Bantuan kemanusiaan dari masyarakat Sulawesi Selatan untuk warga terdampak musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah sepenuhnya disalurkan melalui jalur laut. Hingga 25 September 2026, bantuan tersebut telah menjangkau tujuh kabupaten di Pulau Flores.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Garda Flobamora Sulsel dengan dukungan penuh Pelindo Makassar. Puluhan mobil bantuan kemudian diberangkatkan menggunakan kapal Pelni untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Gerakan kemanusiaan tersebut memperlihatkan kolaborasi lintas agama di Sulawesi Selatan. Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) Indonesia–Sulawesi Selatan bersama perwakilan majelis-majelis agama turut hadir dalam proses penggalangan dan penyaluran bantuan, termasuk Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Sulawesi Selatan.
Penyaluran dan pelepasan tim relawan dilaksanakan pada tanggal 7 september di Kantor Pelindo Makassar. Hadir Ketua FKLA Indonesia–Sulawesi Selatan, Prof. Dr. K.H. Mustari Bosra, M.A., hadir bersama perwakilan majelis agama. PERMABUDHI Sulsel diwakili Ketua Utusan PERMABUDHI untuk FKLA, Teddy Lira, S.E. Sementara itu, Garda Flobamora Sulsel hadir langsung dan memimpin rombongan relawan yaitun Ketua Umum M. Mide Djuang, S.Sos.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan solidaritas kemanusiaan tanpa memandang latar belakang agama. Musibah yang menimpa masyarakat NTT dipandang sebagai duka bersama yang turut dirasakan masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan.
Bagi FKLA, inti dari gerakan tersebut bukan semata-mata terletak pada nilai bantuan yang diberikan, melainkan pada kepedulian dan kebersamaan untuk hadir serta saling menguatkan di tengah situasi sulit.
Penyaluran hingga tujuh kabupaten di Pulau Flores menandai bahwa seluruh donasi yang dihimpun telah disalurkan. Bantuan tersebut menjadi wujud nyata solidaritas masyarakat Sulawesi Selatan bagi saudara-saudara di NTT yang sedang menghadapi musibah.








Komentar ditutup.