Menu

Mode Gelap
Permabudhi Sulsel Hadiri Buka Puasa Bersama Keuskupan Agung Makassar, Meneguhkan Persaudaraan Lintas Iman Menyelami Tradisi Arak-Arakan Dewa di Jappa Jokka Cap Go Meh Harlah GEMABUDHI ke-40 dan 1 Tahun Kepengurusan GEMABUDHI Sulawesi Selatan: Sosialisasi dan Penuangan Eco Enzyme di Kanal Jongaya Empat Dekade GEMABUDHI: Momentum Transformasi dan Ekspansi Gerakan Pemuda Buddhis dari Daerah ke Nasional Permabudhi Sulsel Dukung Festival Mulia Ramadan, Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi Sosial di Makassar Hangatnya Pertemuan Pemuda Hindu-Buddha: Gemabudhi dan Peradah Sulsel Perkuat Barisan di PAKEMDA

Berita

Bahas Penguatan Toleransi, Permabudhi Kota Makassar Hadiri Dialog Lintas Agama di UIN Alauddin Makassar

badge-check


					Bahas Penguatan Toleransi, Permabudhi Kota Makassar Hadiri Dialog Lintas Agama di UIN  Alauddin Makassar Perbesar

UKM LDK Al Jami’ UIN Alauddin Makassar mengadakan dialog lintas agama bertema “Penguatan Nilai Toleransi Beragama Berbasis Nilai Budaya Bugis-Makassar”.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama dan pegiat lokalitas, termasuk Suzanna, SE, ketua Permabudhi Kota Makassar, yang turut hadir sebagai narasumber. Dialog ini dilaksanakan di Auditorium UIN Alauddin Makassar dan dihadiri oleh delegasi peserta Forum Komunikasi LDK Se-Sulselbar, Sabtu, 27 Juli 2024.

Suzanna dalam paparannya, menekankan pentingnya dialog antaragama sebagai upaya untuk terus memperkuat toleransi di tengah masyarakat yang multikultural. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus selalu diadakan secara berkala untuk memastikan bahwa nilai-nilai toleransi selalu terjaga dan bisa menjadi bekal dalam hidup berdampingan.

“Kegiatan seperti ini tidak ada akhirnya sebab harus selalu dekat dengan berbagai kelompok agar toleransi itu terus ada dan bisa menjadi bekal dalam hidup berdampingan di negara multikultural ini,” ujarnya.

Dalam pandangan agama Buddha, la menjelaskan bahwa Dhamma sebagal ajaran universal menjadi esensi sumber nilai ajaran Buddha. Tujuannya, agar umat Buddha memiliki pikiran, ucapan dan perilaku yang dilandasi dengan penuh cinta kasih (metta) dan welas asih/kash sayang kepada sesama,” ujar Suzanna

Para narasumber lainnya yang hadir dalam acara ini adalah tokoh agama Hindu, Islam, Katolik, Kristen, serta pegiat lokalitas yang masing-masing memberikan perspektif tentang toleransi beragama. Mereka berbagi pandangan bagaimana nilai-nilai budaya Bugis-Makassar dapat menjadi dasar yang kuat dalam membangun sikap saling menghormati antarumat beragama.

Diskusi yang berlangsung hangat ini diharapkan mampu memberikan wawasan yang lebih luas tentang pentingnya kerukunan dan kebersamaan.

Klik untuk melihat arsip dokumentasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Permabudhi Sulsel Hadiri Buka Puasa Bersama Keuskupan Agung Makassar, Meneguhkan Persaudaraan Lintas Iman

9 Maret 2026 - 12:58 WITA

Menyelami Tradisi Arak-Arakan Dewa di Jappa Jokka Cap Go Meh

9 Maret 2026 - 07:04 WITA

Harlah GEMABUDHI ke-40 dan 1 Tahun Kepengurusan GEMABUDHI Sulawesi Selatan: Sosialisasi dan Penuangan Eco Enzyme di Kanal Jongaya

8 Maret 2026 - 12:01 WITA

Empat Dekade GEMABUDHI: Momentum Transformasi dan Ekspansi Gerakan Pemuda Buddhis dari Daerah ke Nasional

19 Februari 2026 - 03:24 WITA

Permabudhi Sulsel Dukung Festival Mulia Ramadan, Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi Sosial di Makassar

19 Februari 2026 - 02:49 WITA

Trending di Berita