Menu

Mode Gelap
Permabudhi Sulsel Hadiri Buka Puasa Bersama Keuskupan Agung Makassar, Meneguhkan Persaudaraan Lintas Iman Menyelami Tradisi Arak-Arakan Dewa di Jappa Jokka Cap Go Meh Harlah GEMABUDHI ke-40 dan 1 Tahun Kepengurusan GEMABUDHI Sulawesi Selatan: Sosialisasi dan Penuangan Eco Enzyme di Kanal Jongaya Empat Dekade GEMABUDHI: Momentum Transformasi dan Ekspansi Gerakan Pemuda Buddhis dari Daerah ke Nasional Permabudhi Sulsel Dukung Festival Mulia Ramadan, Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi Sosial di Makassar Hangatnya Pertemuan Pemuda Hindu-Buddha: Gemabudhi dan Peradah Sulsel Perkuat Barisan di PAKEMDA

Berita

Hari Jadi ke-418, Ketua Permabudhi Makassar : Momentum Bangkitkan Kesadaran Sosial

badge-check


					Hari Jadi ke-418, Ketua Permabudhi Makassar : Momentum Bangkitkan Kesadaran Sosial Perbesar

Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Kota Makassar, Suzanna, S.E., M.Pd., menyampaikan pesan reflektif pada peringatan Hari Jadi Kota Makassar ke-418,  (9/11/2025). Ia menilai perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap kota yang telah menjadi rumah bersama bagi warganya yang majemuk.

“Makassar adalah rumah kita, rumah untuk semua. Kita besar dan hidup di kota ini. Telah banyak yang Makassar berikan kepada kita, sekarang pertanyaannya: apa yang sudah kita beri untuk kota tercinta ini?” ungkap Suzanna dengan nada reflektif.

Menurutnya, tema peringatan tahun ini, “Merajut Harmoni, Membangun Kebersamaan,” sejalan dengan nilai-nilai luhur dalam ajaran Buddha yang menekankan pentingnya mettā (cinta kasih) dan karuṇā (welas asih) dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Ia menegaskan bahwa keharmonisan kota tidak akan terwujud hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi melalui kesadaran dan partisipasi aktif setiap warga dalam menjaga lingkungan dan kebajikan bersama.

“Sebagai umat Buddha, kita diajarkan untuk berterima kasih bukan hanya dengan kata, tetapi dengan tindakan. Maka rasa terima kasih kita kepada Makassar dapat diwujudkan dengan turut merawat kota ini dengan menjaga kebersihan, menebar kebaikan, dan memperkuat rasa saling menghargai antarwarga,” ujarnya.

Suzanna juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika, atas berbagai inovasi dan upaya membangun kota yang modern dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge. Ia menilai kolaborasi lintas agama dan komunitas menjadi kekuatan utama yang menjadikan Makassar tetap kokoh di tengah dinamika zaman.

“Cinta terhadap kota bukan hanya soal tinggal di dalamnya, tetapi bagaimana kita menjaganya agar tetap menjadi tempat yang damai bagi semua. Perayaan ini bukan hanya mengenang usia kota, tetapi mengingatkan kita untuk berbuat sesuatu bagi rumah besar bernama Makassar,” pungkasnya.

Dengan pesan yang lembut namun menggetarkan, Suzanna mengajak seluruh umat Buddha dan masyarakat luas untuk menjadikan Hari Jadi Kota Makassar sebagai momentum kebangkitan kesadaran sosial bahwa mencintai kota berarti turut menjaga harmoni, kebersihan, dan kebajikan di dalamnya. Bagi Ketua Permabudhi, menjadi warga yang baik adalah bentuk tertinggi dari rasa terima kasih kepada tanah tempat berpijak.

Baca Lainnya

Permabudhi Sulsel Hadiri Buka Puasa Bersama Keuskupan Agung Makassar, Meneguhkan Persaudaraan Lintas Iman

9 Maret 2026 - 12:58 WITA

Menyelami Tradisi Arak-Arakan Dewa di Jappa Jokka Cap Go Meh

9 Maret 2026 - 07:04 WITA

Harlah GEMABUDHI ke-40 dan 1 Tahun Kepengurusan GEMABUDHI Sulawesi Selatan: Sosialisasi dan Penuangan Eco Enzyme di Kanal Jongaya

8 Maret 2026 - 12:01 WITA

Empat Dekade GEMABUDHI: Momentum Transformasi dan Ekspansi Gerakan Pemuda Buddhis dari Daerah ke Nasional

19 Februari 2026 - 03:24 WITA

Permabudhi Sulsel Dukung Festival Mulia Ramadan, Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi Sosial di Makassar

19 Februari 2026 - 02:49 WITA

Trending di Berita