PERMABUDHI Kota Makassar mengambil bagian dalam upaya penyelamatan pangan melalui kegiatan Diseminasi Gerakan Stop Boros Pangan yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar. Kampanye dan aksi nyata ini bertujuan menekan angka food loss and waste (susut dan sisa pangan) sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Dalam kegiatan tersebut, Ketua PERMABUDHI Kota Makassar, Suzanna, S.E., M.Pd., hadir sebagai narasumber untuk menyampaikan pentingnya konsumsi dan pengelolaan pangan yang bertanggung jawab.
Dalam pemaparannya, Suzanna mengangkat gerakan Ego to Eco yang telah digaungkan PERMABUDHI sejak 2023. Gerakan ini mengajak masyarakat mengubah pola pikir yang berpusat pada kepentingan diri sendiri (ego) menuju kesadaran ekologis (eco), termasuk dalam memperlakukan pangan sebagai sumber kehidupan yang tidak boleh disia-siakan.
“Indonesia dinobatkan sebagai negara paling religius didunia namun disisi lain indonesia menjadi negara kedua penghasil sampah makanan terbesar didunia”
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi paradoks besar. Nilai-nilai agama mengajarkan keluhuran budi dan keharmonisan hubungan manusia dengan alam, termasuk menghindari perilaku berlebihan dan tidak menyia-nyiakan makanan. Menyelamatkan pangan, dengan demikian, juga merupakan wujud rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.
Kepala Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi, Iqbal, S.STP., menyampaikan bahwa diseminasi ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Kota Makassar agar gerakan penyelamatan pangan dapat diterapkan secara luas. Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap dengan menyasar berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pelaku usaha, hingga lingkungan sekolah.
Ia juga menilai tokoh agama memiliki peran strategis dalam mempelopori gerakan Stop Boros Pangan melalui pendekatan nilai dan ajaran agama masing-masing. Menurutnya, tidak ada ajaran agama yang menghendaki manusia berperilaku berlebihan maupun membuang-buang makanan.
Sebagai bagian dari rangkaian diseminasi, PERMABUDHI Kota Makassar dipercaya menjadi narasumber dalam dua agenda yang menyasar para ketua RT/RW. Kegiatan pertama dilaksanakan pada 30 Oktober 2026 untuk wilayah Kecamatan Tallo, kemudian dilanjutkan pada 2 November 2026 di Kecamatan Mamajang. Masing-masing kegiatan diikuti sekitar 200 peserta, sehingga ratusan ketua RT/RW memperoleh penguatan pemahaman mengenai pentingnya penyelamatan pangan dan penerapannya di lingkungan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang koordinasi dan sinkronisasi penanganan kerawanan pangan dan gizi di Kota Makassar. Melalui diseminasi tersebut, diharapkan terbangun kolaborasi, sinergi, serta komitmen bersama dari berbagai unsur masyarakat untuk mengurangi pemborosan pangan dan mendorong budaya konsumsi yang lebih bijak.
Melalui keterlibatan dalam diseminasi ini, PERMABUDHI Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mengampanyekan konsumsi dan pengelolaan pangan yang bertanggung jawab. Gerakan Ego to Eco akan terus didorong melalui edukasi, kolaborasi, dan aksi nyata bersama berbagai elemen masyarakat.
PERMABUDHI berharap kesadaran untuk tidak menyia-nyiakan pangan tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari, dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Dengan demikian, upaya penyelamatan pangan dapat menjadi bagian dari pengabdian bersama dalam menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.








Komentar ditutup.