Menu

Mode Gelap
Permabudhi Sulsel Hadiri Buka Puasa Bersama Keuskupan Agung Makassar, Meneguhkan Persaudaraan Lintas Iman Menyelami Tradisi Arak-Arakan Dewa di Jappa Jokka Cap Go Meh Harlah GEMABUDHI ke-40 dan 1 Tahun Kepengurusan GEMABUDHI Sulawesi Selatan: Sosialisasi dan Penuangan Eco Enzyme di Kanal Jongaya Empat Dekade GEMABUDHI: Momentum Transformasi dan Ekspansi Gerakan Pemuda Buddhis dari Daerah ke Nasional Permabudhi Sulsel Dukung Festival Mulia Ramadan, Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi Sosial di Makassar Hangatnya Pertemuan Pemuda Hindu-Buddha: Gemabudhi dan Peradah Sulsel Perkuat Barisan di PAKEMDA

Berita

Seminar Nasional di UIN Alauddin Makassar Usung Semangat Deklarasi Istiqlal sebagai Resolusi Konflik Global

badge-check


					Seminar Nasional di UIN Alauddin Makassar Usung Semangat Deklarasi Istiqlal sebagai Resolusi Konflik Global Perbesar

Fakultas Ushuluddin, Filsafat, dan Politik UIN Alauddin Makassar sukses menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Semangat Deklarasi Istiqlal untuk Resolusi Konflik: Perspektif Agama-agama”.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Bali Interfaith Movement 2024, yang akan digelar pada 14-15 Desember mendatang. Seminar ini dihadiri puluhan peserta, termasuk akademisi, mahasiswa, dan aktivis lintas agama.

Dalam sambutannya, Prof. Muhaimin, Dekan Fakultas Ushuluddin, menekankan pentingnya seminar ini sebagai langkah awal untuk melahirkan gagasan dan rekomendasi terkait resolusi konflik global.

“Kampus adalah tempat melahirkan ide-ide besar. Deklarasi Istiqlal harus menjadi pijakan dalam membangun harmoni lintas agama dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Salah satu pembicara utama dalam seminar ini adalah Dr. Ir. Yonggris., M.M Ketua Permabudhi Sulawesi Selatan. Dalam materinya yang bertajuk Deklarasi Istiqlal: Jalan Kemanusiaan Menuju Keharmonisan, ia mengapresiasi keberadaan deklarasi ini sebagai momentum penting dalam menyatukan nilai-nilai kemanusiaan dan pelestarian lingkungan.

“Deklarasi Istiqlal adalah tonggak sejarah yang menyerukan kerja sama lintas agama untuk menghadapi tantangan kemanusiaan dan krisis lingkungan,” ujarnya.

Seminar ini juga menghadirkan sejumlah narasumber lain, termasuk Dr. Nurman Sai dari UIN Alauddin dan Pdt. Lidya K. Tandirerung dari STFT Intim Makassar. Mereka membahas pentingnya dialog lintas agama sebagai sarana untuk menyelesaikan konflik dan membangun rasa saling menghormati.

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, yang turut hadir dalam seminar ini, menyoroti relevansi deklarasi tersebut dengan isu ekologi.

“Deklarasi ini menekankan pentingnya introspeksi ekologis untuk menjaga keseimbangan alam. Kita perlu mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada generasi mendatang,” katanya.

Kegiatan yang dipandu oleh Suaib Pranowo dari Gusdurian Sulampua ini ditutup dengan seruan untuk memperkuat kerja sama antaragama dan memulai aksi nyata pelestarian lingkungan. Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal menuju forum Bali Interfaith Movement 2024, yang akan menjadi ajang diskusi internasional tentang kemanusiaan dan lingkungan hidup.

Baca Lainnya

Permabudhi Sulsel Hadiri Buka Puasa Bersama Keuskupan Agung Makassar, Meneguhkan Persaudaraan Lintas Iman

9 Maret 2026 - 12:58 WITA

Menyelami Tradisi Arak-Arakan Dewa di Jappa Jokka Cap Go Meh

9 Maret 2026 - 07:04 WITA

Harlah GEMABUDHI ke-40 dan 1 Tahun Kepengurusan GEMABUDHI Sulawesi Selatan: Sosialisasi dan Penuangan Eco Enzyme di Kanal Jongaya

8 Maret 2026 - 12:01 WITA

Empat Dekade GEMABUDHI: Momentum Transformasi dan Ekspansi Gerakan Pemuda Buddhis dari Daerah ke Nasional

19 Februari 2026 - 03:24 WITA

Permabudhi Sulsel Dukung Festival Mulia Ramadan, Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi Sosial di Makassar

19 Februari 2026 - 02:49 WITA

Trending di Berita