Menu

Mode Gelap
World Cleanup Day di Makassar, PERMABUDHI Sulsel Serukan Bersih Lingkungan dan Cara Berpikir Bukan Sekadar Bersih-Bersih, PERMABUDHI Makassar Dorong Warga Kelola Lingkungan dari Rumah HUT ke-81 TNI AL, Ketua PERMABUDHI Sulsel: Kuat Menjaga Kedaulatan, Besar dalam Pengabdian Kepala RS Jala Ammari: Sinergi dengan PERMABUDHI Sulsel Dekatkan Pelayanan kepada Masyarakat Bersama Melayani, PERMABUDHI Sulsel & Kodaeral VI Perkuat Kepedulian Kemanusiaan Hadiri Munas VIII, Dr. Yonggris: PSMTI Bukan Sekadar Wadah Sosial, tetapi Rumah Bersama Seluruh Marga Tionghoa

Berita

Dharma Shanti Nyepi di Makassar, Permabudhi Sulsel Tegaskan Warisan Luhur Persaudaraan Hindu–Buddha

badge-check

Dharma Shanti Nyepi di Makassar, Permabudhi Sulsel Tegaskan Warisan Luhur Persaudaraan Hindu–Buddha Perbesar

Suasana hangat dan penuh persaudaraan terasa dalam perayaan Dharma Shanti Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 tingkat Kota Makassar yang digelar di Hotel Harper Perintis, Jumat (3/4/2026) malam.

Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian Hari Raya Nyepi sekaligus ruang perjumpaan lintas agama untuk merawat harmoni di tengah keberagaman masyarakat kota.

Perayaan Nyepi sendiri dikenal dengan praktik tapa brata penyepian, termasuk berpuasa selama 24 jam sebagai bentuk pengendalian diri. Tradisi ini tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai refleksi untuk memadamkan api nafsu, emosi, dan kemarahan dalam diri, sekaligus menjadi momentum introspeksi agar umat menjadi pribadi yang lebih baik di tahun baru Saka.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Makassar, Dewa Nyoman Mahendrajaya, menegaskan bahwa Dharma Shanti merupakan puncak perayaan Nyepi yang tujuannya mengajak umat untuk memperkuat persaudaraan, tidak hanya di antara umat Hindu tetapi juga dengan seluruh elemen.

“Dharma Shanti ini kita mengajak umat Hindu di Kota Makassar untuk merawat hubungan, mendekatkan kepada umat pentingnya hidup rukun dan berdampingan, baik dengan sesama umat, lintas agama, maupun pemerintah. Kerukunan itu harus terus kita jaga,” ujarnya.

Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh lintas agama, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Selatan dan Makassar.

Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menilai keberagaman yang hidup di Makassar merupakan modal sosial yang sangat kuat bagi pembangunan.

“Keberagaman berjalan dengan sangat baik di kota ini. Kita merayakan Natal bersama, Cap Go Meh bersama, Idul Fitri, lalu Nyepi hingga Jumat Agung dan Paskah. Ini adalah kekuatan besar bagi proses pembangunan Kota Makassar,” ujarnya.

Munafri juga menyampaikan komitmen pemerintah kota untuk terus memperkuat nilai toleransi, termasuk dengan mendorong ruang-ruang kebersamaan bagi seluruh umat beragama.

 

Sementara itu, Ketua Permabudhi Sulawesi Selatan, Yonggris, M.M, hadir bersama jajaran pengurus sebagai bentuk dukungan terhadap semangat kebersamaan lintas iman.

Dalam kesempatannya, ia menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Saka, selamat atas pelaksanaan Hari Nyepi, serta apresiasi atas terselenggaranya Dharma Shanti.

Ia menuturkan bahwa umat Hindu dan Buddha tidak hanya hidup berdampingan saat ini, tetapi telah sejak lama menunjukkan teladan harmoni melalui warisan leluhur Nusantara, di mana kedua ajaran mampu menyatu dalam kehidupan sosial, spiritual, dan nilai-nilai kebijaksanaan.

“Persaudaraan ini adalah warisan luhur, sekaligus amanah yang harus kita jaga, rawat, dan terus kita hidupkan, hari ini dan di masa yang akan datang.”

Ia juga menambahkan bahwa dalam semangat tersebut, bersama umat agama lain, seluruh elemen masyarakat diajak untuk terus berkontribusi melalui karya bakti bagi bangsa, negara, dan kemanusiaan.

Selain itu, ia menyampaikan terima kasih atas persaudaraan yang telah terjalin dengan baik selama ini, serta berharap keharmonisan tersebut senantiasa menjadi kekuatan bersama dalam kehidupan bermasyarakat.

Di tengah dinamika sosial masyarakat modern, Dharma Shanti malam itu menjadi pengingat bahwa kebersamaan tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kesediaan untuk saling memahami dan menghormati perbedaan.

Dalam semangat tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju,” pesan yang mengemuka dari Makassar malam itu sederhana namun mendalam: keberagaman bukan sekadar realitas, melainkan kekuatan yang harus terus dirawat bersama.

 
 

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

World Cleanup Day di Makassar, PERMABUDHI Sulsel Serukan Bersih Lingkungan dan Cara Berpikir

14 September 2026 - 02:31 WITA

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, PERMABUDHI Makassar Dorong Warga Kelola Lingkungan dari Rumah

14 September 2026 - 01:44 WITA

HUT ke-81 TNI AL, Ketua PERMABUDHI Sulsel: Kuat Menjaga Kedaulatan, Besar dalam Pengabdian

10 September 2026 - 08:07 WITA

Kepala RS Jala Ammari: Sinergi dengan PERMABUDHI Sulsel Dekatkan Pelayanan kepada Masyarakat

7 September 2026 - 04:17 WITA

Bersama Melayani, PERMABUDHI Sulsel & Kodaeral VI Perkuat Kepedulian Kemanusiaan

7 September 2026 - 04:08 WITA

Trending di Berita