Menu

Mode Gelap
Gemabudhi Sulsel Dukung Pekan Kerukunan Umat Beragama Sedunia Lewat Aksi Tanam Pohon Pembimas Buddha Sulsel Kawal Aksi Nasional Tanam Pohon Permabudhi, Dukung Agenda Global PBB Vihara Arama Maha Buddha Ambil Peran, Kerukunan Didorong Lewat Aksi Tanam Pohon bersama Permabudhi Sulsel Pekan Kerukunan Umat Beragama Sedunia, Permabudhi Sulsel Tanam Pohon bersama Bhikkhu Dhammasubho Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 Dibahas Bersama Wali Kota Makassar, Kuatkan Makassar sebagai Kota Multikultural Permabudhi Sulsel Gelar Temu Umat Buddha, Bahas Tantangan dan Penguatan Eksistensi Umat

Artikel

Pancasila: Benteng Terakhir NKRI

badge-check


					Photo by Lighten Up Perbesar

Photo by Lighten Up

Dalam pusaran sejarah yang bergejolak, Pancasila telah membuktikan dirinya sebagai fondasi kokoh yang menyatukan keberagaman bangsa Indonesia. Lahir dari pergumulan panjang para pendiri bangsa, Pancasila menjadi ideologi negara yang mampu menyelaraskan berbagai kepentingan dan aspirasi. Sejak peristiwa kelam G30S/PKI, Pancasila semakin kokoh sebagai benteng terakhir Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjaga keutuhan dan persatuan bangsa di tengah gempuran ideologi asing yang mengancam.

Peristiwa G30S/PKI menjadi tonggak sejarah yang menegaskan pentingnya Pancasila sebagai benteng terakhir NKRI. Upaya penggulingan pemerintahan yang sah pada saat itu menunjukkan betapa rapuhnya suatu negara tanpa fondasi ideologi yang kuat. Pancasila, dengan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, menjadi tameng yang melindungi bangsa dari berbagai ancaman, baik dari dalam maupun dari luar negeri.

G30S/PKI adalah bukti nyata bahwa ancaman terhadap keutuhan NKRI bisa datang dari mana saja. Pancasila, sebagai ideologi yang lahir dari rahim bangsa, telah terbukti mampu menyatukan keberagaman suku, agama, ras, dan antar golongan. Nilai-nilai persatuan yang terkandung dalam Pancasila menjadi perekat sosial yang kuat, sehingga mampu mencegah terjadinya perpecahan dan konflik horizontal. Dalam konteks kekinian, Pancasila tetap relevan sebagai pemersatu bangsa di tengah maraknya isu-isu SARA dan radikalisme.

Sebagai warga negara yang baik, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai Pancasila. Kita dapat memulai dari diri sendiri dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kita juga perlu ikut serta dalam berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan cara ini, kita dapat memastikan bahwa Pancasila tetap relevan dan menjadi pedoman bagi generasi mendatang.

Menjaga dan melestarikan nilai-nilai Pancasila berarti juga menjunjung tinggi nilai toleransi. Dalam keberagaman suku, agama, ras, dan antar golongan, toleransi menjadi perekat sosial yang sangat penting. Dengan saling menghormati perbedaan, kita dapat hidup berdampingan secara damai dan harmonis. Toleransi juga merupakan manifestasi dari nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab sebagaimana tercantum dalam Pancasila. Toleransi yang kuat akan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta mencegah terjadinya konflik horizontal.

Pancasila bukanlah sekadar ideologi, melainkan jiwa bangsa yang terus berdenyut. Dalam setiap hembusan nafas Indonesia, nilai-nilai Pancasila selalu hadir. Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kita akan kekuatan persatuan dalam keberagaman. Mari kita jadikan semangat Pancasila sebagai pembakar semangat untuk terus berkarya dan berinovasi demi kemajuan bangsa. Bersama Pancasila, kita yakin Indonesia akan semakin jaya.

Selamat Memperingati Hari Kesaktian Pancasila 

 

Baca Lainnya

Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 Dibahas Bersama Wali Kota Makassar, Kuatkan Makassar sebagai Kota Multikultural

22 Januari 2026 - 09:45 WITA

Disdik Sulsel Terbitkan Edaran : Penguatan Pendidikan Agama di Sekolah, FKUB-MUI-Permabudhi Beri Respons Kritis

11 Desember 2025 - 06:52 WITA

Zen of Tolerance: Menemukan Kedamaian di Tengah Perbedaan

10 November 2025 - 07:18 WITA

analysis, magnifying glass, examination, humanity, diversity, tolerance, equality, magnification, respect, solidarity, diversity, tolerance, tolerance, tolerance, equality, equality, respect, respect, respect, respect, respect

Menjelajahi Hubungan Antara Agama Buddha dan Fisika Kuantum: Menyelami Pikiran, Realitas, dan Kesadaran Secara Mendalam

15 Mei 2025 - 09:23 WITA

Penanganan Hukum Perdata Bukan Sekedar Kemenangan

16 Desember 2024 - 04:29 WITA

selective focus photography of three books beside opened notebook
Trending di Artikel