Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Kota Makassar berkolaborasi dengan Kecamatan Wajo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pemilahan Sampah dan Tata Kelola Pengurangan Sampah Organik” di Aula Bank Hasamitra, Kamis, 11 Juni 2026.

Kegiatan ini diikuti seluruh RT dan RW se-Kecamatan Wajo sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

FGD menghadirkan narasumber Dr. Mashud Azikin, Anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar. Sebanyak 169 RT dan 45 RW dari delapan kelurahan hadir mengikuti kegiatan yang dirangkaikan dengan workshop pengelolaan sampah oleh TPS3R Satando dan demonstrasi mesin pencacah sampah organik, pembuatan eco enzyme, komposter Aerob hingga budidaya Maggot.

Ketua PERMABUDHI Kota Makassar, Suzanna, S.E., M.Pd., mengatakan persoalan sampah hanya dapat diselesaikan melalui kerja bersama seluruh unsur masyarakat. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum menyamakan visi dalam membangun Kecamatan Wajo yang lebih ramah lingkungan.

“Hari ini kita sudah bertemu dan memiliki tujuan yang sama. Kita bersepakat menuju Kecamatan Wajo yang lebih ramah lingkungan dan mendukung program Makassar Zero Waste. Ini tidak mungkin tercapai tanpa keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai RT, RW, lurah hingga warga,” kata Suzanna.

Sementara itu, Ketua PERMABUDHI Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Yonggris, M.M., menegaskan bahwa persoalan sampah telah menjadi isu darurat yang membutuhkan kepedulian semua pihak. Ia menilai pengurangan sampah harus dimulai dari perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat.

“Banyak orang masih menganggap urusan sampah adalah tugas orang lain. Padahal ini adalah tanggung jawab bersama. Kita membutuhkan sistem kerja yang baik mulai dari RT, RW hingga TPA dengan tujuan yang sama, yaitu mengurangi sampah,” ujarnya.

Dr. Yonggris juga menegaskan komitmen PERMABUDHI dalam menjaga lingkungan melalui program Eco Dhamma, seperti Gerakan Ego to Eco ‘Makan Habis Tanpa Sisa’, Bioberkah, penanaman biopori, penghijauan, dan edukasi lingkungan yang sebelumnya telah dilaksanakan di sekolah, rumah ibadah, wilayah pesisir hingga pesantren.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran Gerakan Chiganjing “Makan Habis Tanpa Sisa” yang dilaksanakan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2026, di SDN Sangir Makassar.

Pelaksana Tugas Camat Wajo, Ivan Kala’lembang, S.H., M.H., berharap para RT dan RW dapat menjadi garda terdepan dalam membangun budaya pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diteruskan kepada masyarakat. Mari mulai memilah sampah dari rumah, memanfaatkan sampah plastik dan mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat. Jika semua bergerak bersama, cita-cita Makassar bebas sampah pada 2029 dapat terwujud,” katanya.