Prof. Philip K. Widjaja kembali dipercaya memimpin Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) untuk periode kedua periode 2026-2031. Amanah itu diterimanya dalam Musyawarah Nasional (Munas) III PERMABUDHI yang berlangsung di Jakarta, 22–23 Agustus 2026.
Munas III diikuti delegasi dari 36 provinsi dan dihadiri lebih dari 500 umat Buddha dari berbagai daerah. Forum tertinggi organisasi tersebut mengusung tema “Bersatu dalam Dharma, Berkarya untuk Bangsa”, sekaligus menjadi momentum konsolidasi dan penegasan arah kontribusi umat Buddha dalam kehidupan kebangsaan.
Periode kedua kepemimpinannya merupakan kesempatan memasuki babak baru. Ia ingin ajaran Buddha tidak berhenti sebagai nilai yang dipahami, tetapi digunakan sebagai pijakan dalam bersikap dan menjalankan peran di tengah masyarakat.
“Pada kesempatan ini, tentu saja kita ingin sekali di babak yang baru ini, kita mampu gunakan ajaran Sang Buddha,” kata Philip.
Ia kemudian menekankan pentingnya menerjemahkan ajaran tersebut dalam kepedulian dan hubungan sosial. Menurut Philip, umat Buddha perlu membangun hubungan kerja dan hubungan sosial dengan masyarakat yang lebih luas agar dapat mengambil bagian dalam berbagai bentuk karya.
“Tunjukkan kepedulian kita, tunjukkan bagaimana kita bersikap. Tunjukkan bagaimana kita lakukan hubungan kerja dan hubungan sosial dengan masyarakat yang luas agar kita dapat berkontribusi dalam berkarya,” ujarnya.
Baginya, karya tersebut juga memiliki tujuan yang lebih luas. PERMABUDHI diharapkan dapat ikut mengambil bagian dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan damai, sehingga pembangunan nasional dapat berjalan dengan baik dan kesejahteraan masyarakat dapat terus didorong.
“Agar dapat menciptakan kerukunan, suasana yang damai [sehingga] pembangunan Indonesia bisa berjalan dengan lancar. Agar bangsa ini mencapai tingkat kesejahteraan yang diinginkan bersama. Agar agama Buddha juga bisa makin berkembang,” katanya.
Dengan arah tersebut, periode kedua Philip bukan sekadar keberlanjutan kepemimpinan organisasi. Ia membawa PERMABUDHI pada gagasan tentang Dharma yang hadir dalam kehidupan sosial—melalui kepedulian, karya, kerukunan, dan kontribusi bagi bangsa. Prof. Philip juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap perjalanan PERMABUDHI.








Komentar ditutup.