Menu

Mode Gelap
World Cleanup Day di Makassar, PERMABUDHI Sulsel Serukan Bersih Lingkungan dan Cara Berpikir Bukan Sekadar Bersih-Bersih, PERMABUDHI Makassar Dorong Warga Kelola Lingkungan dari Rumah HUT ke-81 TNI AL, Ketua PERMABUDHI Sulsel: Kuat Menjaga Kedaulatan, Besar dalam Pengabdian Kepala RS Jala Ammari: Sinergi dengan PERMABUDHI Sulsel Dekatkan Pelayanan kepada Masyarakat Bersama Melayani, PERMABUDHI Sulsel & Kodaeral VI Perkuat Kepedulian Kemanusiaan Hadiri Munas VIII, Dr. Yonggris: PSMTI Bukan Sekadar Wadah Sosial, tetapi Rumah Bersama Seluruh Marga Tionghoa

Berita

Bahas Penguatan Toleransi, Permabudhi Kota Makassar Hadiri Dialog Lintas Agama di UIN Alauddin Makassar

badge-check

Bahas Penguatan Toleransi, Permabudhi Kota Makassar Hadiri Dialog Lintas Agama di UIN  Alauddin Makassar Perbesar

UKM LDK Al Jami’ UIN Alauddin Makassar mengadakan dialog lintas agama bertema “Penguatan Nilai Toleransi Beragama Berbasis Nilai Budaya Bugis-Makassar”.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama dan pegiat lokalitas, termasuk Suzanna, SE, ketua Permabudhi Kota Makassar, yang turut hadir sebagai narasumber. Dialog ini dilaksanakan di Auditorium UIN Alauddin Makassar dan dihadiri oleh delegasi peserta Forum Komunikasi LDK Se-Sulselbar, Sabtu, 27 Juli 2024.

Suzanna dalam paparannya, menekankan pentingnya dialog antaragama sebagai upaya untuk terus memperkuat toleransi di tengah masyarakat yang multikultural. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus selalu diadakan secara berkala untuk memastikan bahwa nilai-nilai toleransi selalu terjaga dan bisa menjadi bekal dalam hidup berdampingan.

“Kegiatan seperti ini tidak ada akhirnya sebab harus selalu dekat dengan berbagai kelompok agar toleransi itu terus ada dan bisa menjadi bekal dalam hidup berdampingan di negara multikultural ini,” ujarnya.

Dalam pandangan agama Buddha, la menjelaskan bahwa Dhamma sebagal ajaran universal menjadi esensi sumber nilai ajaran Buddha. Tujuannya, agar umat Buddha memiliki pikiran, ucapan dan perilaku yang dilandasi dengan penuh cinta kasih (metta) dan welas asih/kash sayang kepada sesama,” ujar Suzanna

Para narasumber lainnya yang hadir dalam acara ini adalah tokoh agama Hindu, Islam, Katolik, Kristen, serta pegiat lokalitas yang masing-masing memberikan perspektif tentang toleransi beragama. Mereka berbagi pandangan bagaimana nilai-nilai budaya Bugis-Makassar dapat menjadi dasar yang kuat dalam membangun sikap saling menghormati antarumat beragama.

Diskusi yang berlangsung hangat ini diharapkan mampu memberikan wawasan yang lebih luas tentang pentingnya kerukunan dan kebersamaan.

Klik untuk melihat arsip dokumentasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

World Cleanup Day di Makassar, PERMABUDHI Sulsel Serukan Bersih Lingkungan dan Cara Berpikir

14 September 2026 - 02:31 WITA

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, PERMABUDHI Makassar Dorong Warga Kelola Lingkungan dari Rumah

14 September 2026 - 01:44 WITA

HUT ke-81 TNI AL, Ketua PERMABUDHI Sulsel: Kuat Menjaga Kedaulatan, Besar dalam Pengabdian

10 September 2026 - 08:07 WITA

Kepala RS Jala Ammari: Sinergi dengan PERMABUDHI Sulsel Dekatkan Pelayanan kepada Masyarakat

7 September 2026 - 04:17 WITA

Bersama Melayani, PERMABUDHI Sulsel & Kodaeral VI Perkuat Kepedulian Kemanusiaan

7 September 2026 - 04:08 WITA

Trending di Berita