Menu

Mode Gelap
HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan Dari Ego ke Eco, Permabudhi Sulsel Dorong Revolusi Penyelamatan Pangan PERMABUDHI Makassar dan Kecamatan Wajo Luncurkan Gerakan Chi Ganjing pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 PERMABUDHI Sulsel Apresiasi Dedikasi Vihara Maitreya Makassar dalam Membina Umat Selama Lima Dekade

Berita

Camat Wajo Tekankan Sinergi Tangani Sampah, Libatkan Seluruh RT/RW dan Komunitas

badge-check

Camat Wajo Tekankan Sinergi Tangani Sampah, Libatkan Seluruh RT/RW dan Komunitas Perbesar

Pelaksana Tugas Camat Wajo, Ivan Kala’lembang, S.H., M.H., menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Karena itu, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Ivan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pemilahan Sampah dan Tata Kelola Pengurangan Sampah Organik” yang digelar di Aula Bank Hasamitra, Kamis, 11 Juni 2026.

Kegiatan hasil kolaborasi Kecamatan Wajo dan PERMABUDHI Kota Makassar tersebut dihadiri 169 RT dan 45 RW dari delapan kelurahan se-Kecamatan Wajo. Hadir pula Ketua PERMABUDHI Sulawesi Selatan Dr. Ir. Yonggris, M.M., Ketua PERMABUDHI Kota Makassar Suzanna, S.E., M.Pd., serta Anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar Dr. Mashud Azikin sebagai narasumber.

Ivan mengatakan para RT dan RW memiliki peran strategis sebagai ujung tombak perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dari rumah tangga.

“Kami berharap RT dan RW semakin memahami bagaimana mengelola sampah dari hulu. Mereka nantinya dapat menularkan pengetahuan ini kepada masyarakat sehingga cita-cita Makassar bebas sampah pada 2029 dapat tercapai,” kata Ivan.

Menurut dia, pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh pihak mulai dari pemerintah, komunitas, hingga masyarakat. Tanpa kerja sama yang kuat, upaya pengurangan sampah akan berjalan tidak optimal.

“Kalau kita mengerjakan sendiri, tentu akan mengalami kepincangan dalam penanganan sampah. Semua harus bergandengan tangan, bersinergi, dan memiliki ikhtiar yang sama,” ujarnya.

Ketua PERMABUDHI Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Yonggris, M.M., dalam kesempatan tersebut mengingatkan pentingnya meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sampah yang kini menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Makassar.

Ia menilai keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga oleh karakter masyarakat yang mau memilah dan mengurangi sampah sejak dari rumah.

Sementara Ketua PERMABUDHI Kota Makassar, Suzanna, S.E., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Kecamatan Wajo yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan juga dirangkaikan dengan workshop pengelolaan sampah, pembuatan eco enzyme, komposter, serta demonstrasi mesin pencacah sampah sebagai bentuk edukasi praktis kepada peserta.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian

16 Juli 2026 - 09:34 WITA

PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 09:08 WITA

Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan

14 Juli 2026 - 10:41 WITA

Dari Ego ke Eco, Permabudhi Sulsel Dorong Revolusi Penyelamatan Pangan

30 Juni 2026 - 03:24 WITA

PERMABUDHI Makassar dan Kecamatan Wajo Luncurkan Gerakan Chi Ganjing pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

24 Juni 2026 - 08:21 WITA

Trending di Berita