Menu

Mode Gelap
HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan Dari Ego ke Eco, Permabudhi Sulsel Dorong Revolusi Penyelamatan Pangan PERMABUDHI Makassar dan Kecamatan Wajo Luncurkan Gerakan Chi Ganjing pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 PERMABUDHI Sulsel Apresiasi Dedikasi Vihara Maitreya Makassar dalam Membina Umat Selama Lima Dekade

Berita

Bahas Penguatan Toleransi, Permabudhi Kota Makassar Hadiri Dialog Lintas Agama di UIN Alauddin Makassar

badge-check

Bahas Penguatan Toleransi, Permabudhi Kota Makassar Hadiri Dialog Lintas Agama di UIN  Alauddin Makassar Perbesar

UKM LDK Al Jami’ UIN Alauddin Makassar mengadakan dialog lintas agama bertema “Penguatan Nilai Toleransi Beragama Berbasis Nilai Budaya Bugis-Makassar”.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama dan pegiat lokalitas, termasuk Suzanna, SE, ketua Permabudhi Kota Makassar, yang turut hadir sebagai narasumber. Dialog ini dilaksanakan di Auditorium UIN Alauddin Makassar dan dihadiri oleh delegasi peserta Forum Komunikasi LDK Se-Sulselbar, Sabtu, 27 Juli 2024.

Suzanna dalam paparannya, menekankan pentingnya dialog antaragama sebagai upaya untuk terus memperkuat toleransi di tengah masyarakat yang multikultural. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus selalu diadakan secara berkala untuk memastikan bahwa nilai-nilai toleransi selalu terjaga dan bisa menjadi bekal dalam hidup berdampingan.

“Kegiatan seperti ini tidak ada akhirnya sebab harus selalu dekat dengan berbagai kelompok agar toleransi itu terus ada dan bisa menjadi bekal dalam hidup berdampingan di negara multikultural ini,” ujarnya.

Dalam pandangan agama Buddha, la menjelaskan bahwa Dhamma sebagal ajaran universal menjadi esensi sumber nilai ajaran Buddha. Tujuannya, agar umat Buddha memiliki pikiran, ucapan dan perilaku yang dilandasi dengan penuh cinta kasih (metta) dan welas asih/kash sayang kepada sesama,” ujar Suzanna

Para narasumber lainnya yang hadir dalam acara ini adalah tokoh agama Hindu, Islam, Katolik, Kristen, serta pegiat lokalitas yang masing-masing memberikan perspektif tentang toleransi beragama. Mereka berbagi pandangan bagaimana nilai-nilai budaya Bugis-Makassar dapat menjadi dasar yang kuat dalam membangun sikap saling menghormati antarumat beragama.

Diskusi yang berlangsung hangat ini diharapkan mampu memberikan wawasan yang lebih luas tentang pentingnya kerukunan dan kebersamaan.

Klik untuk melihat arsip dokumentasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian

16 Juli 2026 - 09:34 WITA

PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 09:08 WITA

Refleksi Hari Pajak Nasional: Saatnya Memaknai Pajak sebagai Amanah dan Kebajikan

14 Juli 2026 - 10:41 WITA

Dari Ego ke Eco, Permabudhi Sulsel Dorong Revolusi Penyelamatan Pangan

30 Juni 2026 - 03:24 WITA

PERMABUDHI Makassar dan Kecamatan Wajo Luncurkan Gerakan Chi Ganjing pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

24 Juni 2026 - 08:21 WITA

Trending di Berita