Menu

Mode Gelap
HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan Dari Ego ke Eco, Permabudhi Sulsel Dorong Revolusi Penyelamatan Pangan PERMABUDHI Makassar dan Kecamatan Wajo Luncurkan Gerakan Chi Ganjing pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 PERMABUDHI Sulsel Apresiasi Dedikasi Vihara Maitreya Makassar dalam Membina Umat Selama Lima Dekade

Berita

Dari TPS3R ke Vihara: Permabudhi Makassar Mulai Langkah Hijau Lewat Eco Dhamma Journey

badge-check

Dari TPS3R ke Vihara: Permabudhi Makassar Mulai Langkah Hijau Lewat Eco Dhamma Journey Perbesar

Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Kota Makassar memulai langkah hijau melalui kegiatan Eco Dhamma Journey, kunjungan edukatif ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Karebosi pada Minggu, 12 Oktober 2025. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya membangun kesadaran ekologis umat Buddha agar lebih peka terhadap persoalan lingkungan yang kian mendesak.

Rombongan pengurus Permabudhi Makassar menyimak penjelasan dari Nahda, pendamping TPS3R Karebosi, tentang sistem pengelolaan sampah terpadu. Dari pemilahan di sumber hingga proses daur ulang, para peserta diajak menyaksikan langsung bagaimana sampah yang selama ini dianggap beban justru dapat menjadi sumber daya baru jika dikelola dengan benar.

Ketua Permabudhi Kota Makassar, Suzanna, S.E., menilai kegiatan ini sebagai langkah awal untuk mengubah cara pandang umat terhadap lingkungan.

“Kami ingin pengurus dan umat melihat bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil. Dari rumah sendiri, lalu menyebar ke vihara dan komunitas,” katanya.

Ia menegaskan bahwa gerakan lingkungan bukan sekadar wacana, tetapi praktik spiritual yang lahir dari nilai-nilai Dhamma.

Eco Dhamma Journey menjadi bagian dari gerakan Eco Dhamma, inisiatif nasional umat Buddha yang menekankan keseimbangan antara kehidupan spiritual dan tanggung jawab terhadap alam. Dalam ajaran Buddha, kesadaran terhadap penderitaan makhluk hidup juga mencakup kepedulian terhadap bumi yang menampung seluruh kehidupan. Dengan semangat itu, Permabudhi Makassar berupaya menghadirkan Dhamma dalam tindakan sehari-hari, mulai dari menjaga kebersihan hingga mengelola sampah.

Sebagai tindak lanjut, Permabudhi Kota Makassar tengah menyiapkan program Eco Vihara, sebuah gerakan lingkungan berbasis rumah ibadah yang akan diluncurkan pada Oktober ini. Melalui gerakan tersebut, vihara didorong menjadi pusat pembelajaran ekologis bagi umat.

“Tanpa lingkungan yang terjaga, kita tidak bisa beraktivitas di bumi,” ujar Suzanna, menegaskan komitmen Permabudhi Kota Makassar terhadap keberlanjutan lingkungan.

Peluncuran program Eco Vihara akan ditandai dengan kegiatan edukasi lingkungan dan pembuatan lubang biopori di vihara sebagai simbol pengelolaan sampah organik yang ramah bumi. Permabudhi Kota Makassar juga akan membagikan pipa biopori kepada umat Buddha untuk diterapkan di rumah masing-masing. Selain itu, sosialisasi ke vihara-vihara akan digencarkan agar setiap komunitas dapat mandiri dalam mengelola sampahnya.

Dengan inisiatif ini, Permabudhi Kota Makassar tak sekadar mengampanyekan gaya hidup hijau, tetapi menanamkan cara berpikir baru: bahwa spiritualitas tak berhenti di altar, melainkan juga hidup dalam tindakan menjaga bumi. Sebab bagi umat Buddha, merawat lingkungan adalah bentuk penghormatan tertinggi kepada kehidupan itu sendiri.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian

16 Juli 2026 - 09:34 WITA

PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 09:08 WITA

Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan

14 Juli 2026 - 10:41 WITA

Dari Ego ke Eco, Permabudhi Sulsel Dorong Revolusi Penyelamatan Pangan

30 Juni 2026 - 03:24 WITA

PERMABUDHI Makassar dan Kecamatan Wajo Luncurkan Gerakan Chi Ganjing pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

24 Juni 2026 - 08:21 WITA

Trending di Berita