Menu

Mode Gelap
PERMABUDHI Sulsel Perkuat Keterampilan Komunikasi Umat Buddha Melalui Pelatihan Nara Dhamma 2026 Menanam Harapan di Hari Anak Nasional: Eco School PERMABUDHI Makassar Menumbuhkan Generasi Peduli Lingkungan Piala Dunia dan Harmoni Antarbangsa HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan

Berita

Hari Jadi ke-418, Ketua Permabudhi Makassar : Momentum Bangkitkan Kesadaran Sosial

badge-check

Hari Jadi ke-418, Ketua Permabudhi Makassar : Momentum Bangkitkan Kesadaran Sosial Perbesar

Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Kota Makassar, Suzanna, S.E., M.Pd., menyampaikan pesan reflektif pada peringatan Hari Jadi Kota Makassar ke-418,  (9/11/2025). Ia menilai perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap kota yang telah menjadi rumah bersama bagi warganya yang majemuk.

“Makassar adalah rumah kita, rumah untuk semua. Kita besar dan hidup di kota ini. Telah banyak yang Makassar berikan kepada kita, sekarang pertanyaannya: apa yang sudah kita beri untuk kota tercinta ini?” ungkap Suzanna dengan nada reflektif.

Menurutnya, tema peringatan tahun ini, “Merajut Harmoni, Membangun Kebersamaan,” sejalan dengan nilai-nilai luhur dalam ajaran Buddha yang menekankan pentingnya mettā (cinta kasih) dan karuṇā (welas asih) dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Ia menegaskan bahwa keharmonisan kota tidak akan terwujud hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi melalui kesadaran dan partisipasi aktif setiap warga dalam menjaga lingkungan dan kebajikan bersama.

“Sebagai umat Buddha, kita diajarkan untuk berterima kasih bukan hanya dengan kata, tetapi dengan tindakan. Maka rasa terima kasih kita kepada Makassar dapat diwujudkan dengan turut merawat kota ini dengan menjaga kebersihan, menebar kebaikan, dan memperkuat rasa saling menghargai antarwarga,” ujarnya.

Suzanna juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika, atas berbagai inovasi dan upaya membangun kota yang modern dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge. Ia menilai kolaborasi lintas agama dan komunitas menjadi kekuatan utama yang menjadikan Makassar tetap kokoh di tengah dinamika zaman.

“Cinta terhadap kota bukan hanya soal tinggal di dalamnya, tetapi bagaimana kita menjaganya agar tetap menjadi tempat yang damai bagi semua. Perayaan ini bukan hanya mengenang usia kota, tetapi mengingatkan kita untuk berbuat sesuatu bagi rumah besar bernama Makassar,” pungkasnya.

Dengan pesan yang lembut namun menggetarkan, Suzanna mengajak seluruh umat Buddha dan masyarakat luas untuk menjadikan Hari Jadi Kota Makassar sebagai momentum kebangkitan kesadaran sosial bahwa mencintai kota berarti turut menjaga harmoni, kebersihan, dan kebajikan di dalamnya. Bagi Ketua Permabudhi, menjadi warga yang baik adalah bentuk tertinggi dari rasa terima kasih kepada tanah tempat berpijak.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

PERMABUDHI Sulsel Perkuat Keterampilan Komunikasi Umat Buddha Melalui Pelatihan Nara Dhamma 2026

28 Juli 2026 - 06:30 WITA

Menanam Harapan di Hari Anak Nasional: Eco School PERMABUDHI Makassar Menumbuhkan Generasi Peduli Lingkungan

22 Juli 2026 - 07:58 WITA

Piala Dunia dan Harmoni Antarbangsa

20 Juli 2026 - 01:18 WITA

HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian

16 Juli 2026 - 09:34 WITA

PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 09:08 WITA

Trending di Berita