Menu

Mode Gelap
PERMABUDHI Sulsel Salurkan Bantuan untuk Dapur Umum Korban Kebakaran Asrama Mattoangin Mimbar Agama Buddha TVRI Sulsel Bahas Nilai Agama dan Kepedulian dalam Kehidupan Mimbar Agama Buddha RRI Bahas Hukum Karma yang Adil Prof. Philip K. Widjaja Tegaskan Arah Baru PERMABUDHI: Hadir untuk Bangsa Melihat “Dosa Ekologis” di TPA Antang, PERMABUDHI Makassar Dorong Kesadaran Jadi Gerakan Bersama Plt Camat Wajo, Ketua PERMABUDHI Sulsel Besuk Mantan Ketua LPM

Berita

Melihat “Dosa Ekologis” di TPA Antang, PERMABUDHI Makassar Dorong Kesadaran Jadi Gerakan

badge-check

Melihat “Dosa Ekologis” di TPA Antang, PERMABUDHI Makassar Dorong Kesadaran Jadi Gerakan Perbesar

Puluhan orang berjalan menyusuri TPA Antang, melihat dari dekat tumpukan sampah yang menjadi muara dari kebiasaan membuang sampah setiap hari. Dari tempat itu, Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Kota Makassar mengajak peserta melihat kembali persoalan lingkungan melalui kesadaran yang lebih nyata.

Sejak pagi hari, 50 peserta mengikuti walking tour TPA Antang dalam program Trash-Talk & Track (Ego to Eco) yang diinisiasi Komunitas Jalan Bareng bersama PERMABUDHI Kota Makassar dan Dewan Lingkungan Kota Makassar. 

Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk melihat langsung kondisi TPA sekaligus memahami bahwa persoalan sampah di hilir tidak terlepas dari apa yang dilakukan masyarakat dari sumbernya.

Kondisi TPA Antang yang telah mengalami kelebihan kapasitas menjadi gambaran nyata dari persoalan tersebut. Sejak 1 Agustus, TPA Antang tidak lagi menerima sampah organik dan plastik, melainkan hanya sampah residu. 

Pemerintah Kota Makassar juga mendorong pemilahan sampah dari sumber sebagai bagian dari upaya mengakhiri pola open dumping dan membangun sistem pengelolaan yang lebih bertanggung jawab.

Ketua PERMABUDHI Kota Makassar, Suzanna, S.E., M.Pd., mengatakan persoalan sampah merupakan masalah klasik yang terus digaungkan. Namun, persoalan tersebut tidak akan berubah jika kesadaran tidak diterjemahkan menjadi tindakan.

“Masalah sampah adalah masalah klasik yang terus digaungkan. Ketika semua memilih tidak bergerak, maka masalah ini akan terus berlanjut,” ujar Suzanna.

Melalui kampanye Ego to Eco, PERMABUDHI Makassar mendorong masyarakat untuk bergerak dari kesadaran menuju praktik. Bagi Suzanna, pemilahan sampah dari rumah merupakan salah satu langkah sederhana untuk memutus persoalan dari sumbernya. Semangat tersebut juga digaungkan melalui pesan “Cegah Berkah Jadi Sampah & Ubah Sampah Jadi Berkah.”

Setelah melihat langsung kondisi TPA Antang, peserta mengikuti diskusi tata kelola sampah terpadu dan workshop pembuatan eco enzyme, dilanjutkan pembagian bibit pohon buah. Anggota Dewan Lingkungan Hidup, Dr. Mashud Azikin, turut menyampaikan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam menghadapi persoalan lingkungan di Kota Makassar.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ajakan untuk mengubah cara pandang: apa yang terlihat sebagai sampah di hilir adalah konsekuensi dari keputusan di hulu, sehingga perubahan harus dimulai dari kesadaran setiap orang.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

PERMABUDHI Sulsel Salurkan Bantuan untuk Dapur Umum Korban Kebakaran Asrama Mattoangin

2 September 2026 - 03:24 WITA

Mimbar Agama Buddha TVRI Sulsel Bahas Nilai Agama dan Kepedulian dalam Kehidupan

2 September 2026 - 03:23 WITA

Mimbar Agama Buddha RRI Bahas Hukum Karma yang Adil

2 September 2026 - 02:53 WITA

Prof. Philip K. Widjaja Tegaskan Arah Baru PERMABUDHI: Hadir untuk Bangsa

2 September 2026 - 01:51 WITA

Bersama Plt Camat Wajo, Ketua PERMABUDHI Sulsel Besuk Mantan Ketua LPM

2 September 2026 - 00:54 WITA

Trending di Berita