Wakil Ketua FKUB Sulawesi Selatan, Pdt. Adrie Massie, menilai 81 tahun kemerdekaan Indonesia perlu dimaknai lebih jauh dengan memastikan masyarakat mampu hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman. Pesan itu disampaikan dalam Harmoni Kemerdekaan, Malam Renungan dan Doa Kebangsaan Lintas Agama di Taman Pakui Sayang, Makassar, 16 Agustus 2026.
Mewakili Ketua FKUB Sulsel, Adrie mengatakan kemerdekaan yang telah dirasakan selama 81 tahun masih menghadapi tantangan dalam membangun kehidupan yang benar-benar harmonis. Perbedaan agama, keyakinan, dan pandangan menurutnya tidak semestinya menjadi sandungan, melainkan harus dikelola melalui perjumpaan dan dialog.
Ia menegaskan perjumpaan menjadi pintu penting bagi terciptanya kerukunan. Melalui FKUB, umat lintas agama dapat bertemu, berdialog, dan membicarakan berbagai perbedaan dengan semangat saling menghormati. Prinsip menjalankan agama masing-masing, menurutnya, juga sejalan dengan jaminan kebebasan beragama dalam UUD 1945 Pasal 29.
“Di 81 tahun kita merdeka, mudah-mudahan kita juga sudah merdeka dalam perbedaan, supaya kita bisa harmoni dan bisa berjalan bersama,” ujar Adrie. Ia berharap kemerdekaan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang rukun tanpa menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjauh.
Adrie juga mengingatkan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 membutuhkan fondasi kerukunan yang kuat. Karena itu, ia mengajak seluruh majelis agama, FKUB, dan Kementerian Agama terus bersinergi merawat kerukunan. Harmoni Kemerdekaan menjadi salah satu ruang perjumpaan untuk meneguhkan komitmen tersebut melalui renungan, doa lintas agama, pentas seni, dan penyalaan Lilin Harmoni Kemerdekaan.








Komentar ditutup.