Menu

Mode Gelap
Kepala RS Jala Ammari: Sinergi dengan PERMABUDHI Sulsel Dekatkan Pelayanan kepada Masyarakat Bersama Melayani, PERMABUDHI Sulsel & Kodaeral VI Perkuat Kepedulian Kemanusiaan Hadiri Munas VIII, Dr. Yonggris: PSMTI Bukan Sekadar Wadah Sosial, tetapi Rumah Bersama Seluruh Marga Tionghoa PERMABUDHI Sulsel Salurkan Bantuan untuk Dapur Umum Korban Kebakaran Asrama Mattoangin Mimbar Agama Buddha TVRI Sulsel Bahas Nilai Agama dan Kepedulian dalam Kehidupan Mimbar Agama Buddha RRI Bahas Hukum Karma yang Adil

Berita

Ketua PERMABUDHI Sulsel dorong Harmoni Kemerdekaan jadi Budaya Keagamaan

badge-check

Ketua PERMABUDHI Sulsel dorong Harmoni Kemerdekaan jadi Budaya Keagamaan Perbesar

Kemerdekaan tidak hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang bagaimana setiap anak bangsa memiliki ruang untuk hidup, beribadah, dan menjalankan keyakinannya dengan aman. Semangat itulah yang dihadirkan melalui Harmoni Kemerdekaan, Malam Renungan dan Doa Kebangsaan Lintas Agama di Taman Pakui Sayang, Makassar, 16 Agustus 2026.

Sebagai inisiator kegiatan, Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Sulawesi Selatan Dr. Ir. Yonggris, M.M., menyebut Harmoni Kemerdekaan sebagai momen spesial untuk mempertemukan keberagaman spiritual dalam satu semangat kebangsaan.

β€œIni adalah momen spesial yang bisa kita gunakan bersama-sama untuk mempersatukan spirit kebangsaan kita dalam keberagaman spiritual,” ujarnya.

Menurut Yonggris, harmoni merupakan keselarasan yang tumbuh di tengah keberagaman. Setiap umat hadir dengan identitas dan keyakinannya masing-masing, tanpa harus melepaskannya. Justru dalam perbedaan tersebut, kemerdekaan memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk menjalankan aktivitas ibadah, kehidupan spiritual, maupun aktivitas sosial secara aman dan bebas.

Ia mengibaratkan kemerdekaan sebagai sebuah rumah yang diberikan kepada seluruh anak bangsa. Namun, kemerdekaan saja belum cukup. Keharmonisanlah yang membuat rumah tersebut menjadi indah dan membahagiakan. Karena itu, Harmoni Kemerdekaan menjadi ajakan untuk mengisi kemerdekaan dengan keberagaman, kerukunan, dan kehidupan yang selaras sebagai sesama warga bangsa.

Yonggris berharap Harmoni Kemerdekaan tidak berhenti sebagai sebuah perhelatan, tetapi dapat tumbuh menjadi budaya keagamaan di Sulawesi Selatan. Melalui renungan, doa kebangsaan dan pentas seni lintas agama, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang yang terus mempertemukan perbedaan dalam semangat persaudaraan, sehingga kemerdekaan tidak hanya dirayakan, tetapi juga dirasakan melalui kehidupan yang harmonis.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kepala RS Jala Ammari: Sinergi dengan PERMABUDHI Sulsel Dekatkan Pelayanan kepada Masyarakat

7 September 2026 - 04:17 WITA

Bersama Melayani, PERMABUDHI Sulsel & Kodaeral VI Perkuat Kepedulian Kemanusiaan

7 September 2026 - 04:08 WITA

Hadiri Munas VIII, Dr. Yonggris: PSMTI Bukan Sekadar Wadah Sosial, tetapi Rumah Bersama Seluruh Marga Tionghoa

7 September 2026 - 01:24 WITA

PERMABUDHI Sulsel Salurkan Bantuan untuk Dapur Umum Korban Kebakaran Asrama Mattoangin

2 September 2026 - 03:24 WITA

Mimbar Agama Buddha TVRI Sulsel Bahas Nilai Agama dan Kepedulian dalam Kehidupan

2 September 2026 - 03:23 WITA

Trending di Berita