Menu

Mode Gelap
HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan Dari Ego ke Eco, Permabudhi Sulsel Dorong Revolusi Penyelamatan Pangan PERMABUDHI Makassar dan Kecamatan Wajo Luncurkan Gerakan Chi Ganjing pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 PERMABUDHI Sulsel Apresiasi Dedikasi Vihara Maitreya Makassar dalam Membina Umat Selama Lima Dekade

Berita

Harmoni Lintas Iman: Permabudhi Sulsel Gaungkan Meditasi di 100 Tahun Ahmadiyah

badge-check

Harmoni Lintas Iman: Permabudhi Sulsel Gaungkan Meditasi di 100 Tahun Ahmadiyah Perbesar

Seminar inklusif dan sharing session bertajuk “Keseimbangan Emosi dan Kesehatan Lambung” digelar di Peace Center, Masjid An-Nushrat, Jl. Anuang No. 112 Makassar, Minggu, 21 September 2025. Acara ini merupakan kolaborasi Jalin Harmoni Sulsel, Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia (JAI) Sulsel, dan Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulsel, sekaligus rangkaian peringatan 100 tahun JAI di Indonesia.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber utama, yakni dr. Muhammad Ranu Shar, Sp.PD, Subsp. GEH, serta Ketua Permabudhi Sulsel sekaligus Ketua FKUB Sulsel, Dr. Ir. Yonggris, M.M. Moderator acara adalah Mardhiati, S.Gz., dari Lajnah Imaila Makassar.

Dalam pemaparannya, dr. Ranu menegaskan kaitan erat antara kesehatan emosional dengan gangguan pencernaan, terutama lambung. “Emosi yang tidak stabil bisa memicu peningkatan asam lambung. Karena itu generasi muda, khususnya Gen Z, harus belajar mengelola emosinya agar terhindar dari GERD,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Yonggris menyoroti pentingnya melatih mental agar mampu menghadapi tekanan hidup. Ia memperkenalkan meditasi sebagai cara memperkuat “otot batin”. “Ada dua teknik, yakni Samatha Bhāvanā untuk ketenangan, dan Vipassanā Bhāvanā untuk menumbuhkan pemahaman benar. Dengan itu, seseorang bisa lebih siap menghadapi stres dan depresi,” ujarnya. Pandangan ini menegaskan kontribusi khas Permabudhi Sulsel dalam membangun kesehatan holistik: memadukan aspek fisik, emosional, dan spiritual.

Ketua JAI Makassar, Friwanto Beny, menyebut kegiatan ini bagian dari program bulanan peringatan satu abad Ahmadiyah. “Kami ingin mengangkat isu-isu ekologi, kesehatan, hingga ekualitas lintas iman. Harapannya JAI dapat mengambil peran sebagai think tank dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya. Peace Center di lantai tiga Masjid An-Nushrat pun diperkenalkan sebagai ruang edukasi publik sekaligus wadah kolaborasi lintas iman.

Acara ditutup dengan doa oleh Muhammad Yaqub, Mubaligh JAI Sulsel, dan dihadiri elemen masyarakat lintas agama. Keterlibatan Permabudhi Sulsel dalam agenda ini menunjukkan komitmen umat Buddha untuk hadir aktif di ruang-ruang dialog lintas iman, memperkuat harmoni, sekaligus menghadirkan perspektif Buddhis tentang pentingnya keseimbangan batin dalam kehidupan modern.

 

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian

16 Juli 2026 - 09:34 WITA

PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 09:08 WITA

Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan

14 Juli 2026 - 10:41 WITA

Dari Ego ke Eco, Permabudhi Sulsel Dorong Revolusi Penyelamatan Pangan

30 Juni 2026 - 03:24 WITA

PERMABUDHI Makassar dan Kecamatan Wajo Luncurkan Gerakan Chi Ganjing pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

24 Juni 2026 - 08:21 WITA

Trending di Berita