Menu

Mode Gelap
PERMABUDHI Sulsel Dorong FKLA Menjadi Penggerak Kolaborasi Lintas Agama bagi Kemanusiaan PERMABUDHI Sulsel Perkuat Keterampilan Komunikasi Umat Buddha Melalui Pelatihan Nara Dhamma 2026 Menanam Harapan di Hari Anak Nasional: Eco School PERMABUDHI Makassar Menumbuhkan Generasi Peduli Lingkungan Piala Dunia dan Harmoni Antarbangsa HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

Berita

PERMABUDHI Sulsel Dorong FKLA Menjadi Penggerak Kolaborasi Lintas Agama bagi Kemanusiaan

badge-check

PMy. Hemajayo Thio, Rohaniawan Buddhis Sulawesi Selatan hadir mengukuhkan pengurus FKLA Sulsel bersama Pimpinan Majelis Agama-agama. Perbesar

PMy. Hemajayo Thio, Rohaniawan Buddhis Sulawesi Selatan hadir mengukuhkan pengurus FKLA Sulsel bersama Pimpinan Majelis Agama-agama.

Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Sulawesi Selatan menyatakan dukungan penuh atas diaktifkannya kembali Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) Sulawesi Selatan sebagai wadah kolaborasi lintas agama dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan persaudaraan. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran jajaran pengurus PERMABUDHI Sulsel pada Pengukuhan Pengurus FKLA Sulawesi Selatan yang berlangsung di Aula Keuskupan Agung Makassar, Jumat (31/7/2026).

Pengukuhan yang berlangsung di Aula Keuskupan Agung Makassar menjadi simbol kuat bahwa keberagaman dapat tumbuh melalui ruang-ruang perjumpaan yang inklusif. Kepengurusan FKLA Sulawesi Selatan dikukuhkan oleh unsur majelis-majelis agama di Sulawesi Selatan sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi lintas agama untuk kemanusiaan. Pada kepengurusan periode ini, PERMABUDHI Sulawesi Selatan mengutus 10 orang pengurus untuk turut mengambil peran dalam menjalankan berbagai program FKLA.

Mewakili Ketua PERMABUDHI Sulawesi Selatan, PMy. Hemajayo Thio hadir dalam prosesi pengukuhan sekaligus menyampaikan apresiasi atas diaktifkannya kembali FKLA. Menurutnya, kehadiran FKLA menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarumat beragama melalui aksi-aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“PERMABUDHI Sulawesi Selatan mengucapkan selamat atas pengukuhan Pengurus FKLA Sulawesi Selatan. Kami menyambut baik diaktifkannya kembali forum ini sebagai rumah bersama bagi seluruh elemen lintas agama untuk menguatkan nilai-nilai kemanusiaan. Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dalam berbagai program sosial, pendidikan, lingkungan, maupun tanggap bencana, sehingga semangat persaudaraan tidak berhenti pada dialog, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar PMy. Hemajayo Thio.

Ketua Umum FKLA Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Mustari Bosra, M.A., menjelaskan bahwa FKLA merupakan gagasan yang dirintis almarhum Prof. Dr. H. Wahyuddin Naro bersama almarhum Dr. Arkam Azikin dan mendapat dukungan para pimpinan enam agama di Sulawesi Selatan. Setelah sempat vakum, forum tersebut kembali diaktifkan untuk menjadi wadah persaudaraan lintas agama yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.

Menurutnya, FKLA akan menjalankan sembilan bidang program kerja secara berkelanjutan, dengan agenda terdekat Jalan Sehat Harmoni Kemanusiaan yang dirangkaikan dengan Deklarasi Kasih Sayang Kemanusiaan dan Deklarasi Penolakan Segala Bentuk Kekerasan.

Pengukuhan turut dihadiri Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus FKLA Sulawesi Selatan. Ia menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, FKLA diharapkan tidak hanya hadir ketika terjadi bencana, tetapi juga menjadi penggerak kolaborasi dalam bidang pendidikan, lingkungan, dan berbagai persoalan sosial lainnya. Keberhasilan Kota Makassar meraih Harmony Award menjadi bukti bahwa harmoni dan keberagaman merupakan modal penting dalam membangun kota yang aman, inklusif, dan sejahtera.

Senada dengan itu, mewakili Keuskupan Agung Makassar, Pastor Albert Arina menyampaikan bahwa FKLA memiliki karakter yang khas karena lahir dari kepedulian para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Ia berharap semangat yang lahir dari pengukuhan di Aula Keuskupan Agung Makassar menjadi pesan bahwa rumah-rumah ibadah dapat menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat persatuan, toleransi, dan pelayanan kemanusiaan.

Bagi PERMABUDHI Sulsel, semangat tersebut sejalan dengan komitmen untuk terus membangun sinergi lintas agama melalui aksi-aksi yang menghadirkan manfaat nyata, sekaligus memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan saling menghormati.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

PERMABUDHI Sulsel Perkuat Keterampilan Komunikasi Umat Buddha Melalui Pelatihan Nara Dhamma 2026

28 Juli 2026 - 06:30 WITA

Menanam Harapan di Hari Anak Nasional: Eco School PERMABUDHI Makassar Menumbuhkan Generasi Peduli Lingkungan

22 Juli 2026 - 07:58 WITA

Piala Dunia dan Harmoni Antarbangsa

20 Juli 2026 - 01:18 WITA

HUT ke-49 RSAL Jala Ammari: PERMABUDHI Sulsel dan IMKIS Unhas Hadir Menguatkan Pelayanan dan Kepedulian

16 Juli 2026 - 09:34 WITA

PERMABUDHI Sulsel dan RSAL Jala Ammari Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 09:08 WITA

Trending di Berita