Menu ✖

Mode Gelap
MUSDA III PERMABUDHI SULSEL Tetapkan Arah Organisasi Lima Tahun Kedepan, Dr. Yonggris Kembali Memimpin PERMABUDHI dan Tzu Chi Makassar Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Jantung PERMABUDHI Sulsel Dukung Festival Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama Pembimas Buddha Sulsel Luncurkan METTA VIHARA, PERMABUDHI Sulsel Dukung Vihara Ramah Lingkungan Walk for Peace, Act for Earth: Menelusuri Ingatan Konflik, Merawat Perdamaian, dan Bergerak untuk Bumi Solidaritas Lintas Agama FKLA Sulsel untuk NTT, Bantuan Menjangkau Pulau Flores

Berita

Di Hadapan RT/RW Se Kecamatan Wajo, PERMABUDHI Sulsel Ingatkan Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama

badge-check

Di Hadapan RT/RW Se Kecamatan Wajo, PERMABUDHI Sulsel Ingatkan Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama Perbesar

Ketua PERMABUDHI Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Yonggris, M.M., mengingatkan pentingnya kepedulian kolektif terhadap persoalan sampah saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) “Pemilahan Sampah dan Tata Kelola Pengurangan Sampah Organik” di Aula Bank Hasamitra, Kamis, 11 Juni 2026.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi PERMABUDHI Kota Makassar dan Kecamatan Wajo tersebut dihadiri seluruh RT dan RW se-Kecamatan Wajo, perwakilan delapan kelurahan, serta unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Dalam paparannya, Yonggris menyebut persoalan sampah kini menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama. Menurut dia, upaya pengurangan sampah tidak akan berhasil tanpa perubahan karakter dan kepedulian masyarakat.

“Hari ini kita berada dalam kondisi darurat sampah. Kepedulian harus terus ditingkatkan. Selain itu, harus ada sistem kerja yang baik dari RT, RW dan TPA agar tujuan kita sama, yaitu mengurangi sampah,” kata Yonggris.

Ia mengatakan masyarakat selama ini masih kerap memandang pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab pihak lain. Padahal, kata dia, seluruh elemen memiliki peran yang sama dalam menjaga lingkungan.

“Edukasi menjadi sangat penting agar keterlibatan aktif masyarakat terus tumbuh. Jangan sampai kita mengubah berkah menjadi sampah,” ujarnya.

Yonggris juga memaparkan berbagai program lingkungan yang telah dijalankan PERMABUDHI Sulsel melalui gerakan Eco Dhamma. Program tersebut meliputi Gerakan Ego to Eco “Makan Habis Tanpa Sisa”, Bioberkah, pembangunan ratusan biopori, penghijauan ribuan pohon, hingga edukasi lingkungan di sekolah, rumah ibadah, wilayah pesisir dan pesantren.

Ketua PERMABUDHI Kota Makassar, Suzanna, S.E., M.Pd., mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih.

“Kita telah memiliki tujuan yang sama untuk menjadikan Kecamatan Wajo lebih ramah lingkungan. Karena itu dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar program pengurangan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.

FGD menghadirkan narasumber Dr. Mashud Azikin, Anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar. Selain diskusi, peserta juga mengikuti workshop pengelolaan sampah, pembuatan eco enzyme, komposter, dan demonstrasi mesin pencacah sampah sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

MUSDA III PERMABUDHI SULSEL Tetapkan Arah Organisasi Lima Tahun Kedepan, Dr. Yonggris Kembali Memimpin

27 Oktober 2026 - 07:02 WITA

PERMABUDHI dan Tzu Chi Makassar Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Jantung

5 Oktober 2026 - 06:57 WITA

PERMABUDHI Sulsel Dukung Festival Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama

5 Oktober 2026 - 06:48 WITA

Pembimas Buddha Sulsel Luncurkan METTA VIHARA, PERMABUDHI Sulsel Dukung Vihara Ramah Lingkungan

30 September 2026 - 01:46 WITA

Walk for Peace, Act for Earth: Menelusuri Ingatan Konflik, Merawat Perdamaian, dan Bergerak untuk Bumi

30 September 2026 - 01:23 WITA

Trending di Berita