Menu

Mode Gelap
Permabudhi Sulsel Hadiri Buka Puasa Bersama Keuskupan Agung Makassar, Meneguhkan Persaudaraan Lintas Iman Menyelami Tradisi Arak-Arakan Dewa di Jappa Jokka Cap Go Meh Harlah GEMABUDHI ke-40 dan 1 Tahun Kepengurusan GEMABUDHI Sulawesi Selatan: Sosialisasi dan Penuangan Eco Enzyme di Kanal Jongaya Empat Dekade GEMABUDHI: Momentum Transformasi dan Ekspansi Gerakan Pemuda Buddhis dari Daerah ke Nasional Permabudhi Sulsel Dukung Festival Mulia Ramadan, Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi Sosial di Makassar Hangatnya Pertemuan Pemuda Hindu-Buddha: Gemabudhi dan Peradah Sulsel Perkuat Barisan di PAKEMDA

Berita

FKUB Bone Gelar Seminar Internasional, Permabudhi Sulsel Tekankan Cinta Kasih , Hukum, dan Pendidikan sebagai Fondasi Perdamaian

badge-check


					FKUB Bone Gelar Seminar Internasional, Permabudhi Sulsel Tekankan Cinta Kasih , Hukum, dan Pendidikan sebagai Fondasi Perdamaian Perbesar

Seminar Internasional Aktualisasi Peradaban Kerukunan yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bone, Senin, 22 Desember 2025, menegaskan kembali posisi agama sebagai sumber nilai universal perdamaian. Forum lintas iman ini menjadi ruang refleksi bersama mengenai tantangan dan masa depan kerukunan di tengah masyarakat global yang semakin kompleks.

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, H. Muhammad Adib Abdusshomad, menyebut Indonesia kini dipandang sebagai rujukan dunia dalam pengelolaan keberagaman.

“Masa depan kerukunan dunia ada di Indonesia. Keberagaman yang mampu dikelola dengan damai menjadikan Indonesia magnet bagi negara lain untuk belajar harmoni dan toleransi,” ujar Adib.

Ia menambahkan, penguatan kerukunan umat beragama tidak terlepas dari peran negara melalui Peraturan Bersama Menteri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 yang melahirkan FKUB sebagai ruang dialog dan resolusi konflik sosial berbasis masyarakat.

Ketua Permabudhi Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Yonggris, M.M., hadir sebagai narasumber dan menekankan bahwa seluruh nabi dan agama pada hakikatnya membawa pesan yang sama.

“Para nabi dan seluruh agama hadir membawa satu pesan universal, yaitu cinta kasih, sebagai fondasi kebahagiaan dan keberlangsungan hidup umat manusia,” kata Yonggris.

Menurut Yonggris, agama tidak berhenti pada dimensi spiritual, tetapi juga memuat hukum moral dan etika yang mengatur kehidupan bersama.

“Agama mengandung hukum moral dan etika beserta sanksinya untuk menata kehidupan agar berjalan tertib, adil, dan bermartabat,” ujarnya.

Ia menilai, pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa kedamaian sosial tumbuh dari kepatuhan terhadap hukum yang ditegakkan secara konsisten, termasuk dengan dukungan teknologi dalam tata kelola sosial.

Yonggris juga mengaitkan erat antara kesejahteraan dan perdamaian. 

“Kesejahteraan masyarakat menjadi faktor penentu kedamaian. Kehidupan yang sejahtera mendorong manusia menjaga harmoni sebagai nilai yang berharga,” tuturnya.

Selain itu, ia menempatkan pendidikan sebagai fondasi jangka panjang peradaban. 

“Negara-negara maju memiliki sejarah panjang pendidikan berkualitas yang tidak hanya memenuhi aspek kognitif, tetapi juga membentuk karakter dan nilai kemanusiaan,” kata Yonggris. Pendidikan, menurutnya, menjadi kunci untuk menanamkan nilai cinta kasih dalam kehidupan sosial lintas generasi.

Seminar ini mempertegas pandangan bahwa kerukunan sejati tidak lahir secara instan, melainkan dibangun melalui internalisasi cinta kasih, penegakan hukum yang berkeadilan, kesejahteraan yang inklusif, serta pendidikan berkarakter sebagai fondasi peradaban damai.

Kegiatan ditutup dengan pelepasan burung merpati sebagai simbol komitmen bersama untuk merawat perdamaian dan keharmonisan sosial.

Baca Lainnya

Permabudhi Sulsel Hadiri Buka Puasa Bersama Keuskupan Agung Makassar, Meneguhkan Persaudaraan Lintas Iman

9 Maret 2026 - 12:58 WITA

Menyelami Tradisi Arak-Arakan Dewa di Jappa Jokka Cap Go Meh

9 Maret 2026 - 07:04 WITA

Harlah GEMABUDHI ke-40 dan 1 Tahun Kepengurusan GEMABUDHI Sulawesi Selatan: Sosialisasi dan Penuangan Eco Enzyme di Kanal Jongaya

8 Maret 2026 - 12:01 WITA

Empat Dekade GEMABUDHI: Momentum Transformasi dan Ekspansi Gerakan Pemuda Buddhis dari Daerah ke Nasional

19 Februari 2026 - 03:24 WITA

Permabudhi Sulsel Dukung Festival Mulia Ramadan, Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi Sosial di Makassar

19 Februari 2026 - 02:49 WITA

Trending di Berita