Menu ✖

Mode Gelap
PERMABUDHI dan Tzu Chi Makassar Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Jantung PERMABUDHI Sulsel Dukung Festival Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama Pembimas Buddha Sulsel Luncurkan METTA VIHARA, PERMABUDHI Sulsel Dukung Vihara Ramah Lingkungan Walk for Peace, Act for Earth: Menelusuri Ingatan Konflik, Merawat Perdamaian, dan Bergerak untuk Bumi Solidaritas Lintas Agama FKLA Sulsel untuk NTT, Bantuan Menjangkau Pulau Flores Kue Bulan dalam “POV Buddhis”, dari Tradisi hingga Praktik Dhamma

Berita

Hari Jadi ke-418, Ketua Permabudhi Makassar : Momentum Bangkitkan Kesadaran Sosial

badge-check

Hari Jadi ke-418, Ketua Permabudhi Makassar : Momentum Bangkitkan Kesadaran Sosial Perbesar

Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Kota Makassar, Suzanna, S.E., M.Pd., menyampaikan pesan reflektif pada peringatan Hari Jadi Kota Makassar ke-418,  (9/11/2025). Ia menilai perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap kota yang telah menjadi rumah bersama bagi warganya yang majemuk.

“Makassar adalah rumah kita, rumah untuk semua. Kita besar dan hidup di kota ini. Telah banyak yang Makassar berikan kepada kita, sekarang pertanyaannya: apa yang sudah kita beri untuk kota tercinta ini?” ungkap Suzanna dengan nada reflektif.

Menurutnya, tema peringatan tahun ini, “Merajut Harmoni, Membangun Kebersamaan,” sejalan dengan nilai-nilai luhur dalam ajaran Buddha yang menekankan pentingnya mettā (cinta kasih) dan karuṇā (welas asih) dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Ia menegaskan bahwa keharmonisan kota tidak akan terwujud hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi melalui kesadaran dan partisipasi aktif setiap warga dalam menjaga lingkungan dan kebajikan bersama.

“Sebagai umat Buddha, kita diajarkan untuk berterima kasih bukan hanya dengan kata, tetapi dengan tindakan. Maka rasa terima kasih kita kepada Makassar dapat diwujudkan dengan turut merawat kota ini dengan menjaga kebersihan, menebar kebaikan, dan memperkuat rasa saling menghargai antarwarga,” ujarnya.

Suzanna juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika, atas berbagai inovasi dan upaya membangun kota yang modern dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge. Ia menilai kolaborasi lintas agama dan komunitas menjadi kekuatan utama yang menjadikan Makassar tetap kokoh di tengah dinamika zaman.

“Cinta terhadap kota bukan hanya soal tinggal di dalamnya, tetapi bagaimana kita menjaganya agar tetap menjadi tempat yang damai bagi semua. Perayaan ini bukan hanya mengenang usia kota, tetapi mengingatkan kita untuk berbuat sesuatu bagi rumah besar bernama Makassar,” pungkasnya.

Dengan pesan yang lembut namun menggetarkan, Suzanna mengajak seluruh umat Buddha dan masyarakat luas untuk menjadikan Hari Jadi Kota Makassar sebagai momentum kebangkitan kesadaran sosial bahwa mencintai kota berarti turut menjaga harmoni, kebersihan, dan kebajikan di dalamnya. Bagi Ketua Permabudhi, menjadi warga yang baik adalah bentuk tertinggi dari rasa terima kasih kepada tanah tempat berpijak.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

PERMABUDHI dan Tzu Chi Makassar Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Jantung

5 Oktober 2026 - 06:57 WITA

PERMABUDHI Sulsel Dukung Festival Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama

5 Oktober 2026 - 06:48 WITA

Pembimas Buddha Sulsel Luncurkan METTA VIHARA, PERMABUDHI Sulsel Dukung Vihara Ramah Lingkungan

30 September 2026 - 01:46 WITA

Walk for Peace, Act for Earth: Menelusuri Ingatan Konflik, Merawat Perdamaian, dan Bergerak untuk Bumi

30 September 2026 - 01:23 WITA

Solidaritas Lintas Agama FKLA Sulsel untuk NTT, Bantuan Menjangkau Pulau Flores

30 September 2026 - 01:02 WITA

Trending di Berita