Menu ✖

Mode Gelap
MUSDA III PERMABUDHI SULSEL Tetapkan Arah Organisasi Lima Tahun Kedepan, Dr. Yonggris Kembali Memimpin PERMABUDHI dan Tzu Chi Makassar Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Jantung PERMABUDHI Sulsel Dukung Festival Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama Pembimas Buddha Sulsel Luncurkan METTA VIHARA, PERMABUDHI Sulsel Dukung Vihara Ramah Lingkungan Walk for Peace, Act for Earth: Menelusuri Ingatan Konflik, Merawat Perdamaian, dan Bergerak untuk Bumi Solidaritas Lintas Agama FKLA Sulsel untuk NTT, Bantuan Menjangkau Pulau Flores

Berita

Cinta Negara Sejak Dini: Menjaga Tanah dan Air, Menjaga Indonesia

badge-check

Cinta Negara Sejak Dini: Menjaga Tanah dan Air, Menjaga Indonesia Perbesar

Lebih dari 21 sekolah, bersama guru dan orang tua, menyemarakkan Karnaval Merdeka Kerukunan dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia.Langkah-langkah kecil berpadu warna-warni bendera merah putih, seragam adat, dan kostum profesi menghiasi Anjungan Pantai Losari, Rabu (13/8/2025).

Acara ini terselenggara berkat kolaborasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Selatan, Kanwil Kemenag Sulsel, Muslimat NU, kepala sekolah sahabat, dan PC Iqra Saribattang. Tidak sekadar pawai, karnaval ini menjadi ruang pembelajaran nyata tentang hidup berdampingan dalam perbedaan sejak dini.

H. Aminuddin, S.Ag., M.Ag, Kepala Bagian TU Kanwil Kemenag Sulsel, menegaskan bahwa kemerdekaan tidak akan terasa tanpa kedamaian.

“Kita tanamkan pada anak-anak untuk beranjak dan hidup bersama orang yang berbeda. Mereka akan tumbuh menjadi pribadi toleran. Toleransi dan kedamaian adalah aspek dari kemerdekaan, karena tanpa damai dan rukun, kemerdekaan tidak bisa dirasakan,” ujarnya.

Bagi Ketua Permabudhi Sulsel, perayaan ini adalah kesempatan membangkitkan kecintaan pada bangsa melalui pemaknaan yang mendalam, bukan hanya rutinitas upacara.

“Cinta kepada negara wajib dimulai sejak usia dini. Mencintai negara berarti mencintai bangsanya, mencintai masyarakatnya, mencintai hasil alamnya, dan lingkungannya. Anak-anak perlu memahami bahwa tanah dan air Indonesia adalah bagian dari diri mereka. Menjaganya berarti mencintai hidup mereka sendiri,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa setiap seremoni, mulai dari upacara bendera hingga perayaan 17 Agustus, seharusnya menambah kebijaksanaan anak-anak. “Mereka harus sadar bahwa mencintai negara sama dengan menjaga tanah dan airnya, tidak mencemarinya, dan melestarikan lingkungan,” lanjutnya.

Ketua Panitia, Dr. Hj. Mardyawari Yunus, M.A, menyampaikan bahwa keterlibatan keluarga menjadi kunci dalam pendidikan karakter kebangsaan.

“Kami melibatkan orang tua dan murid untuk menyemarakkan kemerdekaan sebagai bentuk pendidikan moderasi sejak dini. Cinta damai, cinta negara, cinta budaya, dan cinta kerukunan menjadi nilai yang di tanamkan bersama,” Tutupnya.

Karnaval berakhir dengan beragam penampilan yang membangkitkan semangat nasionalisme, menyiratkan pesan bahwa kemerdekaan sejati adalah kebebasan yang damai, rukun, dan dilandasi cinta mendalam pada tanah air. Riuh gembira anak-anak, kibaran bendera, serta lantunan musik kemerdekaan menjadi penutup yang indah, meninggalkan jejak semangat kebersamaan yang akan terus hidup hingga masa depan.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

MUSDA III PERMABUDHI SULSEL Tetapkan Arah Organisasi Lima Tahun Kedepan, Dr. Yonggris Kembali Memimpin

27 Oktober 2026 - 07:02 WITA

PERMABUDHI dan Tzu Chi Makassar Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Jantung

5 Oktober 2026 - 06:57 WITA

PERMABUDHI Sulsel Dukung Festival Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama

5 Oktober 2026 - 06:48 WITA

Pembimas Buddha Sulsel Luncurkan METTA VIHARA, PERMABUDHI Sulsel Dukung Vihara Ramah Lingkungan

30 September 2026 - 01:46 WITA

Walk for Peace, Act for Earth: Menelusuri Ingatan Konflik, Merawat Perdamaian, dan Bergerak untuk Bumi

30 September 2026 - 01:23 WITA

Trending di Berita