Menu

Mode Gelap
Kue Bulan dalam “POV Buddhis”, dari Tradisi hingga Praktik Dhamma Hadiri Jumat Curhat Polda Sulsel, PERMABUDHI Makassar Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Jelang Sertijab, PERMABUDHI Makassar Apresiasi Sinergi dengan Polres Pelabuhan Di Hari Perdamaian Internasional, PERMABUDHI Makassar Serukan Damai dengan Bumi PERMABUDHI Sulsel Dukung Pasar Murah Kodaeral VI, Rawat Sinergi untuk Masyarakat Hadiri FGD FLARE, PERMABUDHI Sulsel Konsisten Gaungkan Kesadaran Pangan Berkelanjutan

Berita

FKUB Bone Gelar Seminar Internasional, Permabudhi Sulsel Tekankan Cinta Kasih , Hukum, dan Pendidikan sebagai Fondasi Perdamaian

badge-check

FKUB Bone Gelar Seminar Internasional, Permabudhi Sulsel Tekankan Cinta Kasih , Hukum, dan Pendidikan sebagai Fondasi Perdamaian Perbesar

Seminar Internasional Aktualisasi Peradaban Kerukunan yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bone, Senin, 22 Desember 2025, menegaskan kembali posisi agama sebagai sumber nilai universal perdamaian. Forum lintas iman ini menjadi ruang refleksi bersama mengenai tantangan dan masa depan kerukunan di tengah masyarakat global yang semakin kompleks.

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, H. Muhammad Adib Abdusshomad, menyebut Indonesia kini dipandang sebagai rujukan dunia dalam pengelolaan keberagaman.

“Masa depan kerukunan dunia ada di Indonesia. Keberagaman yang mampu dikelola dengan damai menjadikan Indonesia magnet bagi negara lain untuk belajar harmoni dan toleransi,” ujar Adib.

Ia menambahkan, penguatan kerukunan umat beragama tidak terlepas dari peran negara melalui Peraturan Bersama Menteri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 yang melahirkan FKUB sebagai ruang dialog dan resolusi konflik sosial berbasis masyarakat.

Ketua Permabudhi Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Yonggris, M.M., hadir sebagai narasumber dan menekankan bahwa seluruh nabi dan agama pada hakikatnya membawa pesan yang sama.

“Para nabi dan seluruh agama hadir membawa satu pesan universal, yaitu cinta kasih, sebagai fondasi kebahagiaan dan keberlangsungan hidup umat manusia,” kata Yonggris.

Menurut Yonggris, agama tidak berhenti pada dimensi spiritual, tetapi juga memuat hukum moral dan etika yang mengatur kehidupan bersama.

“Agama mengandung hukum moral dan etika beserta sanksinya untuk menata kehidupan agar berjalan tertib, adil, dan bermartabat,” ujarnya.

Ia menilai, pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa kedamaian sosial tumbuh dari kepatuhan terhadap hukum yang ditegakkan secara konsisten, termasuk dengan dukungan teknologi dalam tata kelola sosial.

Yonggris juga mengaitkan erat antara kesejahteraan dan perdamaian. 

“Kesejahteraan masyarakat menjadi faktor penentu kedamaian. Kehidupan yang sejahtera mendorong manusia menjaga harmoni sebagai nilai yang berharga,” tuturnya.

Selain itu, ia menempatkan pendidikan sebagai fondasi jangka panjang peradaban. 

“Negara-negara maju memiliki sejarah panjang pendidikan berkualitas yang tidak hanya memenuhi aspek kognitif, tetapi juga membentuk karakter dan nilai kemanusiaan,” kata Yonggris. Pendidikan, menurutnya, menjadi kunci untuk menanamkan nilai cinta kasih dalam kehidupan sosial lintas generasi.

Seminar ini mempertegas pandangan bahwa kerukunan sejati tidak lahir secara instan, melainkan dibangun melalui internalisasi cinta kasih, penegakan hukum yang berkeadilan, kesejahteraan yang inklusif, serta pendidikan berkarakter sebagai fondasi peradaban damai.

Kegiatan ditutup dengan pelepasan burung merpati sebagai simbol komitmen bersama untuk merawat perdamaian dan keharmonisan sosial.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kue Bulan dalam “POV Buddhis”, dari Tradisi hingga Praktik Dhamma

24 September 2026 - 00:40 WITA

Hadiri Jumat Curhat Polda Sulsel, PERMABUDHI Makassar Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

23 September 2026 - 06:28 WITA

Jelang Sertijab, PERMABUDHI Makassar Apresiasi Sinergi dengan Polres Pelabuhan

23 September 2026 - 06:01 WITA

Di Hari Perdamaian Internasional, PERMABUDHI Makassar Serukan Damai dengan Bumi

22 September 2026 - 09:03 WITA

PERMABUDHI Sulsel Dukung Pasar Murah Kodaeral VI, Rawat Sinergi untuk Masyarakat

22 September 2026 - 08:46 WITA

Trending di Berita