joko Widodo. Kegiatan ini menjadi momen berharga terlebih di penghujung masa jabatan Presiden Jokowi.

Sebelum berangkat menuju IKN, para tokoh agama berkumpul di Gereja Bethany Favor Of God (FOG) Balikpapan. Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia, Pangelingsir Agung Putra Sukahet, menyampaikan rasa syukur karena mendapatkan kesempatan untuk bersilaturahmi dengan Presiden, walaupun di akhir masa kepemimpinannya.

“Kita bersyukur diterima presiden setelah beberapa tahun sebelumnya para tokoh lintas agama diterima beliau di Istana presiden di Jakarta terkait peran penting tokoh lintas agama dalam ikhtiarnya merawat kerukunan di masyarakat,” ujar Sukahet.

Dalam kunjungan tersebut, para tokoh memiliki beberapa isu penting yang ingin disampaikan terkait kerukunan antar umat beragama di tanah air. Sukahet mengakui bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam mewujudkan kerukunan tersebut.

“Tentunya ada beragam tantangan dalam mewujudkan kerukunan beragama ini, FKUB sendiri juga pasti masih banyak kekurangannya,” tuturnya. Diharapkan, pertemuan ini dapat menjadi wadah untuk membahas kendala-kendala yang dihadapi FKUB dalam menjaga kerukunan.

Sukahet menerangkan bahwa untuk menjaga kerukunan, FKUB perlu bekerja sama dengan kepala daerah. Ia menggarisbawahi perbedaan sikap kepala daerah di Indonesia, di mana ada yang sangat mendukung, tetapi tidak sedikit pula yang kurang memperhatikan pentingnya kerukunan.

“Ya kita sangat memahami bahwa untuk menjaga kerukunan, FKUB tidak bisa lepas bekerja sama dengan para kepala daerah. Ada yang sangat baik, ada yang baik, dan kurang baik dalam menyikapinya,” tegasnya.

Ida Pangelingsir juga menyoroti perlunya perhatian dari para pemimpin daerah. Ia mencatat bahwa ada gubernur, wali kota, dan bupati yang belum sepenuhnya memahami pentingnya kerukunan dan tidak menganggap keberadaan FKUB setempat penting.

“FKUB ini memang didirikan oleh masyarakat namun difasilitasi oleh pemerintah sehingga FKUB memiliki peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam memelihara kerukunan antar umat beragama,” ujar Sukahet menegaskan relevansi FKUB.

Dalam pertemuan tersebut, Ida Pangelingsir menekankan pentingnya penguatan kelembagaan FKUB agar dapat berfungsi lebih efektif ke depannya. “Kita berkeinginan agar secara kelembagaan FKUB ini bisa lebih dikuatkan lagi peran-perannya ke depan,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Ida Pangelingsir menegaskan dedikasi pengurus FKUB yang tetap berjuang menjaga kerukunan tanpa harapan imbalan finansial. Dengan semangat, mereka terus bergerak dan bekerja untuk menjaga kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

“Meskipun kami tidak mendapatkan honor atau gaji, kami tetap bergerak, terus bekerja, terus berjalan dengan bermodalkan semangat,” katanya. Ia juga menyampaikan bahwa perlunya fasilitas yang memadai dari pemerintah daerah untuk mendukung upaya kerukunan ini.

“Sudah tentu kita butuh fasilitas yang memadai. Fasilitas aja bukan gaji atau honor. Jadi itu yang kami sampaikan kepada Presiden terkait pemerintah daerah yang tidak memperhatikan FKUB,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

PERMABUDHI Sulsel Perkuat Keterampilan Komunikasi Umat Buddha Melalui Pelatihan Nara Dhamma 2026

28 Juli 2026 - 06:30 WITA

Menanam Harapan di Hari Anak Nasional: Eco School PERMABUDHI Makassar Menumbuhkan Generasi Peduli Lingkungan

22 Juli 2026 - 07:58 WITA

Piala Dunia dan Harmoni Antarbangsa

20 Juli 2026 - 01:18 WITA

HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian

16 Juli 2026 - 09:34 WITA

PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 09:08 WITA

Trending di Berita