Menu

Mode Gelap
PERMABUDHI Sulsel Perkuat Kolaborasi, Dukung Gerakan Stop Boros Pangan 2026 Camat Wajo Tekankan Sinergi Tangani Sampah, Libatkan Seluruh RT/RW dan Komunitas Di Hadapan RT/RW Se Kecamatan Wajo, PERMABUDHI Sulsel Ingatkan Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama PERMABUDHI Makassar Gandeng Kecamatan Wajo Edukasi RT/RW Kelola Sampah dari Hulu Refleksi HUT Maco 1066: Permabudhi Sulsel Ajak Umat Menjadi Mercusuar Kehidupan Bulan Eco-Dhamma Nasional, Permabudhi Sulsel Tanam 300 Pohon di Pulau Kodingareng

Berita

Hari Jadi ke-418, Ketua Permabudhi Makassar : Momentum Bangkitkan Kesadaran Sosial

badge-check


					Hari Jadi ke-418, Ketua Permabudhi Makassar : Momentum Bangkitkan Kesadaran Sosial Perbesar

Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Kota Makassar, Suzanna, S.E., M.Pd., menyampaikan pesan reflektif pada peringatan Hari Jadi Kota Makassar ke-418,  (9/11/2025). Ia menilai perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap kota yang telah menjadi rumah bersama bagi warganya yang majemuk.

“Makassar adalah rumah kita, rumah untuk semua. Kita besar dan hidup di kota ini. Telah banyak yang Makassar berikan kepada kita, sekarang pertanyaannya: apa yang sudah kita beri untuk kota tercinta ini?” ungkap Suzanna dengan nada reflektif.

Menurutnya, tema peringatan tahun ini, “Merajut Harmoni, Membangun Kebersamaan,” sejalan dengan nilai-nilai luhur dalam ajaran Buddha yang menekankan pentingnya mettā (cinta kasih) dan karuṇā (welas asih) dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Ia menegaskan bahwa keharmonisan kota tidak akan terwujud hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi melalui kesadaran dan partisipasi aktif setiap warga dalam menjaga lingkungan dan kebajikan bersama.

“Sebagai umat Buddha, kita diajarkan untuk berterima kasih bukan hanya dengan kata, tetapi dengan tindakan. Maka rasa terima kasih kita kepada Makassar dapat diwujudkan dengan turut merawat kota ini dengan menjaga kebersihan, menebar kebaikan, dan memperkuat rasa saling menghargai antarwarga,” ujarnya.

Suzanna juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika, atas berbagai inovasi dan upaya membangun kota yang modern dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge. Ia menilai kolaborasi lintas agama dan komunitas menjadi kekuatan utama yang menjadikan Makassar tetap kokoh di tengah dinamika zaman.

“Cinta terhadap kota bukan hanya soal tinggal di dalamnya, tetapi bagaimana kita menjaganya agar tetap menjadi tempat yang damai bagi semua. Perayaan ini bukan hanya mengenang usia kota, tetapi mengingatkan kita untuk berbuat sesuatu bagi rumah besar bernama Makassar,” pungkasnya.

Dengan pesan yang lembut namun menggetarkan, Suzanna mengajak seluruh umat Buddha dan masyarakat luas untuk menjadikan Hari Jadi Kota Makassar sebagai momentum kebangkitan kesadaran sosial bahwa mencintai kota berarti turut menjaga harmoni, kebersihan, dan kebajikan di dalamnya. Bagi Ketua Permabudhi, menjadi warga yang baik adalah bentuk tertinggi dari rasa terima kasih kepada tanah tempat berpijak.

Baca Lainnya

PERMABUDHI Sulsel Perkuat Kolaborasi, Dukung Gerakan Stop Boros Pangan 2026

18 Juni 2026 - 07:17 WITA

Camat Wajo Tekankan Sinergi Tangani Sampah, Libatkan Seluruh RT/RW dan Komunitas

15 Juni 2026 - 01:31 WITA

Di Hadapan RT/RW Se Kecamatan Wajo, PERMABUDHI Sulsel Ingatkan Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama

15 Juni 2026 - 01:28 WITA

PERMABUDHI Makassar Gandeng Kecamatan Wajo Edukasi RT/RW Kelola Sampah dari Hulu

11 Juni 2026 - 09:10 WITA

Refleksi HUT Maco 1066: Permabudhi Sulsel Ajak Umat Menjadi Mercusuar Kehidupan

10 Mei 2026 - 02:06 WITA

Trending di Berita