Menu

Mode Gelap
Gemabudhi Sulsel Dukung Pekan Kerukunan Umat Beragama Sedunia Lewat Aksi Tanam Pohon Pembimas Buddha Sulsel Kawal Aksi Nasional Tanam Pohon Permabudhi, Dukung Agenda Global PBB Vihara Arama Maha Buddha Ambil Peran, Kerukunan Didorong Lewat Aksi Tanam Pohon bersama Permabudhi Sulsel Pekan Kerukunan Umat Beragama Sedunia, Permabudhi Sulsel Tanam Pohon bersama Bhikkhu Dhammasubho Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 Dibahas Bersama Wali Kota Makassar, Kuatkan Makassar sebagai Kota Multikultural Permabudhi Sulsel Gelar Temu Umat Buddha, Bahas Tantangan dan Penguatan Eksistensi Umat

Berita

Dari Makassar, Ditjen Bimas Buddha Serukan Sinergi Umat untuk Bangsa di Mukernas IV Permabudhi

badge-check


					Dari Makassar, Ditjen Bimas Buddha Serukan Sinergi Umat untuk Bangsa di Mukernas IV Permabudhi Perbesar

Suasana hangat menyelimuti Ballroom Aston Hotel, Makassar, saat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi, M.Pd berdiri menyampaikan sambutan dan arahan di forum Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IV Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI), Jumat malam, 27 Juni 2025.

Di hadapan tokoh-tokoh Sangha, majelis, dan perwakilan umat Buddha dari seluruh Indonesia, Supriyadi menggarisbawahi pentingnya partisipasi aktif lembaga keagamaan dalam mengambil peran dalam pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.

Mukernas IV yang mengusung tema “Sinergi Harmoni PERMABUDHI Peduli Bumi” menjadi wadah strategis, tidak hanya untuk konsolidasi internal umat Buddha, tetapi juga sebagai ruang aktualisasi kepedulian sosial dan ekoteologis dalam skala nasional. Dirjen Bimas Buddha menekankan bahwa organisasi keagamaan perlu membumikan peran spiritualnya dalam konteks kebijakan negara yang lebih luas.

“Kementerian Agama, khususnya Bimas Buddha, bersama lembaga keagamaan Buddha tentu juga harus melakukan upaya untuk turut merumuskan sebuah kebijakan ke depan agar kita juga bisa mewujudkan program jangka panjang kita sampai tahun 2045,” tegas Supriyadi.

Ia menyebut, pemerintah saat ini sedang merumuskan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Dalam momentum penting tersebut, peran komunitas keagamaan termasuk umat Buddha diperlukan untuk memperkuat fondasi moral, spiritual, dan sosial dalam pembangunan bangsa.

Di hadapan peserta Mukernas, Supriyadi menyampaikan empat fokus kebijakan strategis untuk memperkuat kontribusi umat Buddha: peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan; penguatan ekonomi umat yang mandiri dan berdaya saing; pemahaman dan praktik Dhamma yang relevan dengan kehidupan modern; serta kepedulian sosial dan harmoni antarumat beragama.

“Langkah-langkah ini harus disusun secara terukur dan berkelanjutan,” tambahnya. “Kita perlu indikator yang jelas, agar setiap pihak—baik pemerintah maupun organisasi keagamaan—bisa menyusun rencana aksi yang saling mendukung.”

Mukernas IV ini menjadi ajang konsolidasi nasional umat Buddha, dengan semangat sinergi yang menyatukan lintas majelis dan generasi. Supriyadi berharap forum ini tidak hanya menghasilkan keputusan-keputusan administratif, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap kontribusi nyata umat Buddha dalam kehidupan berbangsa.

“Harapannya Mukernas ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah, menyusun sistem kerja bersama, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap kontribusi umat Buddha dalam pembangunan bangsa,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Gemabudhi Sulsel Dukung Pekan Kerukunan Umat Beragama Sedunia Lewat Aksi Tanam Pohon

2 Februari 2026 - 04:17 WITA

Pembimas Buddha Sulsel Kawal Aksi Nasional Tanam Pohon Permabudhi, Dukung Agenda Global PBB

2 Februari 2026 - 04:12 WITA

Vihara Arama Maha Buddha Ambil Peran, Kerukunan Didorong Lewat Aksi Tanam Pohon bersama Permabudhi Sulsel

2 Februari 2026 - 04:04 WITA

Pekan Kerukunan Umat Beragama Sedunia, Permabudhi Sulsel Tanam Pohon bersama Bhikkhu Dhammasubho

2 Februari 2026 - 03:52 WITA

Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 Dibahas Bersama Wali Kota Makassar, Kuatkan Makassar sebagai Kota Multikultural

22 Januari 2026 - 09:45 WITA

Trending di Artikel