Menu

Mode Gelap
HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan Dari Ego ke Eco, Permabudhi Sulsel Dorong Revolusi Penyelamatan Pangan PERMABUDHI Makassar dan Kecamatan Wajo Luncurkan Gerakan Chi Ganjing pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 PERMABUDHI Sulsel Apresiasi Dedikasi Vihara Maitreya Makassar dalam Membina Umat Selama Lima Dekade

Berita

Jalur Sutra – Warisan Peradaban, Pembimas Buddha Sulsel : Jaga Kerukunan di Tengah Ragam Budaya

badge-check

Jalur Sutra – Warisan Peradaban, Pembimas Buddha Sulsel : Jaga Kerukunan di Tengah Ragam Budaya Perbesar

Seminar Internasional bertajuk “Jalur Sutra: Warisan Inklusivitas dan Harmoni Antarbudaya & Agama” yang digelar oleh Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan menjadi ruang refleksi penting bagi penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah keberagaman. Salah satu penekanan utama datang dari Sumarjo, S.Ag., M.M., Pembimas Buddha Sulawesi Selatan, yang menegaskan bahwa Jalur Sutra adalah simbol peradaban damai yang sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.

Dalam sambutannya, Sumarjo menyoroti pentingnya belajar dari sejarah Jalur Sutra—bukan sekadar memahami masa lalu, melainkan menanamkan nilai toleransi dalam konteks kekinian. “Mempelajari perbedaan budaya, bahasa, dan keyakinan bukan menjadi penghalang untuk hidup berdampingan secara damai. Di Indonesia, kita memiliki enam agama yang diakui dan dapat hidup harmoni di bawah naungan Pancasila,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston, Makassar, ini dihadiri lebih dari 230 peserta dari berbagai kalangan: akademisi, tokoh agama lintas iman, pengurus vihara, cetiya dan klenteng, organisasi kemahasiswaan, komunitas budaya, serta pemuka lintas kepercayaan. Seminar menghadirkan narasumber utama Prof. Zheng Shaocong dari Chinese Academy of Social Sciences (CASS), Beijing, pakar diaspora Tionghoa dan antropologi sosial.

Sumarjo menambahkan bahwa di tengah pesatnya arus globalisasi dan polarisasi identitas, dialog semacam ini memperkuat kesadaran bersama bahwa “keberagaman adalah kekayaan, bukan ancaman”. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan spirit Jalur Sutra sebagai inspirasi dalam merawat persatuan di Sulawesi Selatan, terutama di kota Makassar sebagai simpul kebudayaan Timur Indonesia.

Ketua Permabudhi Sulsel, Dr. Ir. Yonggris, M.M., dalam sambutannya juga menggarisbawahi bahwa “kita belajar sejarah bukan hanya untuk mengetahui masa lalu, tetapi untuk memahami masa kini dan membentuk masa depan.” Ia menilai bahwa hari ini kita sedang menempuh Jalur Sutra baru: jalur digital yang menyatukan manusia melalui teknologi, namun tetap membutuhkan semangat saling menghormati dan kolaborasi lintas budaya.

Selain Prof. Zheng, hadir pula para akademisi dari Tiongkok seperti Prof. Xia Yuqing (Universitas Normal Yunnan) dan Dr. Li Shanlong (Universitas Fuzhou), serta Ardian Cangianto, M.Fil., peneliti budaya Tionghoa dari Semarang yang bertindak sebagai moderator.

Melalui seminar ini, Permabudhi Sulsel bersama mitra dari Tiongkok dan San Ping Academy menyampaikan pesan kuat: warisan Jalur Sutra bukan hanya milik masa lampau, melainkan jembatan harapan bagi dunia yang damai, inklusif, dan manusiawi.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian

16 Juli 2026 - 09:34 WITA

PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 09:08 WITA

Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan

14 Juli 2026 - 10:41 WITA

Dari Ego ke Eco, Permabudhi Sulsel Dorong Revolusi Penyelamatan Pangan

30 Juni 2026 - 03:24 WITA

PERMABUDHI Makassar dan Kecamatan Wajo Luncurkan Gerakan Chi Ganjing pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

24 Juni 2026 - 08:21 WITA

Trending di Berita