Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Sulawesi Selatan hadir membersamai warga terdampak kebakaran Asrama Kodam Mattoangin, Makassar. Ketua PERMABUDHI Sulsel Dr. Ir. Yonggris, M.M., bersama Ketua Wanita PERMABUDHI Sulsel datang langsung melihat kondisi warga sekaligus memberikan dukungan untuk kebutuhan dapur umum, Selasa (1/9/2026).
Kehadiran PERMABUDHI Sulsel menjadi bentuk dukungan terhadap warga yang tengah menghadapi musibah. Ketua PERMABUDHI Sulsel melihat langsung kondisi para korban yang harus meninggalkan tempat tinggal mereka setelah kebakaran melanda kawasan barak.
Dukungan tersebut diberikan sebagai bagian dari kepedulian sosial PERMABUDHI Sulsel kepada warga yang terdampak. Selain memberikan bantuan, kehadiran di lokasi juga menjadi bentuk upaya untuk membersamai warga selama masa penanganan dan pemulihan pascakebakaran.
Kebakaran melanda kawasan pemukiman barak Asrama Kodam Mattoangin di Jalan Padjonga Daeng Ngalle-Jalan Opu Dg Siraju, Pa’batang, Kecamatan Mamajang, Makassar. Sebanyak 35 unit rumah atau barak terdampak dalam peristiwa tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Makassar Fadli Wellang mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 WITA dan laporan diterima pukul 13.40 WITA. Sebanyak 26 armada dengan kekuatan 78 personel, termasuk tim rescue, dikerahkan untuk memadamkan api.
Api berhasil dikuasai sekitar pukul 15.00 WITA. Proses pemadaman sempat terkendala akses jalan menuju lokasi yang kecil serta angin kencang yang membuat api cepat membesar. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, dua orang mengalami dampak akibat kebakaran, yakni satu orang mengalami sesak napas akibat asap tebal dan satu lainnya mengalami luka robek pada bagian dahi.
PERMABUDHI Sulsel berharap warga yang terdampak diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini serta proses pemulihan dapat berjalan dengan baik. Kehadiran PERMABUDHI Sulsel diharapkan dapat menjadi bagian dari dukungan dan kebersamaan bagi warga dalam melewati masa sulit tersebut.








Komentar ditutup.