



Permabudhi Kota Makassar kembali memperkuat komitmennya dalam pendidikan lingkungan hidup melalui pelaksanaan Eco Youth Class atau Kelas Wawasan Lingkungan di Golden Gate School, Jumat 21 November 2025.
Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi pelajar untuk memahami isu-isu lingkungan global sekaligus menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya keberlanjutan. Program ini merupakan kolaborasi antara Permabudhi Makassar dan Golden Gate School sebagai upaya membangun generasi muda yang peka dan bertanggung jawab terhadap masa depan bumi.
Dalam kegiatan tersebut, Permabudhi menghadirkan Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc., Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup, sebagai narasumber utama. Kehadiran beliau memberikan perspektif strategis mengenai tantangan lingkungan yang kini dihadapi Indonesia dan dunia, khususnya terkait perubahan iklim.
Menurutnya, pelajar harus memahami isu global seperti climate change yang menyebabkan ketidakpastian musim serta ancaman global warming terhadap kehidupan manusia.
Ia menekankan bahwa meskipun banyak siswa Golden Gate memimpikan pendidikan lanjutan di luar negeri, kontribusi terhadap Indonesia tetap menjadi panggilan utama. Ibu Jo sapaan akarabnya mengajak seluruh peserta untuk melihat diri mereka sebagai agen perubahan yang dapat memulai aksi dari hal kecil, termasuk kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mimpi boleh sampai ke luar negeri, tetapi pengabdian tetap berakar pada tanah di mana kita berasal,” ujarnya.
Kepala Sekolah Golden Gate, Muhammad Richsan Yamin, S.Pd., M.Sc., turut memberikan pandangan mengenai urgensi perubahan iklim bagi generasi muda. Ia menegaskan bahwa climate change tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memengaruhi kestabilan ekonomi global.
Menurutnya, dunia kini sudah memasuki fase global boiling di mana kenaikan suhu bumi menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup.
Dalam sesi diskusi, beberapa siswa berbagi pengalaman riset yang telah mereka kerjakan terkait isu lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap bumi bukan sekadar teori, tetapi telah menjadi praktik nyata dalam kegiatan belajar di sekolah tersebut.
Ketua Permabudhi Makassar, Suzanna S.E., M.Pd., juga menambahkan bahwa setiap tindakan manusia pasti memberi dampak terhadap lingkungan. Ia menekankan pentingnya gaya hidup yang selalu mempertimbangkan prinsip ramah lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Suzanna turut menjelaskan gerakan “Ego to Eco” yang diinisiasi Permabudhi, sebuah gerakan kesadaran untuk keberlanjutan hidup yang dimulai dari langkah sederhana seperti mengelola limbah dan membiasakan makan tanpa sisa.
Sebagai wujud komitmen sekolah terhadap gerakan keberlanjutan, Dalam kesempatan ini juga menetapkan Duta Makan Habis Tanpa Sisa. Inisiatif ini bertujuan membangun kebiasaan pelajar untuk lebih bertanggung jawab terhadap konsumsi makanan sekaligus mengurangi limbah. Penetapan duta ini menjadi bagian dari kerja sama Permabudhi dan sekolah dalam memperkuat ekosistem pendidikan lingkungan di tingkat pelajar.
Kelas Wawasan Lingkungan ini ditutup dengan sesi refleksi yang menunjukkan antusiasme luar biasa dari para siswa. Melalui kolaborasi Permabudhi, narasumber ahli, dan lingkungan sekolah yang progresif, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal memperluas gerakan peduli lingkungan di kalangan pelajar.
Eco Youth Class menjadi bukti bahwa pendidikan lingkungan harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara kolaboratif untuk menjaga masa depan bumi.






