Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Bimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan dan TVRI Sulawesi Selatan dalam menyelenggarakan Pelatihan Komunikasi Publik (Nara Dhamma) 2026 di Aula Mitra Sabha, Hasmitra Gemilang, Jalan Ahmad Yani No. 7A Makassar, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 36 peserta dari unsur majelis agama Buddha, vihara, cetiya, TITD, organisasi Buddhis, PERGABI, serta umat Buddha umum ini menjadi bagian dari upaya PERMABUDHI Sulawesi Selatan dalam memperkuat kapasitas komunikasi publik umat Buddha di era digital.
Pelatihan secara resmi dibuka oleh Pembimbing Masyarakat Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Sumarjo, S.Ag., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada PERMABUDHI Sulawesi Selatan, TVRI Sulawesi Selatan, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, sinergi antara organisasi keagamaan, media, dan pemerintah merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas komunikasi publik umat Buddha di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Sumarjo berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa kemampuan berkomunikasi menjadi bekal penting bagi para dharmaduta dalam menyampaikan nilai-nilai Dhamma secara bijaksana, santun, serta mampu menjangkau masyarakat melalui berbagai media komunikasi.
“Semoga kegiatan ini berlangsung dengan lancar, memberikan wawasan dan keterampilan yang bermanfaat, serta melahirkan dharmaduta yang mampu menyampaikan informasi publik secara profesional, inspiratif, dan mencerminkan nilai-nilai Buddha,” ujar Sumarjo.
Ketua PERMABUDHI Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Yonggris, M.M., menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu langkah strategis organisasi dalam mempersiapkan sumber daya manusia Buddhis yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu berperan aktif di ruang publik maupun digital.
Menurutnya, penguasaan materi dan pengetahuan saja belum cukup tanpa kemampuan menyampaikan pesan secara tepat kepada masyarakat.
“Kegiatan ini sangat penting, karena walaupun kita punya pengetahuan yang cukup, tetapi cara penyampaian juga harus tepat, menarik, dan memberi manfaat untuk semua,” kata Yonggris.






Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berasal dari berbagai majelis, vihara, cetiya, dan organisasi Buddhis se-Sulawesi Selatan yang telah menunjukkan komitmen untuk mengembangkan kapasitas diri melalui pelatihan tersebut.
Yonggris menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PERMABUDHI Sulawesi Selatan, Bimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, dan TVRI Sulawesi Selatan dalam mendukung peningkatan kualitas komunikasi publik umat Buddha.
Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pada 26 Juli dan 2 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga memperkuat keterampilan praktis peserta dalam berkomunikasi di berbagai platform.
Turut hadir sebagai mentor utama, Dr. Eddyman Ferrial, yang membawakan materi bertajuk “Menguatkan Peran Umat Buddha di Era Digital.” Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya komunikasi yang efektif, adaptif, dan bertanggung jawab dalam menghadapi perkembangan media dan teknologi informasi.
Lebih lanjut, Yonggris menyampaikan bahwa salah satu luaran yang diharapkan dari pelatihan ini adalah lahirnya kader-kader Nara Dhamma yang mampu menyampaikan ajaran Buddha secara baik di berbagai ruang komunikasi.
“Output kegiatan ini adalah mempersiapkan Nara Dhamma, orang-orang yang akan menyampaikan Dhamma di ruang-ruang publik maupun digital, baik melalui siaran televisi, radio, maupun kanal-kanal media sosial yang dimiliki masing-masing,” ujarnya.
Melalui Pelatihan Komunikasi Publik (Nara Dhamma) 2026, PERMABUDHI Sulawesi Selatan berharap semakin banyak umat Buddha yang memiliki keterampilan komunikasi yang baik, mampu menjadi penyampai informasi keagamaan yang edukatif dan inspiratif, serta berkontribusi dalam mensyiarkan dan melestarikan Buddha Dhamma yang relevan dengan perkembangan zaman.








Komentar ditutup.