Semangat persaudaraan lintas iman kembali dipertemukan dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Keuskupan Agung Makassar di Aula Keuskupan Agung Makassar, Senin (9/3/26).
Mengusung tema “Berjalan Bersama dalam Merajut Persaudaraan Sejati, untuk Indonesia Damai, Harmoni dan Rukun,” kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi bagi berbagai tokoh agama, organisasi masyarakat, serta komunitas lintas iman di Sulawesi Selatan.
Acara tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari tokoh agama, perwakilan pemerintah, organisasi keagamaan, hingga organisasi kepemudaan lintas iman. Turut hadir pula Dr. Ir. Yonggris., M.M, Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan bersama jajaran pengurus, didampingi Ketua Permabudhi Makassar Suzanna. S.E., M.Pd
Kehadiran Permabudhi Sulawesi Selatan menjadi simbol kuat keterlibatan komunitas Buddha dalam merawat ruang dialog dan kebersamaan antarumat beragama di daerah ini.
Komisi Kerawam Keuskupan Agung Makassar melalui Pastor Albert Arina menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial keagamaan, melainkan upaya membangun komitmen bersama dalam merawat kehidupan kebangsaan yang damai.
“Kita membangun komitmen bersama dalam membangun Indonesia yang harmonis, rukun, dan damai,” ujar Albert dalam sambutannya.
Apresiasi disampaikan oleh Prof. KH. Mustari Bosra, Wakil Ketua MUI Sulsel. Ia menilai kegiatan yang digagas Keuskupan Agung Makassar tersebut menjadi wadah penting bagi masyarakat lintas iman untuk memperkuat silaturahmi.
Menurutnya, sejarah panjang bangsa Indonesia telah menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara hidup berdampingan jauh sebelum kemerdekaan. Kerukunan tersebut, kata dia, merupakan fondasi sosial yang harus terus dijaga.
“Sejarah menunjukkan kita semua bersaudara. Kita semua adalah pendatang yang hidup bersama di Bumi Nusantara,” katanya.
Ia menambahkan bahwa setiap umat beragama tentu meyakini kebenaran ajaran agamanya masing-masing. Namun keyakinan tersebut tidak boleh menjadi penghalang untuk saling menghormati dan menghargai.
“Justru di situlah pentingnya toleransi, saling menghargai, dan tidak merendahkan satu sama lain,” ujarnya, sembari mengajak seluruh masyarakat untuk terus berpegang pada semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Uskup Agung Makassar, Mrg. Fransiskus Nipa, dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada umat Muslim. Ia memulai rangkaian acara dengan doa bersama untuk perdamaian dunia.
“Semoga semangat kebersamaan dan persaudaraan selalu membersamai kita semua,” kata Fransiskus.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid, dalam kesempatan itu menekankan pentingnya toleransi, kesetaraan, dan kerja sama antarumat beragama.
“Momentum seperti ini menunjukkan bahwa nilai toleransi, kesetaraan, dan kerja sama benar-benar hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Bagi Permabudhi Sulawesi Selatan, kehadiran dalam forum seperti ini bukan sekadar partisipasi simbolik. Ia menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga ruang perjumpaan, memperkuat persaudaraan lintas iman, serta merawat harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia.







