Menu ✖

Mode Gelap
PERMABUDHI dan Tzu Chi Makassar Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Jantung PERMABUDHI Sulsel Dukung Festival Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama Pembimas Buddha Sulsel Luncurkan METTA VIHARA, PERMABUDHI Sulsel Dukung Vihara Ramah Lingkungan Walk for Peace, Act for Earth: Menelusuri Ingatan Konflik, Merawat Perdamaian, dan Bergerak untuk Bumi Solidaritas Lintas Agama FKLA Sulsel untuk NTT, Bantuan Menjangkau Pulau Flores Kue Bulan dalam “POV Buddhis”, dari Tradisi hingga Praktik Dhamma

Berita

Melihat “Dosa Ekologis” di TPA Antang, PERMABUDHI Makassar Dorong Kesadaran Jadi Gerakan

badge-check

Melihat “Dosa Ekologis” di TPA Antang, PERMABUDHI Makassar Dorong Kesadaran Jadi Gerakan Perbesar

Puluhan orang berjalan menyusuri TPA Antang, melihat dari dekat tumpukan sampah yang menjadi muara dari kebiasaan membuang sampah setiap hari. Dari tempat itu, Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Kota Makassar mengajak peserta melihat kembali persoalan lingkungan melalui kesadaran yang lebih nyata.

Sejak pagi hari, 50 peserta mengikuti walking tour TPA Antang dalam program Trash-Talk & Track (Ego to Eco) yang diinisiasi Komunitas Jalan Bareng bersama PERMABUDHI Kota Makassar dan Dewan Lingkungan Kota Makassar. 

Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk melihat langsung kondisi TPA sekaligus memahami bahwa persoalan sampah di hilir tidak terlepas dari apa yang dilakukan masyarakat dari sumbernya.

Kondisi TPA Antang yang telah mengalami kelebihan kapasitas menjadi gambaran nyata dari persoalan tersebut. Sejak 1 Agustus, TPA Antang tidak lagi menerima sampah organik dan plastik, melainkan hanya sampah residu. 

Pemerintah Kota Makassar juga mendorong pemilahan sampah dari sumber sebagai bagian dari upaya mengakhiri pola open dumping dan membangun sistem pengelolaan yang lebih bertanggung jawab.

Ketua PERMABUDHI Kota Makassar, Suzanna, S.E., M.Pd., mengatakan persoalan sampah merupakan masalah klasik yang terus digaungkan. Namun, persoalan tersebut tidak akan berubah jika kesadaran tidak diterjemahkan menjadi tindakan.

“Masalah sampah adalah masalah klasik yang terus digaungkan. Ketika semua memilih tidak bergerak, maka masalah ini akan terus berlanjut,” ujar Suzanna.

Melalui kampanye Ego to Eco, PERMABUDHI Makassar mendorong masyarakat untuk bergerak dari kesadaran menuju praktik. Bagi Suzanna, pemilahan sampah dari rumah merupakan salah satu langkah sederhana untuk memutus persoalan dari sumbernya. Semangat tersebut juga digaungkan melalui pesan “Cegah Berkah Jadi Sampah & Ubah Sampah Jadi Berkah.”

Setelah melihat langsung kondisi TPA Antang, peserta mengikuti diskusi tata kelola sampah terpadu dan workshop pembuatan eco enzyme, dilanjutkan pembagian bibit pohon buah. Anggota Dewan Lingkungan Hidup, Dr. Mashud Azikin, turut menyampaikan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam menghadapi persoalan lingkungan di Kota Makassar.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ajakan untuk mengubah cara pandang: apa yang terlihat sebagai sampah di hilir adalah konsekuensi dari keputusan di hulu, sehingga perubahan harus dimulai dari kesadaran setiap orang.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

PERMABUDHI dan Tzu Chi Makassar Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Jantung

5 Oktober 2026 - 06:57 WITA

PERMABUDHI Sulsel Dukung Festival Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama

5 Oktober 2026 - 06:48 WITA

Pembimas Buddha Sulsel Luncurkan METTA VIHARA, PERMABUDHI Sulsel Dukung Vihara Ramah Lingkungan

30 September 2026 - 01:46 WITA

Walk for Peace, Act for Earth: Menelusuri Ingatan Konflik, Merawat Perdamaian, dan Bergerak untuk Bumi

30 September 2026 - 01:23 WITA

Solidaritas Lintas Agama FKLA Sulsel untuk NTT, Bantuan Menjangkau Pulau Flores

30 September 2026 - 01:02 WITA

Trending di Berita