Menu ✖

Mode Gelap
PERMABUDHI dan Tzu Chi Makassar Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Jantung PERMABUDHI Sulsel Dukung Festival Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama Pembimas Buddha Sulsel Luncurkan METTA VIHARA, PERMABUDHI Sulsel Dukung Vihara Ramah Lingkungan Walk for Peace, Act for Earth: Menelusuri Ingatan Konflik, Merawat Perdamaian, dan Bergerak untuk Bumi Solidaritas Lintas Agama FKLA Sulsel untuk NTT, Bantuan Menjangkau Pulau Flores Kue Bulan dalam “POV Buddhis”, dari Tradisi hingga Praktik Dhamma

Berita

Hadiri EcoYouth Class di Golden Gate School, Dra. Jo Kumala Dewi Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Isu Lingkungan

badge-check

Hadiri EcoYouth Class di Golden Gate School, Dra. Jo Kumala Dewi Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Isu Lingkungan Perbesar

Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Kota Makassar menghadirkan Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc., Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup, sebagai pembicara utama dalam Eco Youth Class di Golden Gate School, Jumat 21 November 2025.

Kehadiran Ibu Jo memberi warna berbeda pada kelas wawasan lingkungan ini, terutama ketika isu perubahan iklim makin mendesak untuk dipahami generasi muda. Ia membuka sesi dengan penegasan bahwa tantangan ekologis kini bukan lagi persoalan akademis.

“Isu lingkungan bukan lagi wacana kampus, tetapi persoalan hidup sehari-hari yang akan menentukan masa depan Indonesia,” ujarnya.

Dalam paparannya, Ibu Jo menyoroti perubahan iklim sebagai ancaman yang telah nyata terjadi. Ia menyebut ketidakpastian musim, naiknya suhu bumi, hingga risiko global boiling sebagai kondisi yang tidak bisa lagi diabaikan.

“Climate change sudah mengetuk pintu kita. Pemanasan global bukan ancaman masa depan, tapi itu sudah terjadi hari ini,” tegasnya. Menurutnya, pelajar harus memahami lanskap risiko ini secara kritis agar mampu mengambil peran dalam agenda keberlanjutan.

Golden Gate School telah memulai membangun kesadaran siswa dengan membentuk tim riset, hal ini mendapat apresiasi khusus dari Ibu Jo. Ia mengakui bahwa banyak siswa di sekolah tersebut memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke luar negeri, namun ia mengingatkan kembali tentang pentingnya kontribusi pada tanah air.

“Siswa Golden Gate punya mimpi ke luar negeri, tetapi akar kontribusinya tetap harus kembali ke Indonesia. Di sinilah peran mereka sebagai penjaga bumi dimulai,” katanya di hadapan peserta.

Sesi diskusi kemudian membuka ruang tanya-jawab tentang praktik-praktik ramah lingkungan, pengelolaan limbah, hingga gerakan makan tanpa sisa yang diinisiasi Permabudhi. Ibu Jo menyampaikan bahwa transformasi ekologis tidak harus dimulai dari program berskala besar.

“Gerakan lingkungan tidak selalu harus besar. Mengelola limbah, makan tanpa sisa, menjaga kebiasaan kecil, itulah fondasi perubahan,” tuturnya. Para siswa, yang sebelumnya telah mengerjakan beberapa riset lingkungan, turut berbagi pengalaman sebagai bagian dari pembelajaran kolektif.

Eco Youth Class ditutup dengan ajakan Ibu Jo kepada para pelajar untuk memandang isu global secara kritis namun tetap berangkat dari kepekaan sosial. Ia menegaskan bahwa ruang kelas seperti inilah yang harus menjadi titik awal tumbuhnya kesadaran ekologis generasi muda.

Melalui kolaborasi Permabudhi Kota Makassar dan Golden Gate School, sesi ini menjadi penanda bahwa pendidikan lingkungan dapat menjadi jembatan bagi lahirnya generasi penjaga bumi.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

PERMABUDHI dan Tzu Chi Makassar Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Jantung

5 Oktober 2026 - 06:57 WITA

PERMABUDHI Sulsel Dukung Festival Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama

5 Oktober 2026 - 06:48 WITA

Pembimas Buddha Sulsel Luncurkan METTA VIHARA, PERMABUDHI Sulsel Dukung Vihara Ramah Lingkungan

30 September 2026 - 01:46 WITA

Walk for Peace, Act for Earth: Menelusuri Ingatan Konflik, Merawat Perdamaian, dan Bergerak untuk Bumi

30 September 2026 - 01:23 WITA

Solidaritas Lintas Agama FKLA Sulsel untuk NTT, Bantuan Menjangkau Pulau Flores

30 September 2026 - 01:02 WITA

Trending di Berita